Tag Archives: muhasabah

INILAH DETIK DETIK QORI MENINGGAL SAAT BACA AL QURAN DI KEDIAMAN MENTERI SOSIAL KHOFIFAH

BeritaIslamdotcom.Surabaya – Seorang Qori Ustadz Jakfar Abdurrahman menghembuskan nafas terakhir ketika membaca ayat suci Al Qur’an di kediaman Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, di Jemursari Surabaya, Senin (24/4/2017). Acara yang sengaja di gelar oleh Menteri Sosial ini guna memperingati Haul Almarhumin keluarga besar Khofifah Indar Parawansa sekaligus Hari Ulang Tahun ke-71 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Untitled

Sekitar pukul 11.30 WIB, saat pembawa acara mempersilakan Ustadz Jakfar membacakan ayat suci Al Quran. Ia pun mulai membacakan surat Al Mulk. Saat hadirin sedang mendengarkan suara merdunya, suara qari’ itu terdengar semakin mengecil saat masuk ayat ketiga. Matanya sempat mengedip beberapa kali kemudian mic di tangannya menjauh dari bibir, lalu jatuh. Kepalanya menunduk kemudian tubuhnya roboh ke kanan. Sontak orang-orang yang ada di sekitarnya kaget dan langsung menghampiri Ustadz Jakfar Abdurrahman ini. Saat dihampiri tubuhnya sudah lemas, lalu di baringkan. Tim medis pun kemudian segera datang menolong lalu segera membawanya ke RSI Jemursari. Mari kita doakan semoga Ustadz Jakfar khusnul khatimah dan mendapat syurga Allah swt, Aamin.

Ini link Video yang menjadi viral detik detik maut menjemput Ustadz Jakfar saat membacakan  Ayat suci Al Quran….

 

 

Satu Keluarga Ditembaki Polisi, ‘Ya Allah Salah Kami Apa Pak?’

Bercak darah warga penumpang mobil BG 1488 ON, yang menjadi korban penembakan brutal anggota Polres Lubuklinggau, di Jl HM Soeharto, Selasa (10/4/2017). [Suara.com/Istimewa]
Bercak darah warga penumpang mobil BG 1488 ON, yang menjadi korban penembakan brutal anggota Polres Lubuklinggau, di Jl HM Soeharto, Selasa (10/4/2017).

“Sedih pak. Kami ini orang bodoh, kena tembak pak, La Illaha Illallah, astaghfirullah. Ya Allah, salah kami apa pak.”

BeritaIslamdotcom – Kaswan terus menangis dan larut dalam kepedihan yang dirasakannya, karena tahu sang istri tak lagi bisa menemaninya pergi, bekerja, dan pulang dari petak kebun garapan mereka. Ia juga meracau, mengutuki karena harus mencecap nasib nahas sepanjang sisa umurnya yang tak lagi muda.

Sudah sepekan terakhir pria berusia 60 tahun itu meratapi kepergian sang istri, Surini, yang tewas ditembak polisi saat pergi kondangan.

Surini tewas saat bersama enam saudaranya menumpangi mobil sedan bernomor polisi BG 1488 ON, melintasi Jalan HM Soeharto, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, untuk mendatangi lokasi pesta pernikahan kerabat.

Mobil mereka ditembaki polisi yang tengah menggelar razia Cipta Kondisi, Selasa (17/4) pekan ini.

”Sedih pak. Kami ini orang bodoh, kena tembak pak, La Illaha Illallah, astaghfirullah. Ya Allah, salah kami apa pak. Maaf pak, saya bicara ngawur,” ungkap Kaswan sembari menangis di hadapan Kapolres Lubuklinggau Ajun Komisaris Besar Hajat Mabrur Bujangga, yang mendatangi rumahnya untuk meminta maaf dan turut berbelasungkawa, Rabu (19/4/2017).

Kaswan tak menyangka Surini meninggalkan dirinya dan dunia dengan cara mengenaskan.

Ketika mengizinkan sang istri pergi dari rumah sederhana mereka di Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Kaswan tak memunyai firasat jelek.

Petani itu juga tak merasa was-was, karena dirinya tahu sang istri berangkat bersama keluarganya untuk nyumbang pernikahan sanak saudara di Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.

”Saya sempat diajaknya untuk ikut serta. Tapi saya tolak, karena ingin merawat kebun. Jadi, saya minta dia berangkat ikut keluarga,” tutur Kaswan.

Kenangan tentang Surini lantas membuncah dalam benak Kaswan. Ia menceritakan, istrinya itu nyaris tak pernah pergi jauh dari rumahnya.

Setiap hari, Kaswan dan Surini selalu bersama-sama pergi ke kebun. Begitu pula saat pulang, ia juga selalu ditemani sang istri.

Keduanya bagai tak dipisahkan satu sama lain dalam kehidupan. Namun, peluru brigadir polisi berinisial K lah yang akhirnya mampu memutus kisah cinta sederhana mereka.

