Tag Archives: polisi indonesia

Zulkiram Pilih Dipecat karena Masuknya Nyogok, Ini Kata Mabes Polri

Zulkiram Pilih Dipecat karena Masuknya Nyogok, Ini Kata Mabes PolriFoto: Dok. Muh Zulkiram

Jakarta – Masuk dengan cara menyuap, Zulkiram resign dari Polri karena merasa pekerjaannya tak berkah. Mabes Polri menanggapi cerita Zulkiram yang kini menjadi viral tersebut.

“Bagus ada pemberitaan seperti ini untuk menyadarkan semuanya. Bahwa perbuatan suap untuk upaya apa pun juga haram hukumnya,” kata Asisten SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto kepada detikcom, Senin (7/8/2017).

Arief mengatakan, sejak Jenderal Tito Karnavian menjadi Kapolri, sudah ada kebijakan tegas tak boleh ada praktik KKN dalam program apa pun, termasuk proses rekrutmen. Tak boleh ada praktik suap, sogok-menyogok, koneksi, dan sponsorship di tubuh Polri.

“Dan sudah saya terapkan dalam program rekrutmen tahun 2017 ini sejak saya diberi amanah sebagai As SDM Kapolri,” ujar Arief.

Muhammad Zulkiram diangkat menjadi anggota Polri pada 2007. Setelah 7 tahun bertugas, pria asal Banda Aceh itu memilih berhenti dan menanggalkan seragam Korps Bhayangkara-nya pada 2014.

Kisah Zulkiram resign itu menjadi viral di media sosial belum lama ini. Kisahnya ramai diperbincangkan, terutama di media sosial Instagram.

Zulkiram Resign karena Masuknya Nyogok, Ini Kata Mabes PolriFoto: Dok. Muh Zulkiram

Zulkiram sengaja membolos beberapa kali agar dipecat dari Polri. Alasannya, Zulkiram merasa pekerjaannya tak berkah karena masuk Polri dengan menyogok.

“Terus saya resign. Saya kena pelanggaran kode etik Polri. Nggak apa-apalah (diberhentikan) hormat-nggak hormat yang penting saya keluar. Setelah itu, saya lebih dalam lagi mempelajari agamanya,” ujar Zulkiram kepada detikcom, Senin (7/8).
(tor/tor)

sumber: detik.com

Inilah Penjelasan Lengkap Ustadz Felix Siauw Atas Pembubaran Paksa Kajianya Oleh Polisi

BeritaIslam – Ustadz Felix Siauw akhirnya menjelaskan kronologis kejadian yang sebenarnya tentang pembubaran paksa Kajianya oleh sejumlah anggota Kepolisian Resort Malang.
Berikut ini penjelasan lengkap Ustadz Felix melalui video live streaming di halaman Facebook pribadinya, ahad(30/4/2017).
——————————————————–
Assalaamu ‘alaikum Warohmatullahi Wabaro kaatuhu.
Alhamdulillah, puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah Robb semesta alam, pencipta langit dan bumi dan juga pencipta kita manusia.
Sholawat dan salam senantiasa kita curah dan limpahkan kepada Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasallam. Karena telah memberikan sebuah contoh yang sempurna dalam kehidupan. Dan tentunya contoh yang sempurna didalam dakwah.
Alhamdulillah melalui video ini saya akan coba memberikan sebuah penjelasan tentang pertanyaan temen-temen sekalian. Banyak temen-temen yang bertanya tentang gimana kejadianya tadi di Malang, apa kejadian sesungguhya. Mudah-mudahan video ini bisa menjadi sebuah penjelas bagi apa yang terjadi.
Pertama-tama saya ingin mengucapkan kepada temen-temen yang mendoakan, peduli, alhamdulillah terima kasih. Saya tidak kurang satu apapun, sekarang dalam perjalanan menuju Jakarta.
Dan yang kedua saya ingin berterima kasih kepada temen-temen panitia yang ada di Malang, sekaligus mohon maaf kepada peserta-peserta yang sudah sempat hadir tadi dan mungkin merasa tidak nyaman ketika tadi ada kejadian pembubaran ya.
Jadi yang pertama-tama saya ingin menjelaskan bahwa ketika saya datang ke Malang tanggal 29 April 2017, itu saya sampai pada waktu sore hari. Saya dikabari panitia bahwa acara yang sedianya dilakukan pada tanggal 30 April 2017 pada hari ini, kemudian tiba-tiba acaranya dibatalkan oleh rektorat.
Acaranya sedianya dilaksanakan di Universitas Brawijaya, lalu kemudian tiba-tiba ada pembatalan dari rektor, yang rektornya juga tidak menjelaskan kenapa acara itu dibatalkan, tidak ada alasan sama sekali yang diberikan kepada panitia, lalu kemudian dibatalkan.
Walaupun kita mendapati beberapa waktu kemudian ada bukti-bukti percakapan antara orang-orang tertentu yang bisa mempengaruhi rektor untuk membatalkan acara itu dilaksanakan di kampus. Kita juga tidak tau sampai sekarang alasanya seperti apa.
Karena acaranya sebenarnya sebuah kajian tentang cinta mulia, tentang sebuah panduan-panduan yang harus dilaksanakan remaja agar waktu remajanya tidak dihabiskan dengan maksiyat, dengan sia-sia. Yang diambil dari buku saya “UDAH PUTUSIN SAJA”.
Jadi kita bingung, kenapa kajian pranikah, tentang cinta, tentang pergaulan anak muda, ternyata mendapatkan sebuah tantangan dari pihak rektor.
Lalu kemudian panitia, bahasa mereka hectic gitunya, jadi langsung kemudian panik, kemudian mencari tempat yang lain. Dapatlah di salah satu hotel di daerah Malang. Setelah mendapatkan tempat, saya langsung dikabari acara tetap lanjut.
“Alhamdulillah” saya katakan.

