Tag Archives: islam

PEGIAT SOSIAL MEDIA JONRU DITAHAN

Image result for jonru
Jonru Ginting

Pegiat media sosial JONRU GINTING dikabarkan ditahan pihak kepolisian dini hari tadi Jum’at (29/9/2017) sekitar pukul 02.45 WIB.

Saat dikonfirmasi, kabar ditangkapnya Jonru ini dibenarkan oleh Fahira Idris selaku Ketua Umum Bang JAPAR yang merupakan kuasa hukum Jonru.

Seperti diketahui, Jonru dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Muanas Al Aidid dari Badan Advokasi dan Hukum Partai NasDem pada 31 Agustus 2017 lalu.

Sebelum ditahan, Jonru yang rajin mengkritik penguasa ini mengabarkan bahwa fanpage Facebooknya yang memiliki 1,5 juta fans sejak 26 September sudah tidak bisa diakses lagi.

*

Nasdem laporin Jonru langsung cepat diproses.

Terus VICTOR LAISKODAT Ketua Fraksi Nasdem sudah berbulan-bulan dilaporin kemana kabarnya???

Masih bisakah RAKYAT mengharap KEADILAN di Bumi Pertiwi ini?[]

Sumber: portal-islam.id

https://mediaumat.news/pegiat-sosial-media-jonru-ditahan/

Advertisements

Ya ALLAH maafkan KAMI. Sedih hingga menggetarkan hati, membaca tulisan ustadz Felix Siauw dalam akun instagramnya tentang Muslim Rohingya.

 

Felix Siauw   felixsiauw  • Instagram photos and videos.png
capture akun instagram ustadz Felix Siauw

 

Selasa, (29/8). Seorang Da’i sekaligus publik figur yang dikenal dengan Ustadz Felix Siauw memposting sebuah tulisan tentang keadaan saudara muslim di Rohingya yang dikabarkan melalui media sosial bahwa terjadi pembantaian massal, sehingga menggerakkan ustadz yang sering di sapa Ustadz Felix tersebut membuat postingan yang membuat sedih bahkan juga menggetarkan hati ini. Sebab sebagai seorang muslim harus saling membantu saudara muslimnya yang lain, tapi justru berbeda dengan yang disabdakan rasulullah SAW dengan kondisi ummat islam saat ini.

berikut ini postingan di akun Instagramnya felixsiauw yang diberi judul “MAAFKAN KAMI ROHINGNYA”.

Maafkan Kami Rohingya

Bayangkan saat anda, istri, dan anak-anak anda diancam untuk dibunuh, begitupun dengan kedua orangtua anda, dan tak ada jalan untuk bernegosiasi dengan mereka

Pasukan pembunuh itu sudah datang ke desa-desa dan rumah-rumah tetangga anda, membakarnya, mengejar yang tersisa lalu membantai mereka walau di jalan dan sawah

Tak ada yang selamat walau anak-anak, ataupun wanita hamil, dan saat itu anda tak bisa melapor pada penguasa untuk minta perlindungan, sebab mereka dibelakangnya

Kemana lagi anda mau lari? Ke perbatasan ditolak, sebab bukan bagian dari warganegaranya, itupun bila anda selamat bisa sampai ke perbatasan, masih hidup

Hanya sebab agama dan ras anda berbeda, anda diperlakukan dengan cara yang begitu hina, hanya sebab itu, semua hal yang salah dapat ditimpakan kepada anda

Ini kisah bukan hanya cerita, tapi apa yang terjadi pada saudara kita di Rohingya, mereka Muslim yang dilupakan siapapun, rak diinginkan negerinya, tak diakui dunia

Tahun 2008 kali pertama saya mendengar kabar mereka, saat perahu yang normalnya hanya 30 orang dimuati 150-200 orang, mengambang di lautan sampai ke Aceh

Tak hanya satu kapal tapi puluhan, yang sampai ke Indonesia yang beruntung, yang lain tenggelam dan sampai ke negeri bukan Muslim hanya untuk disiksa lagi

Badan mereka kurus tinggal tulang, tatapannya penuh harapan, dan kisah-kisah mereka bahkan lebih mengerikan dari film horor sebab terjadi langsung pada mereka

Apa solusi bagi mereka? Tidak ada. Kita hanya bisa berdoa dan membantu dengan harta, tapi kita tak bisa melakukan lebih, sebab konflik fisik tak selesai dengan itu

Sementara dunia diam, hanya karena pelakunya bukan Muslim, apabila Muslim pelakunya, tak usah sampai ada korban pun pasti sudah ramai seluruh dunia

Saya hanya ingin menyampaikan ada saudara kita yang mereka perlu perhatian kita, setidaknya dalam doa dan bantuan harta, sebab saya dosa bila tak menyampaikan.

tulisan postingan yang sudah di like sebanyak 11. 255 oleh followernya ini juga mendapat tanggapan atau komentar yang juga merasakan kesedihan, berikut ini beberapa komentar dari para followernya:

 

  • sri_astuti_diningrat : Syiria,rohingya.. semua saudara muslim kami yg tak berrdaya mereka aniaya. Ya Allah ya Robb yang Maha Berkuasa dari yang kuasa,lindungilah saudara2 kami dimanapun mereka berada,dan tempatkanlah disyurgaMU untuk mereka yang telah gugur oleh kebiadaban manusia2 lemah tak berhati itu.
  • aip24 : Muslim bergerak,muslim melawan,dunia mengecam “radikal,teroris!”
  • mariyahstyle : 😢😢😢
  • roroaggrn: 😢
  • mimutmimipiput :Sedih, marah, sakit, dongkol, semua emosi jd satu. Ga sanggup rasanya baca berita nasib sodara di rohingya. Sungguh memilukan nasib ummat Islam. Sedikitnya di tindas, banyak nya ga bisa berbuat apa2. Ya Alloh ya Rabb….berilah kami pemimpin yg KUAT. Yang mampu memimpin kami membela Dien ini. AstaghfiruLLOH

 

Image result for muslim rohingya
Tangisan Seorang Muslimah Rohingya yang sedang menggendong anaknya. sumber:miamiherald.com

Apakah kita masih merasa tenang dan nyanyak dalam tidur kita, sementara saudara kita diluar sana masih merasakan kedzoliman para penguasanya dengan menteror hingga membantai mereka bersama seluruh keluarganya. Semoga hati dan mata kita terbuka dan tergerak untuk saling membantu sesama muslim, bukan saling melemahkan diantara kita. []Amr.

 

Dituding Terkait dengan ISIS, Jubir HTI : Pak Wiranto Berhentilah Memfitnah Hizbut Tahrir

jubir hti ismail yusanto

BeritaIslamdotcom.Jakarta. Fitnah yang dilontarkan Wiranto dengan menyatakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memiliki hubungan dengan ISIS, disesalkan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia. Muhammad Ismail Yusanto meminta Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, menghentikan menyebarkan fitnah terhadap Hizbut Tahrir. Menurutnya, Hizbut Tahrir sejak awal deklarasi ISIS, telah berseberangan dengan organisasi itu.

“ Sejak pertama kali munculnya ISIS, Hizbut Tahrir dengan tegas menyatakan ISIS belum layak disebut Khilafah ala Minhajin Nubuwah, dalam berbagai tulisan yang dikeluarkan Hizbut Tahrir juga mengkritisi cara-cara yang dilakukan ISIS” tegasnya.

