Tag Archives: muslimah

Hati – hati hoax sama kebaikan pacar

Foto Muhamar Dani.

 

Jika dia benar – benar anak baik gak mungkin dianya ajak kamu pacaran.
Simple kan?
.
Udah Putusin Aja!!!
Takutnya ada seseorang yang diam – diam mencintaimu namun belum siap menemui orangtuamu dan dianya gak jadi bawa rombongan buat acara nikahan hanya karena kamu mempertahankan seseorang pacar yang kamu anggap dialah yang terbaik padahal sudah jelas kalau dia anak baik gak akan ajak pacaran loh.
Dia pasti tahu gimana caranya mencintai dengan baik secara dia kan anak baik pasti tahu apa apa yang mengandung kebaikan .
.
Jodoh pasti bertemu teman. Kalau gak temu dulu didunia bisa saja langsung disurga.
pertahankan singlelillah 👌 .

Sosok Guru Wanita Pertama Islam

guru wanita pertama

dutachebond

SOSOK Asy-Syifa binti Ab dillah al-Adawiyah dari suku Quraisy al-Adawiyah. Perempuan luar biasa ini dikenal sebagai guru wanita pertama dalam Islam. Selain itu, ia juga memiliki kecerdasan dan keterampilan di bidang kedokteran, terutama dalam hal kejiwaan.

Ibu dari Sulaiman bin Abu Hutsmah ini memiliki kedudukan khusus di sisi Rasulullah disebabkan keimanannya yang kokoh pada Allah dan Rasulnya.

Ia termasuk salah satu anggota rombongan hijrah pertama dari Makkah ke Madinah. Karena itu, wajar jika kemudian Asy-Syifa memiliki kedudukan serta kedekatan dengan para istri Rasulullah.

Asy-Syifa merupakan sedikit dari perempuan-perempuan Makkah yang pandai membaca dan menulis sebelum kedatangan Islam. Setelah masuk Islam, ia mengajari para muslimah.

Sejak itulah, ia menjadi guru di zaman Rasulullah. Salah satu murid Asy-Syifa adalah Hafshah binti Umar bin Khattab, istri Rasulullah.

Pada masa Umar bin Khattab, Asy-Syifa memperoleh kepercayaan sang Khalifah untuk mengurusi masalah pasar. Atas kecerdasan Asy- Syifa, Umar kerap meminta pendapatnya.

Interaksinya dengan Rasulullah membuatnya banyak belajar tentang agama dan keduniaan dan menjadikannya salah satu perawi hadis.

Ia meriwayatkan beberapa hadis dari Rasulullah, juga dari Khalifah Umar bin Khatab. Beberapa orang ikut meriwayatkan hadis yang berasal darinya, seperti putra Sulaiman bin Abu Khaitsumah, kedua cucunya (Abu Bakar dan Utsman), Abu Ishaq dan Hafshah Ummul Mukminin. Sementara, Abu Daud juga meriwayatkan hadis yang berasal dari periwayatannya.

Selain mereka yang tampil sebagai pelopor di bidangnya, perempuan-perempuan luar biasa lainnya berperan melalui pendidikan hingga melahirkan generasi Islam yang membanggakan.

Ada Thumadir binti Amru ibn al-Syarid as-Salamiyah al-Madhriyah. Mereka adalah para ibu dan pendidik hebat yang berhasil melahirkan generasi pejuang dan pembela Islam. []

Sumber: republika

Cari Jodoh itu Harus Cari yang Jodohin!

GURU kami selalu membuka kelas dengan meminta murid-muridnya untuk bertanya. Bertanya tentang kehidupan, apapun itu.

Sebelumnya, ia memang meminta kami untuk mengamati fenomena-fenomena kehidupan yang ada di sekitar kami. Fenomena-fenomena yang kemudian menimbulkan pertanyaan “Kenapa?”

Ia mengatakan bahwa yang demikian dapat melatih akal dan rasa kami. Dalam sebuah jawaban atas pertanyaan yang salah seorang dari kami ajukan, ia berkata, “Cari jodoh itu harus cari yang jodohin!”

Suasana kelas begitu hening mendengar pernyataan beliau. Mungkin di antara kami ada yang penasaran akan maksud pernyataan beliau.

Lalu beliau melanjutkan, “Siapa yang jodohin?”

Kami semua terdiam, tak ada yang berani menjawab.

“Allah SWT!” begitu ucap beliau seraya mengacungkan telunjuknya ke atas.

Aku merinding.

Keberkahan atasnya. ()

SatuMedia

Hamze, Muslimah Pertama di Akademi Militer Amerika Serikat

ISLAM dikenal sebagai agama minoritas di Amerika Serikat. Namun disela-sela minoritas tersebut tak menjadi halangan seorang gadis muslim bernama Sana Hamze untuk menjadi mahasiswi sekolah militer Vermont, Universitas Norwich.

 

Hamze bukanlah muslim pertama di sekolah tersebut, yang membuat unik bahwa dialah muslim pertama yang mengenakan jilbab untuk bersekolah militer AS.

Gadis muslim tersebut mengaku pernah menghadapi upaya permusuhan saat mengenakan jilbab  di area publik. Tetapi, hal itu tidak dia alami saat berada di Norwich.

Perlakuan diskriminasi yang dia terima karena imannya tidak mematahkan impian Hamze untuk mengabdi pada negaranya.

“Itu tidak membuat saya takut karena saya tahu apa yang saya lakukan tidak bisa membuat semua orang nyaman. Saya tahu apa yang saya lakukan adalah untuk melindungi negara. Saya bergabung dengan militer untuk melindungi negeri ini,” ujar Hamze dilansir dari dailymail.co.uk. []

SatuMedia