Nah kemudian ketika kita sudah sampai di hotel tersebut, kemudian kita adakan kajian. Kajianya dimulai jam 08:00. Jam 08:30 saya memberikan kajian, sekitar sampai jam 10:30. Nah 10:30 itu tiba-tiba ada dari pihak hotel datang, lalu kemudian mengatakan ditengah-tengah pada audience bahwa kajian dibubarkan.
Kenapa? Karena alasanya kajian tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian dan sebagainya.
Kita juga agak bingung, bagaimana mengatur perizinan sedangkan acara itu baru diganti waktunya jam 8 malam.
Kemudian disitu ternyata sudah banyak sekali polisi ada sekitar mungkin 10 atau 20 personel yang ada disitu. Lalu kemudian kita sampaikan, ya sudah tidak masalah kalaupun memang mau dibubarkan. Toh polisi sudah datang, ya mau apalagi, acaranya juga sudah rusak.
Pihak panitia kemudian mengatakan, ya sudah Ustadz kita pimpin doa sebelum menyelesaikan kajian. Polisi kemudian mengatakan yang waktu itu belakangan kita mengetahui Kasat Intelnya Polres Malang, mengatakan : “tidak perlu ada doa,langsung dibubarkan saja”. Ya sudah kita tutup dengan doa kifaratul majelis, kemudian kita membubarkan diri secara damai.
Nah belakangan ketika kita tanya kepada pihak kepolisian. Ini ada apa, kenapa sampai ada seperti ini, kemudian ada pembubaran. Toh acaranya adalah acara kajian Islam. Penjelasan kepada anak-anak muda untuk melawan degradasi moral yang sekarang terjadi: perzinaan yang marak, tawuran, tindakan negatif yang ada. Kenapa harus dibubarkan dengan cara seperti ini? Kalau ada sesuatu yang kurang kan bisa dibicarakan.
Nah ternyata pihak kepolisian bilang :”Kami tidak bisa menjawab disini, silahkan nanti di Polres saja”.
Alhamdulillah sayapun mendampingin temen-temen ke Polres, setelah kita tanyakan ternyata polisi mendapatkan tekanan. Jadi pihak kepolisian mendapatkan tekanan dari ormas-ormas tertentu yang ormas ini akhir-akhir ini terkenal sebagai ormas yang membubarkan pengajian dan juga oramas yang berpihak kepada kasus penistaan agama kemarin.
Kemudian kita sampaikan kenapa tidak diadakan tabayun dulu. kenapa ada apa. Kalau seandainya ada sesuatu kesalahpahaman tentu kita bisa bicarakan. Tentu kita bisa menyampaikan dengan baik, dengan cara yang Islami.
Kemudian dijawab tidak bisa.
Kemudian kembali lagi dipermasalahan perizinan. Saya juga sudah mengingatkan kepada kepolisian. Loh kok seolah-olah Indonesia ini sudah tidak lagi menjadi negara hukum, tapi seorah-olah seperti negara yang berhukum rimba. Siapa yang kuat, siapa yang banyak dia bisa meyetir apa yang dianggap benar, apa yang dianggap salah. Ketika dia tidak suka kepada suatu kelompok, lantas itu dianggap salah. Kalau dia suka kepada suatu kelompok, lantas dianggap benar. Lalu kemudian dimana hukum disitu?
Pihak kepolisian kemudian berkata : “Kami tidak bisa apa-apa , karena kami ini sedikit, kami tidak bisa apa-apa”.
Nah inilah yang kita sangat sayangkan. Apalagi saya kemudian sampaikan bahwa di Jakarta bahwa citra polisi di mata masyarakat sangat buruk. Karena dalam kasus penistaan agama sangat terlihat bahwasanya ada keberpihakan disitu.
Akan sangat sulit sekali ketika kaum Muslimin mengadakan acara, akan sangat sulit sekali ketika kaum Muslimin mengadakan suatu hal pengkajian dan kemudian dianggap sebagai suatu hal yang makar. Padahal dimana makarnya, kita sedang membahas tentang pacaran kok. Kita sedang membahas tentang Udah putusin aja. Loh kok dianggap sebagai suatu hal yang dianggap mendekati suatu yang makar.