Sebagaimana yang diberitakan portal detik.com Kamis (18/5), Wiranto menyatakan ancaman terorisme juga muncul dari organisasi yang disinyalir dekat dengan ISIS. Menurutnya, HTI adalah organisasi yang tergolong demikian.

Upaya mengaitkan Hizbut Tahrir dengan tindakan terorisme selama ini merupakan propaganda yang sering diulang-ulang untuk menyudutkan Hizbut Tahrir. Padahal, seperti yang dikatakan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, dalam perjuangannya telah menggariskan prinsip laa madiyah (non kekerasan) dalam dakwah.

“ Hizbut Tahrir sejak berdiri berdakwah dengan pemikiran (fikriyah) bukan dengan senjata,” tegas Ismail Yusanto.

Bukan pertama kali ini saja pemerintah yang ngotot ingin membubarkan Hizbut Tahrir, menyebar kebohongan dan fitnah. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo , di berbagai media mengatakan sudah banyak surat peringatan di berikan kepada HTI . Jubir HTI mengatakan sebaliknya, tidak pernah diberikan surat peringatan.

Muhammad Ismail Yusanto, meminta pemerintah menghentikan berbagai fitnah terhadap HTI. Di samping akan memperkeruh suasana, fitnah-fitnah itu bisa memprovokasi benturan di tengah masyarakat.

“ Sudahlah, Pak Wiranto, hentikan segala fitnah, bukankah kita semua akan kembali kepada Allah SWT, kita akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan kita nanti di hadapan Allah SWT, yang siksanya sangat keras,” nasehat  Jubir HTI. []

Inilah Penjelasan Lengkap Ustadz Felix Siauw Atas Pembubaran Paksa Kajianya Oleh Polisi

BeritaIslam – Ustadz Felix Siauw akhirnya menjelaskan kronologis kejadian yang sebenarnya tentang pembubaran paksa Kajianya oleh sejumlah anggota Kepolisian Resort Malang.
Berikut ini penjelasan lengkap Ustadz Felix melalui video live streaming di halaman Facebook pribadinya, ahad(30/4/2017).
——————————————————–
Assalaamu ‘alaikum Warohmatullahi Wabaro kaatuhu.
Alhamdulillah, puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah Robb semesta alam, pencipta langit dan bumi dan juga pencipta kita manusia.
Sholawat dan salam senantiasa kita curah dan limpahkan kepada Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasallam. Karena telah memberikan sebuah contoh yang sempurna dalam kehidupan. Dan tentunya contoh yang sempurna didalam dakwah.
Alhamdulillah melalui video ini saya akan coba memberikan sebuah penjelasan tentang pertanyaan temen-temen sekalian. Banyak temen-temen yang bertanya tentang gimana kejadianya tadi di Malang, apa kejadian sesungguhya. Mudah-mudahan video ini bisa menjadi sebuah penjelas bagi apa yang terjadi.
Pertama-tama saya ingin mengucapkan kepada temen-temen yang mendoakan, peduli, alhamdulillah terima kasih. Saya tidak kurang satu apapun, sekarang dalam perjalanan menuju Jakarta.
Dan yang kedua saya ingin berterima kasih kepada temen-temen panitia yang ada di Malang, sekaligus mohon maaf kepada peserta-peserta yang sudah sempat hadir tadi dan mungkin merasa tidak nyaman ketika tadi ada kejadian pembubaran ya.
Jadi yang pertama-tama saya ingin menjelaskan bahwa ketika saya datang ke Malang tanggal 29 April 2017, itu saya sampai pada waktu sore hari. Saya dikabari panitia bahwa acara yang sedianya dilakukan pada tanggal 30 April 2017 pada hari ini, kemudian tiba-tiba acaranya dibatalkan oleh rektorat.
Acaranya sedianya dilaksanakan di Universitas Brawijaya, lalu kemudian tiba-tiba ada pembatalan dari rektor, yang rektornya juga tidak menjelaskan kenapa acara itu dibatalkan, tidak ada alasan sama sekali yang diberikan kepada panitia, lalu kemudian dibatalkan.
Walaupun kita mendapati beberapa waktu kemudian ada bukti-bukti percakapan antara orang-orang tertentu yang bisa mempengaruhi rektor untuk membatalkan acara itu dilaksanakan di kampus. Kita juga tidak tau sampai sekarang alasanya seperti apa.
Karena acaranya sebenarnya sebuah kajian tentang cinta mulia, tentang sebuah panduan-panduan yang harus dilaksanakan remaja agar waktu remajanya tidak dihabiskan dengan maksiyat, dengan sia-sia. Yang diambil dari buku saya “UDAH PUTUSIN SAJA”.
Jadi kita bingung, kenapa kajian pranikah, tentang cinta, tentang pergaulan anak muda, ternyata mendapatkan sebuah tantangan dari pihak rektor.
Lalu kemudian panitia, bahasa mereka hectic gitunya, jadi langsung kemudian panik, kemudian mencari tempat yang lain. Dapatlah di salah satu hotel di daerah Malang. Setelah mendapatkan tempat, saya langsung dikabari acara tetap lanjut.
“Alhamdulillah” saya katakan.