”Kami ini bodoh, orang bodoh. Dia tak pernah pergi ke mana-mana. Setiap hari kami pergi dan pulang dari kebun selalu bersama. Saya sakit saat menerima kabar istri kecelakaan, tapi nyatanya ditembak,” cecar Kaswan sembari terus menangis.

Kaswan meminta Kapolres Hajat mengusut dan menghukum anak buahnya yang melakukan penembakan terhadap sang istri.

Ia berharap Brigadir K maupun polisi lain yang ikut menembak sang istri diganjar seberat-beratnya hukuman.

Kaswan menegaskan, tak bakal sudi dan mengikhlaskan kepergian Surini kalau para serdadu yang memberondong istrinya tak mendapat hukuman setimpal.

“Pak, kami ini buta soal hukum. Kami Cuma minta keadilan. Kami bisa menerima kalau yang menembak dihukum sesuai aturan. Tapi kalau tidak, maka akan lain ceritanya pak,” tegas Kaswan.

Surini sendiri sudah dimakamkan, Selasa malam, di Tempat Pemakaman Umum Belitar.

Kapolres Lubuklinggau Hajat Mabrur Bujangga memastikan bertindak adil dalam mengusut perilaku anak buahnya.

“Tim Polda Sumsel sudah melakukan pemeriksaan kepada anggota Sabhara yang di duga melanggar protap saat peristiwa itu. Kami juga akan menanggung semua biaya pengobatan korban luka dan turut berbelasungkawa kepada Bapak Kiswan,” tuturnya.

Razia Berdarah di Jalan Soeharto

Merujuk kronologi versi polisi, ihwal kasus tersebut ketika anggota Polres Lubuk Linggau melakukan operasi cipta kondisi di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Lubuk Linggau Selatan II, Selasa.

Kronologi itu dipublikasikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

“Mobil sedan BG 1488 ON yang ditumpangi Surini dan enam kerabatnya tersebut ketika diminta berhenti, bukannya berhenti, malah melaju kencang. Hampir menabrak tiga petugas yang sedang razia,” kata Rikwanto.

Kawasan Lubuk Linggau selama ini dikenal banyak terjadi kasus begal. Polisi menaruh curiga pada orang yang berada di dalam mobil sedan tersebut. Polisi lantas melakukan pengejaran untuk memastikannya.

“Dikejar. Lalu dikasih tembakan peringatan ke ban, tapi tidak berhenti. Dikejar lagi sampai kemudian disalip, baru berhenti,” kata Rikwanto.

Meskipun dihadang, tidak ada tanda-tanda orang yang berada di dalam mobil ke luar untuk menunjukkan diri. Polisi semakin curiga dan berasumsi ada pelaku kriminal di dalamnya, sampai akhirnya anggota polisi kembali menembak.

Kaca mobil sedan tersebut, kata Rikwanto, gelap. Kemudian, polisi membuka pintu mobil. Di dalamnya ternyata satu keluarga. Surini meninggal dunia terkena timah panas.

Sementara nasib penumpang lain juga mengenaskan. Penumpang bernama Dewi Alina (40 tahun) mengalami luka tembak di bagian lengan kiri. Sementara Novianti (30) tertembak di bagian lengan kanan.

Tragis, balita berusia tahun bernama Genta Wicaksono, luka di bagian kepala setelah terserempet peluru. Selanjutnya, Indra (33) luka kena peluru di tangan kiri.

Gatot alias Diki (30), yang menjadi sopir mobil itu terkena tembakan di tangan bagian kiri. Sementara Margo dan Galih (7) selamat.

Hati – hati hoax sama kebaikan pacar

Foto Muhamar Dani.

 

Jika dia benar – benar anak baik gak mungkin dianya ajak kamu pacaran.
Simple kan?
.
Udah Putusin Aja!!!
Takutnya ada seseorang yang diam – diam mencintaimu namun belum siap menemui orangtuamu dan dianya gak jadi bawa rombongan buat acara nikahan hanya karena kamu mempertahankan seseorang pacar yang kamu anggap dialah yang terbaik padahal sudah jelas kalau dia anak baik gak akan ajak pacaran loh.
Dia pasti tahu gimana caranya mencintai dengan baik secara dia kan anak baik pasti tahu apa apa yang mengandung kebaikan .
.
Jodoh pasti bertemu teman. Kalau gak temu dulu didunia bisa saja langsung disurga.
pertahankan singlelillah 👌 .

Sosok Guru Wanita Pertama Islam

guru wanita pertama

dutachebond

SOSOK Asy-Syifa binti Ab dillah al-Adawiyah dari suku Quraisy al-Adawiyah. Perempuan luar biasa ini dikenal sebagai guru wanita pertama dalam Islam. Selain itu, ia juga memiliki kecerdasan dan keterampilan di bidang kedokteran, terutama dalam hal kejiwaan.

Ibu dari Sulaiman bin Abu Hutsmah ini memiliki kedudukan khusus di sisi Rasulullah disebabkan keimanannya yang kokoh pada Allah dan Rasulnya.