Nah inilah sesuatu yang sangat kita sayangkan sekali, apabila ada orang-orang yang tidak suka kemudian mengedepankan tindakan-tindakan pemaksaan, mengedepankan tindakan fisik tanpa ada komunikasi terlebih dahulu. Tanpa ada tabayun terlebih dahulu. Yang lebih kita sayangkan justru itu dari pihak seorang Muslim sendiri.
Saya juga sampaikan kepada kepolisian bahwa kedepan harus baik lagi, karena tidak boleh ada suatu kelompok yang bisa memaksakan kehendak kepada kelompok yang lain. Dan itu adalah suatu pilot project atau preseden yang buruk kemasa depan.
Nah itulah penjelasan saya dan alhamdulillah. Kita katakan ya sudah, ga ada masalah. Kita juga tidak mungkin melawan yang berwenang, kita juga tidak mungkin melakukan kekerasan. Karena Islam mencintai kedamaian. Islam tidak menyukai adanya perpecahan. Islam tidak menyukai adanya adu domba diantara kaum Muslimin sendiri. Kita tidak menginginkan itu terjadi. Kita juga menginginkan ketika kajian itu ada orang yang tercerahkan. Kita tidak mungkin melakukan tindakan-tindakan yang melawan pihak berwenang.
Hanya saja kita sampaikan bahwa harusnya negara ini berdasarkan hukum dan harusnya hukum diatas segala-galanya. Bukan orang-orang yang kuat dan banyak yang kemudian mengambil hukum itu.
Bagi temen-temen sekalian, mohon doanya. Bahwa dakwah ini tidak akan pernah terhenti, dakwah ini Insya Allah tidak akan pernah surut. Karena Allah akan mengambil dari orang-orang yang dicintainya, orang-orang yang siap mempertahankan agama ini, siap untuk memperjuangkan agama ini. Dan Insya Allah, doakan bahwa saya adalah salah satu diantara orang-orang itu. Mudah-mudahan saya termasuk orang yang mendapatkan amanah untuk menjaga agama ini. Untuk menyampaikan kebenaran ini, walaupun mungkin ilmu saya tidak semumpuni Ustadz-Ustadz yang lain. Mudah-mudahan apa yang saya ketahui dan itu benar, saya coba menyampaikan dengan sebaik-baiknya. Menyampaikan dengan sebagus-bagusnya.
Kemarin saya baru saja di telpon oleh Bapak saya.
Jadi bapak saya berkata kepada saya : “Lix, kamu ini. Tulisanmu di Facebook keras sekali. Nanti banyak yang ga suka lho. Nanti ada ormas-ormas tententu yang ga suka atau ada pihak-pihak yang tidak suka, pihak berwenang atau pihak rezim yang mungkin tidak suka”.
Saya katakan : “Ya bagaimanalagi , ini adalah kebernaran yang harus saya sampaikan. Karena Felix tau ini adalah sesuatu yang benar dan ini harus Felix sampaikan. Bagaimana mungkin Felix diam ketika kedholiman atau melihat sesuatu yang salah”.
Maka bapak saya kemudian bilang: ” ya tapi ini berbahaya, kamu mbok ya sedikit lebih halus, sedikit lebih santai, ga usah harus seperti itu terus. Carilah tema-tema yang agak santai,tema yang agak halus”.
Saya katakan begini : “Saya mengutip kalimatnya Imam Ahmad, ketika beliau ditahan oleh pemerintahan karena tidak setuju dengan apa yang diyakini oleh pemerintahan pada saat itu. Imam Ahmad berpendapat bahwasanya Al-Qur’an bukan makhluk, tapi kalamullah”.
Imam Ahmad kemudian ditahan, disiksa secara parah. Kemudian ada satu sipir penjara yang sangat simpati dengan beliau. Kemudian sipir tersebut mengatakan: “wahai Imam, akui saja, Allah tau apa didalam hatimu. Akui saja bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, bukan kalamullah. Supaya kamu bisa lepas dari penjara ini.