Nah kemudian ketika kita sudah sampai di hotel tersebut, kemudian kita adakan kajian. Kajianya dimulai jam 08:00. Jam 08:30 saya memberikan kajian, sekitar sampai jam 10:30. Nah 10:30 itu tiba-tiba ada dari pihak hotel datang, lalu kemudian mengatakan ditengah-tengah pada audience bahwa kajian dibubarkan.
Kenapa? Karena alasanya kajian tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian dan sebagainya.
Kita juga agak bingung, bagaimana mengatur perizinan sedangkan acara itu baru diganti waktunya jam 8 malam.
Kemudian disitu ternyata sudah banyak sekali polisi ada sekitar mungkin 10 atau 20 personel yang ada disitu. Lalu kemudian kita sampaikan, ya sudah tidak masalah kalaupun memang mau dibubarkan. Toh polisi sudah datang, ya mau apalagi, acaranya juga sudah rusak.
Pihak panitia kemudian mengatakan, ya sudah Ustadz kita pimpin doa sebelum menyelesaikan kajian. Polisi kemudian mengatakan yang waktu itu belakangan kita mengetahui Kasat Intelnya Polres Malang, mengatakan : “tidak perlu ada doa,langsung dibubarkan saja”. Ya sudah kita tutup dengan doa kifaratul majelis, kemudian kita membubarkan diri secara damai.
Nah belakangan ketika kita tanya kepada pihak kepolisian. Ini ada apa, kenapa sampai ada seperti ini, kemudian ada pembubaran. Toh acaranya adalah acara kajian Islam. Penjelasan kepada anak-anak muda untuk melawan degradasi moral yang sekarang terjadi: perzinaan yang marak, tawuran, tindakan negatif yang ada. Kenapa harus dibubarkan dengan cara seperti ini? Kalau ada sesuatu yang kurang kan bisa dibicarakan.
Nah ternyata pihak kepolisian bilang :”Kami tidak bisa menjawab disini, silahkan nanti di Polres saja”.
Alhamdulillah sayapun mendampingin temen-temen ke Polres, setelah kita tanyakan ternyata polisi mendapatkan tekanan. Jadi pihak kepolisian mendapatkan tekanan dari ormas-ormas tertentu yang ormas ini akhir-akhir ini terkenal sebagai ormas yang membubarkan pengajian dan juga oramas yang berpihak kepada kasus penistaan agama kemarin.
Kemudian kita sampaikan kenapa tidak diadakan tabayun dulu. kenapa ada apa. Kalau seandainya ada sesuatu kesalahpahaman tentu kita bisa bicarakan. Tentu kita bisa menyampaikan dengan baik, dengan cara yang Islami.
Kemudian dijawab tidak bisa.
Kemudian kembali lagi dipermasalahan perizinan. Saya juga sudah mengingatkan kepada kepolisian. Loh kok seolah-olah Indonesia ini sudah tidak lagi menjadi negara hukum, tapi seorah-olah seperti negara yang berhukum rimba. Siapa yang kuat, siapa yang banyak dia bisa meyetir apa yang dianggap benar, apa yang dianggap salah. Ketika dia tidak suka kepada suatu kelompok, lantas itu dianggap salah. Kalau dia suka kepada suatu kelompok, lantas dianggap benar. Lalu kemudian dimana hukum disitu?
Pihak kepolisian kemudian berkata : “Kami tidak bisa apa-apa , karena kami ini sedikit, kami tidak bisa apa-apa”.
Nah inilah yang kita sangat sayangkan. Apalagi saya kemudian sampaikan bahwa di Jakarta bahwa citra polisi di mata masyarakat sangat buruk. Karena dalam kasus penistaan agama sangat terlihat bahwasanya ada keberpihakan disitu.
Akan sangat sulit sekali ketika kaum Muslimin mengadakan acara, akan sangat sulit sekali ketika kaum Muslimin mengadakan suatu hal pengkajian dan kemudian dianggap sebagai suatu hal yang makar. Padahal dimana makarnya, kita sedang membahas tentang pacaran kok. Kita sedang membahas tentang Udah putusin aja. Loh kok dianggap sebagai suatu hal yang dianggap mendekati suatu yang makar.
Nah inilah sesuatu yang sangat kita sayangkan sekali, apabila ada orang-orang yang tidak suka kemudian mengedepankan tindakan-tindakan pemaksaan, mengedepankan tindakan fisik tanpa ada komunikasi terlebih dahulu. Tanpa ada tabayun terlebih dahulu. Yang lebih kita sayangkan justru itu dari pihak seorang Muslim sendiri.
Saya juga sampaikan kepada kepolisian bahwa kedepan harus baik lagi, karena tidak boleh ada suatu kelompok yang bisa memaksakan kehendak kepada kelompok yang lain. Dan itu adalah suatu pilot project atau preseden yang buruk kemasa depan.
Nah itulah penjelasan saya dan alhamdulillah. Kita katakan ya sudah, ga ada masalah. Kita juga tidak mungkin melawan yang berwenang, kita juga tidak mungkin melakukan kekerasan. Karena Islam mencintai kedamaian. Islam tidak menyukai adanya perpecahan. Islam tidak menyukai adanya adu domba diantara kaum Muslimin sendiri. Kita tidak menginginkan itu terjadi. Kita juga menginginkan ketika kajian itu ada orang yang tercerahkan. Kita tidak mungkin melakukan tindakan-tindakan yang melawan pihak berwenang.
Hanya saja kita sampaikan bahwa harusnya negara ini berdasarkan hukum dan harusnya hukum diatas segala-galanya. Bukan orang-orang yang kuat dan banyak yang kemudian mengambil hukum itu.
Bagi temen-temen sekalian, mohon doanya. Bahwa dakwah ini tidak akan pernah terhenti, dakwah ini Insya Allah tidak akan pernah surut. Karena Allah akan mengambil dari orang-orang yang dicintainya, orang-orang yang siap mempertahankan agama ini, siap untuk memperjuangkan agama ini. Dan Insya Allah, doakan bahwa saya adalah salah satu diantara orang-orang itu. Mudah-mudahan saya termasuk orang yang mendapatkan amanah untuk menjaga agama ini. Untuk menyampaikan kebenaran ini, walaupun mungkin ilmu saya tidak semumpuni Ustadz-Ustadz yang lain. Mudah-mudahan apa yang saya ketahui dan itu benar, saya coba menyampaikan dengan sebaik-baiknya. Menyampaikan dengan sebagus-bagusnya.
Kemarin saya baru saja di telpon oleh Bapak saya.
Jadi bapak saya berkata kepada saya : “Lix, kamu ini. Tulisanmu di Facebook keras sekali. Nanti banyak yang ga suka lho. Nanti ada ormas-ormas tententu yang ga suka atau ada pihak-pihak yang tidak suka, pihak berwenang atau pihak rezim yang mungkin tidak suka”.
Saya katakan : “Ya bagaimanalagi , ini adalah kebernaran yang harus saya sampaikan. Karena Felix tau ini adalah sesuatu yang benar dan ini harus Felix sampaikan. Bagaimana mungkin Felix diam ketika kedholiman atau melihat sesuatu yang salah”.
Maka bapak saya kemudian bilang: ” ya tapi ini berbahaya, kamu mbok ya sedikit lebih halus, sedikit lebih santai, ga usah harus seperti itu terus. Carilah tema-tema yang agak santai,tema yang agak halus”.
Saya katakan begini : “Saya mengutip kalimatnya Imam Ahmad, ketika beliau ditahan oleh pemerintahan karena tidak setuju dengan apa yang diyakini oleh pemerintahan pada saat itu. Imam Ahmad berpendapat bahwasanya Al-Qur’an bukan makhluk, tapi kalamullah”.
Imam Ahmad kemudian ditahan, disiksa secara parah. Kemudian ada satu sipir penjara yang sangat simpati dengan beliau. Kemudian sipir tersebut mengatakan: “wahai Imam, akui saja, Allah tau apa didalam hatimu. Akui saja bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, bukan kalamullah. Supaya kamu bisa lepas dari penjara ini.

Maka saya sampaikan itu juga kepada bapak saya perkataan Imam Ahman bin Hambal. Ahmad bin Hambal berkata kepada sipir penjara “Keluarlah, lihat dibalik jendela apa yang kamu lihat disitu”.
Kemudian Sipir itu berkata :”Saya melihat penduduk Baghdad berdiri didepan pintu-pintu mereka membawa catatan dan siap mencatat apa yang dikatakan oleh Ahmad bin Hambal”.
Maka Imam Ahmad mengatakan perkataan yang sangat indah sekali yang harus kita ingat, para pengemban dakwah : “pantaskah Ahmad selamat,sementara manusia tersesat”.
Nah itulah, kita tidak inginka itu. Insya Allah yang kita lakukan adalah suatu kebenaran dan kita tidak khawatir akan itu dan kita tidak menyembuyikan apapun. Toh yang kita dakwahkan sesuatu yang bermanfaat dan kita meyakini apapun yang berasal dari Islam tidak akan pernah untuk memberikan keburukan. Tidak pernah untuk memberikan perpecahan, malah sebaliknya menyatukan. Membuat kita semakin terajut satu sama lain, membuat kita saling mencintai satu sama lain. Membuat kita saling damai satu sama lain. Dan tentunya akan membuat Insya Allah Indonesia akan semakin berjaya kedepanya. Itulah yang menjadi alamiah daripada Islam.
Kalaupun ada orang-orang yang tidak suka. Insya Allah kita doakan. Mudah-mudahan kita doakan Pak Polisi berubah untuk menyadari seperti apa kebenaran yang sejati dan keadilan yang sejati. Kita doakan organisasi-organisasi yang selama ini kemudian getol membubarkan pengajian, getol kasar kepada saudaranya, untuk benar-benar melaksanakan apa yang dia sampaikan berupa Islam rakhmatalil alamin, untuk damai, untuk kemudian baik kepada saudaranya. Untuk tetap berpegang teguh kepada Islam dan mengedepankan intelektualitas bukan mengedepankan sesuatu yang lain seperti anarkisme dan pemaksaan.
Dan Insya Allah kami juga mendoakan agar tema-teman sekalian semua Istiqomah didalam dakwah dan kami juga mohon doanya mudah-mudahan kami tetap Istiqomah didalam dakwah ini. Dan mohon doanya dakwah Islam ini terus diteruskan dan Insya Allah akan banyak penerus-penerus generasi Islam yang siap untuk membela Islam .
Insya Allah demikian, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan menjadi penyemangat bagi kita semua untuk tidak berhenti didalam dakwah, karena dakwah tidak pernah akan terhenti.
Assalaamu ‘alaikum Warohmatullahi Wabaro Kaatuhu.
Felix Siauw
[BeritaIslam/AA]