Ia termasuk salah satu anggota rombongan hijrah pertama dari Makkah ke Madinah. Karena itu, wajar jika kemudian Asy-Syifa memiliki kedudukan serta kedekatan dengan para istri Rasulullah.

Asy-Syifa merupakan sedikit dari perempuan-perempuan Makkah yang pandai membaca dan menulis sebelum kedatangan Islam. Setelah masuk Islam, ia mengajari para muslimah.

Sejak itulah, ia menjadi guru di zaman Rasulullah. Salah satu murid Asy-Syifa adalah Hafshah binti Umar bin Khattab, istri Rasulullah.

Pada masa Umar bin Khattab, Asy-Syifa memperoleh kepercayaan sang Khalifah untuk mengurusi masalah pasar. Atas kecerdasan Asy- Syifa, Umar kerap meminta pendapatnya.

Interaksinya dengan Rasulullah membuatnya banyak belajar tentang agama dan keduniaan dan menjadikannya salah satu perawi hadis.

Ia meriwayatkan beberapa hadis dari Rasulullah, juga dari Khalifah Umar bin Khatab. Beberapa orang ikut meriwayatkan hadis yang berasal darinya, seperti putra Sulaiman bin Abu Khaitsumah, kedua cucunya (Abu Bakar dan Utsman), Abu Ishaq dan Hafshah Ummul Mukminin. Sementara, Abu Daud juga meriwayatkan hadis yang berasal dari periwayatannya.

Selain mereka yang tampil sebagai pelopor di bidangnya, perempuan-perempuan luar biasa lainnya berperan melalui pendidikan hingga melahirkan generasi Islam yang membanggakan.

Ada Thumadir binti Amru ibn al-Syarid as-Salamiyah al-Madhriyah. Mereka adalah para ibu dan pendidik hebat yang berhasil melahirkan generasi pejuang dan pembela Islam. []

Sumber: republika

Orang yang Takut dan Hasbunallah Wani’mal Wakil

Foto: Favim.com

 

SAUDARAKU, Ja’far Ashiddiq Ra. Berkata tentang ketakutan: “Aku terkesima kepada orang yang merasa ketakutan kemudian mengucapkan ‘Hasbunallah wani’mal wakil’ (cukuplah Allah sebagai penolong kami dan sebaik-baik tempat berlindung). Sesungguhnya setelah itu aku mendengar Allah menjawab: ‘Maka mereka kembali dengan ni’mat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar,” (QS. Ali Imran:174).

Maka sesungguhnya Ja’far Asshiddiq Ra. telah memberikan resep untuk rasa takut dengan mengucapkan “hasbunallah wa ni’mal wakil” karena kekuatan Allah melebihi kekuatan lain yang membuatmu takut, dan selama itu pula kamu ucapkan “hasbunalla wa ni’mal wakil” dalam menghadapi segala sesuatu yang menakutkanmu.

Tentang kemuraman atau kegalauan

Kegalauan berbeda dengan rasa takut, karena takut adalah  kekhawatiran diri karena sesuatu yang diketahui penyebabnya, sedangkan galau adalah depresi atau kekhawatiran diri karena sesuatu yang kadang tidak diketahui penyebabnya karena hal tersebut merupakan kondisi psikologi seseorang yang semrawut.

Saudaraku,

Dan aku terkesima kepada orang yang dilanda kegalauan, tetapi dia tidak cemas. Lalu dia mengucapkan “La ilaha Illah Anta Subhanaka inni kuntu minadzholimin,” (tidak ada tuhan selain Engkau ya Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang berbuat zhalim). Maka sesungguhnya setelah itu aku mendengar Allah menjawab: “Maka Kami telah mengabulkan do’anya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman,” (QS. Al Anbiya:88).

Tetapi terkabulnya do’a dan keselamatan ini tidak hanya dikhususkan kepada orang tersebut, akan tetapi sebagaimana sabda Allah SWT “dan Demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman” yaitu berarti orang-orang mu’min pun juga mendapatkan keselamatan.

Tentang tipu daya

Orang yang terpedaya yaitu orang yang diperdaya oleh orang lain dan tidak punya kekuatan untuk menghadapi tipu dayanya.

Saudaraku,

Dan aku terkesima dengan orang yang terpedaya oleh tipu muslihat orang lain tetapi tidak gentar dan mengucapkan kalam Allah: “ Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.(QS. Al Mu’min:44)

Sesungguhnya setelah itu aku mendengar Allah menjawab: “ Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka”.(QS. Al Mu’min:45)

Tentang mengharap dunia dan segala perhiasannya

Dan aku terkesima kepada orang yang mengharapkan dunia dan segala perhiasannya kemudian dia mengucapkan sabda Allah: “MAASYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH” (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) (QS Al Kahfi:39)

Saudaraku,

Sesungguhnya setelah itu aku mendengar Allah menjawab: “Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan, maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu (ini),” (QS Al Kahfi:39-40). [Oleh: Syeikh Muhammad Mutawalli Sya’rawi, diterjemahkan oleh Dedih Mulyadi, Lc]