Maka saya sampaikan itu juga kepada bapak saya perkataan Imam Ahman bin Hambal. Ahmad bin Hambal berkata kepada sipir penjara “Keluarlah, lihat dibalik jendela apa yang kamu lihat disitu”.
Kemudian Sipir itu berkata :”Saya melihat penduduk Baghdad berdiri didepan pintu-pintu mereka membawa catatan dan siap mencatat apa yang dikatakan oleh Ahmad bin Hambal”.
Maka Imam Ahmad mengatakan perkataan yang sangat indah sekali yang harus kita ingat, para pengemban dakwah : “pantaskah Ahmad selamat,sementara manusia tersesat”.
Nah itulah, kita tidak inginka itu. Insya Allah yang kita lakukan adalah suatu kebenaran dan kita tidak khawatir akan itu dan kita tidak menyembuyikan apapun. Toh yang kita dakwahkan sesuatu yang bermanfaat dan kita meyakini apapun yang berasal dari Islam tidak akan pernah untuk memberikan keburukan. Tidak pernah untuk memberikan perpecahan, malah sebaliknya menyatukan. Membuat kita semakin terajut satu sama lain, membuat kita saling mencintai satu sama lain. Membuat kita saling damai satu sama lain. Dan tentunya akan membuat Insya Allah Indonesia akan semakin berjaya kedepanya. Itulah yang menjadi alamiah daripada Islam.
Kalaupun ada orang-orang yang tidak suka. Insya Allah kita doakan. Mudah-mudahan kita doakan Pak Polisi berubah untuk menyadari seperti apa kebenaran yang sejati dan keadilan yang sejati. Kita doakan organisasi-organisasi yang selama ini kemudian getol membubarkan pengajian, getol kasar kepada saudaranya, untuk benar-benar melaksanakan apa yang dia sampaikan berupa Islam rakhmatalil alamin, untuk damai, untuk kemudian baik kepada saudaranya. Untuk tetap berpegang teguh kepada Islam dan mengedepankan intelektualitas bukan mengedepankan sesuatu yang lain seperti anarkisme dan pemaksaan.
Dan Insya Allah kami juga mendoakan agar tema-teman sekalian semua Istiqomah didalam dakwah dan kami juga mohon doanya mudah-mudahan kami tetap Istiqomah didalam dakwah ini. Dan mohon doanya dakwah Islam ini terus diteruskan dan Insya Allah akan banyak penerus-penerus generasi Islam yang siap untuk membela Islam .
Insya Allah demikian, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan menjadi penyemangat bagi kita semua untuk tidak berhenti didalam dakwah, karena dakwah tidak pernah akan terhenti.
Assalaamu ‘alaikum Warohmatullahi Wabaro Kaatuhu.
Felix Siauw
[BeritaIslam/AA]