Astaghfirullah…Pengajian Ustadz Felix Siauw Dibubarkan Paksa oleh aparat. Mau menjadi apa generasi islam selanjutnya?

 

felix-dibubarkan

Foto: saat aparat kepolisian membubarkan paksa acara felix siaw dan klarifikasi ustadz felix via akun facebooknya.

BeritaIslam, Malang – Hari ini kajian ustadz Felix Siauw dibubarkan paksa karena ada sebagain pihak yang tidak suka terhadap kajian ustadz Felix, padahal tema yang diangkat adalah tentang kajian remaja yang hari ini semakin rusak dengan zina dan pergaulan bebas, Malang, Ahad (30/4/17).

 

Tetapi sejumlah oknum tetap membubarkan paksa, dan aparat malah terlihat mendukung upaya pembubaran kegiatan tersebut. Bahkan MC sekalipun tidak diberi waktu untuk menutup acara dengan doa. Semua peserta diusir keluar ruangan. Sampai saat ini belum jelas keterangan kenapa acara itu mesti dibubarkan.

 

Berikut tulis Aryo Jogja melalui akun facebooknya :

 

INDONESIABERTAUHID.

INNALILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN, POLISI MEMBUBARKAN ACARA USTADZ @FELIXSIAUW DI MALANG.

SEJUMLAH OKNUM SEKULER RADIKAL TIDAK TERIMA USTADZ USTADZ FELIX SIAUW MENGISI ACARA YG SEDIANYA DILAKSANAKAN PAGI TADI, AHAD, 30 APRIL 2017.

PADAHAL TEMA YANG DIBAWAKAN USTADZ KETURUNAN TIONGKOK INI TERKAIT DENGAN PERGAULAN REMAJA, YANG HARI INI SEMAKIN RUSAK DENGAN ZINA DAN PERGAULAN BEBAS. TETAPI SEJUMLAH OKNUM TETAP MEMBUBARKAN PAKSA, DAN APARAT MALAH TERLIHAT MENDUKUNG UPAYA PEMBUBARAN KEGIATAN TERSEBUT. BAHKAN MC SEKALIPUN TIDAK DIBERI WAKTU UNTUK MENUTUP ACARA DENGAN DOA. SEMUA PESERTA DIUSIR KELUAR RUANGAN.

SAMPAI SAAT INI BELUM JELAS KETERANGAN KENAPA ACARA ITU MESTI DIBUBARKAN. APAKAH KARENA ACARA DAKWAH INI TIDAK MENGUNDANG DJ DAN PENYANYI POP IBUKOTA ?

 

Semakin jelas permusuhan orang-orang kafir dan kaum munafik terhadap dakwah Islam yang lurus(benar). Sudah saatnya ummat islam untuk  bersatu merajut islam yang fundamental agar tidak mudah dirobohkan oleh musuh musuh Allah….

#SaveUstadzFelix

———————————————————–***—————————————————————–

 

Saksikan Penjelasan Ustadz @FelixSiauw melalui akun facebooknya:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155041149931351&id=68040156350

(dz/dakwahmedia/vm)

INILAH DETIK DETIK QORI MENINGGAL SAAT BACA AL QURAN DI KEDIAMAN MENTERI SOSIAL KHOFIFAH

BeritaIslamdotcom.Surabaya – Seorang Qori Ustadz Jakfar Abdurrahman menghembuskan nafas terakhir ketika membaca ayat suci Al Qur’an di kediaman Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, di Jemursari Surabaya, Senin (24/4/2017). Acara yang sengaja di gelar oleh Menteri Sosial ini guna memperingati Haul Almarhumin keluarga besar Khofifah Indar Parawansa sekaligus Hari Ulang Tahun ke-71 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Untitled

Sekitar pukul 11.30 WIB, saat pembawa acara mempersilakan Ustadz Jakfar membacakan ayat suci Al Quran. Ia pun mulai membacakan surat Al Mulk. Saat hadirin sedang mendengarkan suara merdunya, suara qari’ itu terdengar semakin mengecil saat masuk ayat ketiga. Matanya sempat mengedip beberapa kali kemudian mic di tangannya menjauh dari bibir, lalu jatuh. Kepalanya menunduk kemudian tubuhnya roboh ke kanan. Sontak orang-orang yang ada di sekitarnya kaget dan langsung menghampiri Ustadz Jakfar Abdurrahman ini. Saat dihampiri tubuhnya sudah lemas, lalu di baringkan. Tim medis pun kemudian segera datang menolong lalu segera membawanya ke RSI Jemursari. Mari kita doakan semoga Ustadz Jakfar khusnul khatimah dan mendapat syurga Allah swt, Aamin.

Ini link Video yang menjadi viral detik detik maut menjemput Ustadz Jakfar saat membacakan  Ayat suci Al Quran….

 

 

Satu Keluarga Ditembaki Polisi, ‘Ya Allah Salah Kami Apa Pak?’

Bercak darah warga penumpang mobil BG 1488 ON, yang menjadi korban penembakan brutal anggota Polres Lubuklinggau, di Jl HM Soeharto, Selasa (10/4/2017). [Suara.com/Istimewa]
Bercak darah warga penumpang mobil BG 1488 ON, yang menjadi korban penembakan brutal anggota Polres Lubuklinggau, di Jl HM Soeharto, Selasa (10/4/2017).

“Sedih pak. Kami ini orang bodoh, kena tembak pak, La Illaha Illallah, astaghfirullah. Ya Allah, salah kami apa pak.”

BeritaIslamdotcom – Kaswan terus menangis dan larut dalam kepedihan yang dirasakannya, karena tahu sang istri tak lagi bisa menemaninya pergi, bekerja, dan pulang dari petak kebun garapan mereka. Ia juga meracau, mengutuki karena harus mencecap nasib nahas sepanjang sisa umurnya yang tak lagi muda.

Sudah sepekan terakhir pria berusia 60 tahun itu meratapi kepergian sang istri, Surini, yang tewas ditembak polisi saat pergi kondangan.

Surini tewas saat bersama enam saudaranya menumpangi mobil sedan bernomor polisi BG 1488 ON, melintasi Jalan HM Soeharto, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, untuk mendatangi lokasi pesta pernikahan kerabat.

Mobil mereka ditembaki polisi yang tengah menggelar razia Cipta Kondisi, Selasa (17/4) pekan ini.

”Sedih pak. Kami ini orang bodoh, kena tembak pak, La Illaha Illallah, astaghfirullah. Ya Allah, salah kami apa pak. Maaf pak, saya bicara ngawur,” ungkap Kaswan sembari menangis di hadapan Kapolres Lubuklinggau Ajun Komisaris Besar Hajat Mabrur Bujangga, yang mendatangi rumahnya untuk meminta maaf dan turut berbelasungkawa, Rabu (19/4/2017).

Kaswan tak menyangka Surini meninggalkan dirinya dan dunia dengan cara mengenaskan.

Ketika mengizinkan sang istri pergi dari rumah sederhana mereka di Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Kaswan tak memunyai firasat jelek.

Petani itu juga tak merasa was-was, karena dirinya tahu sang istri berangkat bersama keluarganya untuk nyumbang pernikahan sanak saudara di Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.

”Saya sempat diajaknya untuk ikut serta. Tapi saya tolak, karena ingin merawat kebun. Jadi, saya minta dia berangkat ikut keluarga,” tutur Kaswan.

Kenangan tentang Surini lantas membuncah dalam benak Kaswan. Ia menceritakan, istrinya itu nyaris tak pernah pergi jauh dari rumahnya.

Setiap hari, Kaswan dan Surini selalu bersama-sama pergi ke kebun. Begitu pula saat pulang, ia juga selalu ditemani sang istri.

Keduanya bagai tak dipisahkan satu sama lain dalam kehidupan. Namun, peluru brigadir polisi berinisial K lah yang akhirnya mampu memutus kisah cinta sederhana mereka.

”Kami ini bodoh, orang bodoh. Dia tak pernah pergi ke mana-mana. Setiap hari kami pergi dan pulang dari kebun selalu bersama. Saya sakit saat menerima kabar istri kecelakaan, tapi nyatanya ditembak,” cecar Kaswan sembari terus menangis.

Kaswan meminta Kapolres Hajat mengusut dan menghukum anak buahnya yang melakukan penembakan terhadap sang istri.

Ia berharap Brigadir K maupun polisi lain yang ikut menembak sang istri diganjar seberat-beratnya hukuman.

Kaswan menegaskan, tak bakal sudi dan mengikhlaskan kepergian Surini kalau para serdadu yang memberondong istrinya tak mendapat hukuman setimpal.

“Pak, kami ini buta soal hukum. Kami Cuma minta keadilan. Kami bisa menerima kalau yang menembak dihukum sesuai aturan. Tapi kalau tidak, maka akan lain ceritanya pak,” tegas Kaswan.

Surini sendiri sudah dimakamkan, Selasa malam, di Tempat Pemakaman Umum Belitar.

Kapolres Lubuklinggau Hajat Mabrur Bujangga memastikan bertindak adil dalam mengusut perilaku anak buahnya.

“Tim Polda Sumsel sudah melakukan pemeriksaan kepada anggota Sabhara yang di duga melanggar protap saat peristiwa itu. Kami juga akan menanggung semua biaya pengobatan korban luka dan turut berbelasungkawa kepada Bapak Kiswan,” tuturnya.

Razia Berdarah di Jalan Soeharto

Merujuk kronologi versi polisi, ihwal kasus tersebut ketika anggota Polres Lubuk Linggau melakukan operasi cipta kondisi di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Lubuk Linggau Selatan II, Selasa.

Kronologi itu dipublikasikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

“Mobil sedan BG 1488 ON yang ditumpangi Surini dan enam kerabatnya tersebut ketika diminta berhenti, bukannya berhenti, malah melaju kencang. Hampir menabrak tiga petugas yang sedang razia,” kata Rikwanto.

Kawasan Lubuk Linggau selama ini dikenal banyak terjadi kasus begal. Polisi menaruh curiga pada orang yang berada di dalam mobil sedan tersebut. Polisi lantas melakukan pengejaran untuk memastikannya.

“Dikejar. Lalu dikasih tembakan peringatan ke ban, tapi tidak berhenti. Dikejar lagi sampai kemudian disalip, baru berhenti,” kata Rikwanto.

Meskipun dihadang, tidak ada tanda-tanda orang yang berada di dalam mobil ke luar untuk menunjukkan diri. Polisi semakin curiga dan berasumsi ada pelaku kriminal di dalamnya, sampai akhirnya anggota polisi kembali menembak.

Kaca mobil sedan tersebut, kata Rikwanto, gelap. Kemudian, polisi membuka pintu mobil. Di dalamnya ternyata satu keluarga. Surini meninggal dunia terkena timah panas.

Sementara nasib penumpang lain juga mengenaskan. Penumpang bernama Dewi Alina (40 tahun) mengalami luka tembak di bagian lengan kiri. Sementara Novianti (30) tertembak di bagian lengan kanan.

Tragis, balita berusia tahun bernama Genta Wicaksono, luka di bagian kepala setelah terserempet peluru. Selanjutnya, Indra (33) luka kena peluru di tangan kiri.

Gatot alias Diki (30), yang menjadi sopir mobil itu terkena tembakan di tangan bagian kiri. Sementara Margo dan Galih (7) selamat.

Hati – hati hoax sama kebaikan pacar

Foto Muhamar Dani.

 

Jika dia benar – benar anak baik gak mungkin dianya ajak kamu pacaran.
Simple kan?
.
Udah Putusin Aja!!!
Takutnya ada seseorang yang diam – diam mencintaimu namun belum siap menemui orangtuamu dan dianya gak jadi bawa rombongan buat acara nikahan hanya karena kamu mempertahankan seseorang pacar yang kamu anggap dialah yang terbaik padahal sudah jelas kalau dia anak baik gak akan ajak pacaran loh.
Dia pasti tahu gimana caranya mencintai dengan baik secara dia kan anak baik pasti tahu apa apa yang mengandung kebaikan .
.
Jodoh pasti bertemu teman. Kalau gak temu dulu didunia bisa saja langsung disurga.
pertahankan singlelillah 👌 .

Buletin Al Islam Dipalsukan!

buletin al Islam palsu

BeritaIslam, Jakarta. Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia memastikan, buletin Al Islam edisi 852 yang beredar di Jakarta pada Rabu (12/4) adalah palsu. “Itu adalah selebaran gelap yang dibuat oleh orang jahat dengan diatasnamakan buletin Al Islam,” kata Ismail.

Ismail menduga, tujuan orang memalsukan Al Islam ini tidak lain adalah untuk mendiskreditkan pasangan calon gubernur Jakarta tertentu dan memberikan keuntungan bagi paslon lain.

Ia menjelaskan, ketika buletin Al Islam palsu ini beredar, buletin yang asli masih dalam proses cetak. “Judulnya pun tidaklah seperti tertulis dalam buletin al Islam palsu itu. Buletin asli diedarkan menjelang shalat  Jumat di masjid-masjid, bukan di jalanan seperti penyebaran buletin palsu itu,” jelas Ismail.

Ismail meminta masyarakat tidak mempercayai buletin palsu tersebut. Ia juga meminta pembuatnya untuk menghentikan fitnah keji tersebut.