Astaghfirullah…Pengajian Ustadz Felix Siauw Dibubarkan Paksa oleh aparat. Mau menjadi apa generasi islam selanjutnya?

 

felix-dibubarkan

Foto: saat aparat kepolisian membubarkan paksa acara felix siaw dan klarifikasi ustadz felix via akun facebooknya.

BeritaIslam, Malang – Hari ini kajian ustadz Felix Siauw dibubarkan paksa karena ada sebagain pihak yang tidak suka terhadap kajian ustadz Felix, padahal tema yang diangkat adalah tentang kajian remaja yang hari ini semakin rusak dengan zina dan pergaulan bebas, Malang, Ahad (30/4/17).

 

Tetapi sejumlah oknum tetap membubarkan paksa, dan aparat malah terlihat mendukung upaya pembubaran kegiatan tersebut. Bahkan MC sekalipun tidak diberi waktu untuk menutup acara dengan doa. Semua peserta diusir keluar ruangan. Sampai saat ini belum jelas keterangan kenapa acara itu mesti dibubarkan.

 

Berikut tulis Aryo Jogja melalui akun facebooknya :

 

INDONESIABERTAUHID.

INNALILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN, POLISI MEMBUBARKAN ACARA USTADZ @FELIXSIAUW DI MALANG.

SEJUMLAH OKNUM SEKULER RADIKAL TIDAK TERIMA USTADZ USTADZ FELIX SIAUW MENGISI ACARA YG SEDIANYA DILAKSANAKAN PAGI TADI, AHAD, 30 APRIL 2017.

PADAHAL TEMA YANG DIBAWAKAN USTADZ KETURUNAN TIONGKOK INI TERKAIT DENGAN PERGAULAN REMAJA, YANG HARI INI SEMAKIN RUSAK DENGAN ZINA DAN PERGAULAN BEBAS. TETAPI SEJUMLAH OKNUM TETAP MEMBUBARKAN PAKSA, DAN APARAT MALAH TERLIHAT MENDUKUNG UPAYA PEMBUBARAN KEGIATAN TERSEBUT. BAHKAN MC SEKALIPUN TIDAK DIBERI WAKTU UNTUK MENUTUP ACARA DENGAN DOA. SEMUA PESERTA DIUSIR KELUAR RUANGAN.

SAMPAI SAAT INI BELUM JELAS KETERANGAN KENAPA ACARA ITU MESTI DIBUBARKAN. APAKAH KARENA ACARA DAKWAH INI TIDAK MENGUNDANG DJ DAN PENYANYI POP IBUKOTA ?

 

Semakin jelas permusuhan orang-orang kafir dan kaum munafik terhadap dakwah Islam yang lurus(benar). Sudah saatnya ummat islam untuk  bersatu merajut islam yang fundamental agar tidak mudah dirobohkan oleh musuh musuh Allah….

#SaveUstadzFelix

———————————————————–***—————————————————————–

 

Saksikan Penjelasan Ustadz @FelixSiauw melalui akun facebooknya:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155041149931351&id=68040156350

(dz/dakwahmedia/vm)

Satu Keluarga Ditembaki Polisi, ‘Ya Allah Salah Kami Apa Pak?’

Bercak darah warga penumpang mobil BG 1488 ON, yang menjadi korban penembakan brutal anggota Polres Lubuklinggau, di Jl HM Soeharto, Selasa (10/4/2017). [Suara.com/Istimewa]
Bercak darah warga penumpang mobil BG 1488 ON, yang menjadi korban penembakan brutal anggota Polres Lubuklinggau, di Jl HM Soeharto, Selasa (10/4/2017).

“Sedih pak. Kami ini orang bodoh, kena tembak pak, La Illaha Illallah, astaghfirullah. Ya Allah, salah kami apa pak.”

BeritaIslamdotcom – Kaswan terus menangis dan larut dalam kepedihan yang dirasakannya, karena tahu sang istri tak lagi bisa menemaninya pergi, bekerja, dan pulang dari petak kebun garapan mereka. Ia juga meracau, mengutuki karena harus mencecap nasib nahas sepanjang sisa umurnya yang tak lagi muda.

Sudah sepekan terakhir pria berusia 60 tahun itu meratapi kepergian sang istri, Surini, yang tewas ditembak polisi saat pergi kondangan.

Surini tewas saat bersama enam saudaranya menumpangi mobil sedan bernomor polisi BG 1488 ON, melintasi Jalan HM Soeharto, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, untuk mendatangi lokasi pesta pernikahan kerabat.

Mobil mereka ditembaki polisi yang tengah menggelar razia Cipta Kondisi, Selasa (17/4) pekan ini.

”Sedih pak. Kami ini orang bodoh, kena tembak pak, La Illaha Illallah, astaghfirullah. Ya Allah, salah kami apa pak. Maaf pak, saya bicara ngawur,” ungkap Kaswan sembari menangis di hadapan Kapolres Lubuklinggau Ajun Komisaris Besar Hajat Mabrur Bujangga, yang mendatangi rumahnya untuk meminta maaf dan turut berbelasungkawa, Rabu (19/4/2017).

Kaswan tak menyangka Surini meninggalkan dirinya dan dunia dengan cara mengenaskan.

Ketika mengizinkan sang istri pergi dari rumah sederhana mereka di Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Kaswan tak memunyai firasat jelek.