Buletin yang biasa beredar pada setiap Jumat itu dipalsukan dengan cara meniru kop Al Islam dengan warna font yang sama dengan buletin aslinya. Hanya saja, ukuran kertasnya kecil. Yang tidak biasa, buletin itu bergambar—seorang calon gubernur DKI. Padahal selama ini tidak pernah sama sekali Al Islam menampilkan desain seperti itu. Tidak ada kutipan ayat Alqurannya dan tidak disertai ‘Bismillahirrahmannirrahim’ pada awalnya. [] mj

 

Sumber: Website Hizbut Tahrir Indonesia

Mengenal Panji Rasulullah

panji

 

Apa itu Panji Rasulullah

Rayah dan Liwa’ Rasul saw. digambarkan secara detil dalam banyak hadis, baik warnanya, bentuknya maupun tulisannya. Tentang warnanya, hadis-hadis sahih dengan jelas menyebutkan bahwa Liwa’ Rasul saw. berwarna putih dan Rayah beliau berwarna hitam. Ibnu ‘Abbas ra. menuturkan:

«كَانَتْ رَايَةُ رَسُوْلِ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ»

Rayah Rasulullah saw. berwarna hitam dan Liwa’ beliau berwarna putih (HR at-Tirmidzi, al-Baihaqi, ath-Thabarani dan Abu Ya’la).

Jabir bin Abdullah ra. juga menuturkan:

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- دَخَلَ مَكَّةَ يَوْمَ الْفَتْحِ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ

Nabi saw. memasuki Makkah pada hari Fathu Makkah dan Liwa’ beliau berwarna putih (HR at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Bentuk Rayah dan Liwa’ Nabi saw. itu persegi empat. Al-Barra’ bin ‘Azib ra. menuturkan:

أَنَّ رَايَة رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ سَوْدَاء مُرَبَّعَة مِنْ نَمِرَة

Rayah Rasulullah saw. berwarna hitam, persegi empat, terbuat dari kain wol Namirah (HR at-Tirmidzi, an-Nasai dan al-Baghawi).

Pada Rayah dan Liwa’ Rasulullah saw. tertulis kalimat tauhid Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh, sebagaimana hadis penuturuan Ibnu Abbas ra.:

كَانَتْ رَايَةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوْدَاءَ وَلِوَاءُهُ أَبْيَضَ مَكْتُوْبٌ فِيْهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Rayah Rasulullah saw. berwarna hitam dan Liwa’ beliau berwarna putih; tertulis di situ lâ ilâha illa AlLâh Muhammad RasûlulLâh (HR Abu Syaikh al-Ashbahani dalam Akhlâq an-Nabiy saw).

Makna Panji Rasulullah saw.

Liwa’ dan Rayah Rasul saw. merupakan kemuliaan bagi pemegangnya. Saat Perang Khaibar, misalnya, para sahabat termasuk Umar bin al-Khaththab amat berharap mendapatkan kemuliaan diberi mandat memimpin detasemen dengan diserahi ar-Rayah oleh Rasul saw. Namun, Ali bin Abi Thaliblah yang akhirnya mendapat kemuliaan itu. Rasulullah saw. menyerahkan ar-Rayah dalam berbagai peperangan kepada panglima pasukan kaum Muslim.  Di antaranya, dalam Perang Mu’tah, Rasul saw. menyerahkan ar-Rayah kepada Zaid bin Haritsah. Jika ia syahid, ia digantikan oleh Ja’far bin Abi Thalib. Jika Ja’far syahid, ia digantikan oleh Abdullah bin Rawahah. Yang terakhir diserahi ar-Rayah adalah Usamah bin Zaid sebagai panglima pasukan untuk melawan Romawi.

Rayah Rasul saw. itu merupakan panji tauhid dan menjadi lambang eksistensi kaum Muslim dalam peperangan. Para sahabat pun mempertahankan ar-Rayah dengan taruhan nyawa agar ar-Rayah itu tidak jatuh. Dalam Perang Uhud, Mush’ab bin Umair mempertahankan ar-Rayah yang ia pegang hingga kedua lengan beliau putus tertebas oleh musuh, namun beliau masih terus mendekap Rayah itu dengan sisa kedua lengannya hingga akhirnya ia syahid. Rayah itu lalu dipegang oleh Abu ar-Rum bin Harmalah dan ia pertahankan hingga tiba di Madinah.

Namun, makna Rayah dan Liwa’ Rasul saw itu bukan terbatas dalam peperangan saja, apalagi berhenti sekadar simbol. Keduanya mengekspresikan makna-makna mendalam yang lahir dari ajaran Islam. Liwa’ dan Rayah Rasulullah saw. merupakan lambang akidah Islam. Pada al-Liwa` dan ar-Rayah tertulis kalimat tauhid: Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh. Kalimat inilah yang membedakan Islam dan kekufuran, yang menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.

Maka dari itu, sebagai simbol syahadat, panji tersebut akan dikibarkan oleh Rasulullah saw. kelak pada Hari Kiamat. Panji ini disebut sebagai Liwa` al-Hamdi. Rasulullah saw. bersabda:

«أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ وَبِيَدِى لِوَاءُ الْحَمْدِ وَلاَ فَخْرَ وَمَا مِنْ نَبِىٍّ يَوْمَئِذٍ آدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلاَّ تَحْتَ لِوَائِى…»

Aku adalah pemimpin anak Adam pada Hari Kiamat dan tidak ada kesombongan. Di tanganku ada Liwa` al-Hamdi dan tidak ada kesombongan. Tidak ada nabi pada hari itu Adam dan yang lainnya kecuali di bawah Liwa’-ku (HR at-Tirmidzi).

Liwa’ dan Rayah Rasul saw. juga merupakan pemersatu umat Islam. Kalimat tauhid Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh adalah kalimat yang mempersatukan umat Islam sebagai satu kesatuan tanpa melihat lagi keragaman bahasa, warna kulit, suku, bangsa ataupun mazhab dan paham yang ada di tengah umat Islam.

Imam Abdul Hayyi Al-Kattani menjelaskan rahasia bahwa jika suatu kaum berhimpun di bawah satu panji/bendera, itu berarti panji/bendera itu menjadi tanda kesatuan pendapat mereka (ijtimâ’i kalimatihim) dan persatuan hati mereka (ittihâdi qulûbihim). Dengan demikian mereka bagaikan satu tubuh  (ka al-jasad al-wâhid) (Abdul Hayyi al-Kattani, Nizhâm al-Hukûmah an-Nabawiyyah [At-Tarâtib al-Idâriyyah], I/266).

Liwa’ dan Rayah Rasul saw. itu bisa dimaknai sebagai identitas Islam dan kaum Muslim. Pasalnya, Liwa’ dan Rayah Rasululah saw. ini tidak hanya dikibarkan dan dijaga, tetapi juga dihormati. Rayah Nabi saw. itu tidak boleh diinjak, dijadikan bantal, dibawa atau diletakkan di tempat-tempat yang identik dengan penghinaan; seperti dibawa ke kamar mandi, dijadikan serbet, keset dan sejenisnya. Dalilnya bahwa “Rasulullah saw. memakai cincin yang diukir dengan kalimat: Muhammad RasululLâh. Jika masuk kamar mandi, beliau selalu melepas cincin itu.” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, al-Baihaqi dan al-Hakim).