Petani itu juga tak merasa was-was, karena dirinya tahu sang istri berangkat bersama keluarganya untuk nyumbang pernikahan sanak saudara di Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.

”Saya sempat diajaknya untuk ikut serta. Tapi saya tolak, karena ingin merawat kebun. Jadi, saya minta dia berangkat ikut keluarga,” tutur Kaswan.

Kenangan tentang Surini lantas membuncah dalam benak Kaswan. Ia menceritakan, istrinya itu nyaris tak pernah pergi jauh dari rumahnya.

Setiap hari, Kaswan dan Surini selalu bersama-sama pergi ke kebun. Begitu pula saat pulang, ia juga selalu ditemani sang istri.

Keduanya bagai tak dipisahkan satu sama lain dalam kehidupan. Namun, peluru brigadir polisi berinisial K lah yang akhirnya mampu memutus kisah cinta sederhana mereka.

”Kami ini bodoh, orang bodoh. Dia tak pernah pergi ke mana-mana. Setiap hari kami pergi dan pulang dari kebun selalu bersama. Saya sakit saat menerima kabar istri kecelakaan, tapi nyatanya ditembak,” cecar Kaswan sembari terus menangis.

Kaswan meminta Kapolres Hajat mengusut dan menghukum anak buahnya yang melakukan penembakan terhadap sang istri.

Ia berharap Brigadir K maupun polisi lain yang ikut menembak sang istri diganjar seberat-beratnya hukuman.

Kaswan menegaskan, tak bakal sudi dan mengikhlaskan kepergian Surini kalau para serdadu yang memberondong istrinya tak mendapat hukuman setimpal.

“Pak, kami ini buta soal hukum. Kami Cuma minta keadilan. Kami bisa menerima kalau yang menembak dihukum sesuai aturan. Tapi kalau tidak, maka akan lain ceritanya pak,” tegas Kaswan.

Surini sendiri sudah dimakamkan, Selasa malam, di Tempat Pemakaman Umum Belitar.

Kapolres Lubuklinggau Hajat Mabrur Bujangga memastikan bertindak adil dalam mengusut perilaku anak buahnya.

“Tim Polda Sumsel sudah melakukan pemeriksaan kepada anggota Sabhara yang di duga melanggar protap saat peristiwa itu. Kami juga akan menanggung semua biaya pengobatan korban luka dan turut berbelasungkawa kepada Bapak Kiswan,” tuturnya.

Razia Berdarah di Jalan Soeharto

Merujuk kronologi versi polisi, ihwal kasus tersebut ketika anggota Polres Lubuk Linggau melakukan operasi cipta kondisi di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Lubuk Linggau Selatan II, Selasa.

Kronologi itu dipublikasikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

“Mobil sedan BG 1488 ON yang ditumpangi Surini dan enam kerabatnya tersebut ketika diminta berhenti, bukannya berhenti, malah melaju kencang. Hampir menabrak tiga petugas yang sedang razia,” kata Rikwanto.

Kawasan Lubuk Linggau selama ini dikenal banyak terjadi kasus begal. Polisi menaruh curiga pada orang yang berada di dalam mobil sedan tersebut. Polisi lantas melakukan pengejaran untuk memastikannya.

“Dikejar. Lalu dikasih tembakan peringatan ke ban, tapi tidak berhenti. Dikejar lagi sampai kemudian disalip, baru berhenti,” kata Rikwanto.

Meskipun dihadang, tidak ada tanda-tanda orang yang berada di dalam mobil ke luar untuk menunjukkan diri. Polisi semakin curiga dan berasumsi ada pelaku kriminal di dalamnya, sampai akhirnya anggota polisi kembali menembak.

Kaca mobil sedan tersebut, kata Rikwanto, gelap. Kemudian, polisi membuka pintu mobil. Di dalamnya ternyata satu keluarga. Surini meninggal dunia terkena timah panas.

Sementara nasib penumpang lain juga mengenaskan. Penumpang bernama Dewi Alina (40 tahun) mengalami luka tembak di bagian lengan kiri. Sementara Novianti (30) tertembak di bagian lengan kanan.

Tragis, balita berusia tahun bernama Genta Wicaksono, luka di bagian kepala setelah terserempet peluru. Selanjutnya, Indra (33) luka kena peluru di tangan kiri.

Gatot alias Diki (30), yang menjadi sopir mobil itu terkena tembakan di tangan bagian kiri. Sementara Margo dan Galih (7) selamat.