Faktanya, pada Liwa’ dan Rayah Rasul saw. sama-sama tertulis lafzh al-Jalâlah. Karena itu apapun sikap dan tindakan yang bertujuan untuk menghinakan al-Liwa’ atau ar-Rayah yang bertuliskan “Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh”  jelas dilarang.

Bentuk penghinaan yang dilarang tidak hanya dalam bentuk verbal, dengan menempatkan di tempat yang identik dengan penghinaan, tetapi juga penghinaan dalam bentuk non-verbal; seperti menyatakan bahwa bendera tersebut bendera teroris, bahkan dikriminalisasi.

Tentu aneh sekali jika penghinaan dan pelecehan itu datang dari seorang Muslim. Bagaimana mungkin seorang Muslim melecehkan panji Tauhid, padahal kalimat tauhid itulah yang akan menyelamatkan dia di akhirat kelak dari siksa neraka? Bagaimana mungkin seorang Muslim, yang mengaku menjadi pengikut Nabi saw., yang di akhirat berharap mendapat syafaat beliau, justru membenci dan merendahkan panji Rasulullah saw? Bagaimana mungkin seorang Muslim yang berdoa agar di akhirat dinaungi di bawah Liwa’ al-Hamdi Rasul saw. justru memusuhi panji itu saat di dunia?

Memang ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasul saw. juga menyerahkan Rayah berwarna kuning atau merah. Dari situlah hukum kebolehan menggunakan panji lain bersamaan dengan al-Liwa’ dan ar-Rayah. Namun loyalitas dan penghormatan terhadap panji lain itu tidak boleh melebihi loyalitas dan penghormatan kepada Liwa’ dan Rayah Rasul saw. Alasannya, jika seperti itu maka penggunaan panji lain itu sudah termasuk dalam seruan ‘ashabiyah jahiliyah, yang dilarang tegas oleh Rasul saw., sebagaimana sabdanya:

«…وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ …»

Siapa yang berperang di bawah panji ‘ummiyyah (kesesatan), marah karena ‘ashabiyah, menyerukan ‘ashabiyah atau membela ‘ashabiyah, lalu terbunuh, maka ia mati jahiliah (HR Muslim, an-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad).

Penisbatan al-Liwâ’ dan ar-Râyah dalam hadis dan atsar kepada Rasul saw. menegaskan Liwa’ dan Rayah itu merupakan syiar Islam. Apalagi kalimat tauhid yang menjadi ciri khas keduanya merupakan kalimat pemisah antara iman dan kekufuran. Kalimat ini menyatukan kaum Muslim dalam ikatan yang hakiki, yakni ikatan akidah Islam. Karena itu Liwa’ dan Rayah Rasul saw. itu harus diagungkan dan dijunjung tinggi, menggantikan syiar-syiar jahiliah yang menceraiberaikan kaum Muslim dalam sekat-sekat ‘ashabiyah. Allah SWT berfirman:

﴿ذلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ ﴾

Demikianlah (perintah Allah). Siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sungguh itu timbul dari ketakwaan kalbu (TQS al-Hajj [22]: 32).

Syaikh an-Nawawi al-Bantani (w. 1316 H), menjelaskan ayat tersebut, bahwa di antara sifat terpuji yang melekat pada orang yang bertakwa adalah mengagungkan syiar- syiar Allah, yakni syiar-syiar Dîn-Nya (an-Nawawi al-Bantani, Syarh Sullam at-Tawfiq, hlm. 103, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Jakarta, 1431 H).

Alhasil, seperti dinyatakan oleh Imam Muhammad asy-Syaibani dalam As-Siyar al-Kabîr dan oleh Imam as-Sarakhsi dalam Syarhu as-Siyar al-Kabîr, Liwa’ kaum Muslim selayaknya berwarna putih dan Rayah mereka berwarna hitam sebagai bentuk peneladanan kepada Rasul saw. Umat Islam juga seharusnya menjunjung tinggi dan menghormati Liwa’ dan Rayah Rasul saw. itu serta berjuang bersama untuk mengembalikan kemulian keduanya sebagai panji tauhid, identias Islam dan kaum Muslim sekaligus pemersatu mereka. WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []

 

Apa itu Panji Rasulullah

Rayah dan Liwa’ Rasul saw. digambarkan secara detil dalam banyak hadis, baik warnanya, bentuknya maupun tulisannya. Tentang warnanya, hadis-hadis sahih dengan jelas menyebutkan bahwa Liwa’ Rasul saw. berwarna putih dan Rayah beliau berwarna hitam. Ibnu ‘Abbas ra. menuturkan:

«كَانَتْ رَايَةُ رَسُوْلِ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ»

Rayah Rasulullah saw. berwarna hitam dan Liwa’ beliau berwarna putih (HR at-Tirmidzi, al-Baihaqi, ath-Thabarani dan Abu Ya’la).

Jabir bin Abdullah ra. juga menuturkan:

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- دَخَلَ مَكَّةَ يَوْمَ الْفَتْحِ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ

Nabi saw. memasuki Makkah pada hari Fathu Makkah dan Liwa’ beliau berwarna putih (HR at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Bentuk Rayah dan Liwa’ Nabi saw. itu persegi empat. Al-Barra’ bin ‘Azib ra. menuturkan:

أَنَّ رَايَة رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ سَوْدَاء مُرَبَّعَة مِنْ نَمِرَة

Rayah Rasulullah saw. berwarna hitam, persegi empat, terbuat dari kain wol Namirah (HR at-Tirmidzi, an-Nasai dan al-Baghawi).

Pada Rayah dan Liwa’ Rasulullah saw. tertulis kalimat tauhid Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh, sebagaimana hadis penuturuan Ibnu Abbas ra.:

كَانَتْ رَايَةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوْدَاءَ وَلِوَاءُهُ أَبْيَضَ مَكْتُوْبٌ فِيْهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Rayah Rasulullah saw. berwarna hitam dan Liwa’ beliau berwarna putih; tertulis di situ lâ ilâha illa AlLâh Muhammad RasûlulLâh (HR Abu Syaikh al-Ashbahani dalam Akhlâq an-Nabiy saw).

Makna Panji Rasulullah saw.

Liwa’ dan Rayah Rasul saw. merupakan kemuliaan bagi pemegangnya. Saat Perang Khaibar, misalnya, para sahabat termasuk Umar bin al-Khaththab amat berharap mendapatkan kemuliaan diberi mandat memimpin detasemen dengan diserahi ar-Rayah oleh Rasul saw. Namun, Ali bin Abi Thaliblah yang akhirnya mendapat kemuliaan itu. Rasulullah saw. menyerahkan ar-Rayah dalam berbagai peperangan kepada panglima pasukan kaum Muslim.  Di antaranya, dalam Perang Mu’tah, Rasul saw. menyerahkan ar-Rayah kepada Zaid bin Haritsah. Jika ia syahid, ia digantikan oleh Ja’far bin Abi Thalib. Jika Ja’far syahid, ia digantikan oleh Abdullah bin Rawahah. Yang terakhir diserahi ar-Rayah adalah Usamah bin Zaid sebagai panglima pasukan untuk melawan Romawi.

Rayah Rasul saw. itu merupakan panji tauhid dan menjadi lambang eksistensi kaum Muslim dalam peperangan. Para sahabat pun mempertahankan ar-Rayah dengan taruhan nyawa agar ar-Rayah itu tidak jatuh. Dalam Perang Uhud, Mush’ab bin Umair mempertahankan ar-Rayah yang ia pegang hingga kedua lengan beliau putus tertebas oleh musuh, namun beliau masih terus mendekap Rayah itu dengan sisa kedua lengannya hingga akhirnya ia syahid. Rayah itu lalu dipegang oleh Abu ar-Rum bin Harmalah dan ia pertahankan hingga tiba di Madinah.

Namun, makna Rayah dan Liwa’ Rasul saw itu bukan terbatas dalam peperangan saja, apalagi berhenti sekadar simbol. Keduanya mengekspresikan makna-makna mendalam yang lahir dari ajaran Islam. Liwa’ dan Rayah Rasulullah saw. merupakan lambang akidah Islam. Pada al-Liwa` dan ar-Rayah tertulis kalimat tauhid: Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh. Kalimat inilah yang membedakan Islam dan kekufuran, yang menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.

Maka dari itu, sebagai simbol syahadat, panji tersebut akan dikibarkan oleh Rasulullah saw. kelak pada Hari Kiamat. Panji ini disebut sebagai Liwa` al-Hamdi. Rasulullah saw. bersabda:

«أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ وَبِيَدِى لِوَاءُ الْحَمْدِ وَلاَ فَخْرَ وَمَا مِنْ نَبِىٍّ يَوْمَئِذٍ آدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلاَّ تَحْتَ لِوَائِى…»

Aku adalah pemimpin anak Adam pada Hari Kiamat dan tidak ada kesombongan. Di tanganku ada Liwa` al-Hamdi dan tidak ada kesombongan. Tidak ada nabi pada hari itu Adam dan yang lainnya kecuali di bawah Liwa’-ku (HR at-Tirmidzi).

Liwa’ dan Rayah Rasul saw. juga merupakan pemersatu umat Islam. Kalimat tauhid Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh adalah kalimat yang mempersatukan umat Islam sebagai satu kesatuan tanpa melihat lagi keragaman bahasa, warna kulit, suku, bangsa ataupun mazhab dan paham yang ada di tengah umat Islam.

Imam Abdul Hayyi Al-Kattani menjelaskan rahasia bahwa jika suatu kaum berhimpun di bawah satu panji/bendera, itu berarti panji/bendera itu menjadi tanda kesatuan pendapat mereka (ijtimâ’i kalimatihim) dan persatuan hati mereka (ittihâdi qulûbihim). Dengan demikian mereka bagaikan satu tubuh  (ka al-jasad al-wâhid) (Abdul Hayyi al-Kattani, Nizhâm al-Hukûmah an-Nabawiyyah [At-Tarâtib al-Idâriyyah], I/266).

Liwa’ dan Rayah Rasul saw. itu bisa dimaknai sebagai identitas Islam dan kaum Muslim. Pasalnya, Liwa’ dan Rayah Rasululah saw. ini tidak hanya dikibarkan dan dijaga, tetapi juga dihormati. Rayah Nabi saw. itu tidak boleh diinjak, dijadikan bantal, dibawa atau diletakkan di tempat-tempat yang identik dengan penghinaan; seperti dibawa ke kamar mandi, dijadikan serbet, keset dan sejenisnya. Dalilnya bahwa “Rasulullah saw. memakai cincin yang diukir dengan kalimat: Muhammad RasululLâh. Jika masuk kamar mandi, beliau selalu melepas cincin itu.” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, al-Baihaqi dan al-Hakim).

Faktanya, pada Liwa’ dan Rayah Rasul saw. sama-sama tertulis lafzh al-Jalâlah. Karena itu apapun sikap dan tindakan yang bertujuan untuk menghinakan al-Liwa’ atau ar-Rayah yang bertuliskan “Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasûlulLâh”  jelas dilarang.

Bentuk penghinaan yang dilarang tidak hanya dalam bentuk verbal, dengan menempatkan di tempat yang identik dengan penghinaan, tetapi juga penghinaan dalam bentuk non-verbal; seperti menyatakan bahwa bendera tersebut bendera teroris, bahkan dikriminalisasi.

Tentu aneh sekali jika penghinaan dan pelecehan itu datang dari seorang Muslim. Bagaimana mungkin seorang Muslim melecehkan panji Tauhid, padahal kalimat tauhid itulah yang akan menyelamatkan dia di akhirat kelak dari siksa neraka? Bagaimana mungkin seorang Muslim, yang mengaku menjadi pengikut Nabi saw., yang di akhirat berharap mendapat syafaat beliau, justru membenci dan merendahkan panji Rasulullah saw? Bagaimana mungkin seorang Muslim yang berdoa agar di akhirat dinaungi di bawah Liwa’ al-Hamdi Rasul saw. justru memusuhi panji itu saat di dunia?

Memang ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasul saw. juga menyerahkan Rayah berwarna kuning atau merah. Dari situlah hukum kebolehan menggunakan panji lain bersamaan dengan al-Liwa’ dan ar-Rayah. Namun loyalitas dan penghormatan terhadap panji lain itu tidak boleh melebihi loyalitas dan penghormatan kepada Liwa’ dan Rayah Rasul saw. Alasannya, jika seperti itu maka penggunaan panji lain itu sudah termasuk dalam seruan ‘ashabiyah jahiliyah, yang dilarang tegas oleh Rasul saw., sebagaimana sabdanya:

«…وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ …»

Siapa yang berperang di bawah panji ‘ummiyyah (kesesatan), marah karena ‘ashabiyah, menyerukan ‘ashabiyah atau membela ‘ashabiyah, lalu terbunuh, maka ia mati jahiliah (HR Muslim, an-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad).

Penisbatan al-Liwâ’ dan ar-Râyah dalam hadis dan atsar kepada Rasul saw. menegaskan Liwa’ dan Rayah itu merupakan syiar Islam. Apalagi kalimat tauhid yang menjadi ciri khas keduanya merupakan kalimat pemisah antara iman dan kekufuran. Kalimat ini menyatukan kaum Muslim dalam ikatan yang hakiki, yakni ikatan akidah Islam. Karena itu Liwa’ dan Rayah Rasul saw. itu harus diagungkan dan dijunjung tinggi, menggantikan syiar-syiar jahiliah yang menceraiberaikan kaum Muslim dalam sekat-sekat ‘ashabiyah. Allah SWT berfirman:

﴿ذلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ ﴾

Demikianlah (perintah Allah). Siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sungguh itu timbul dari ketakwaan kalbu (TQS al-Hajj [22]: 32).

Syaikh an-Nawawi al-Bantani (w. 1316 H), menjelaskan ayat tersebut, bahwa di antara sifat terpuji yang melekat pada orang yang bertakwa adalah mengagungkan syiar- syiar Allah, yakni syiar-syiar Dîn-Nya (an-Nawawi al-Bantani, Syarh Sullam at-Tawfiq, hlm. 103, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Jakarta, 1431 H).

Alhasil, seperti dinyatakan oleh Imam Muhammad asy-Syaibani dalam As-Siyar al-Kabîr dan oleh Imam as-Sarakhsi dalam Syarhu as-Siyar al-Kabîr, Liwa’ kaum Muslim selayaknya berwarna putih dan Rayah mereka berwarna hitam sebagai bentuk peneladanan kepada Rasul saw. Umat Islam juga seharusnya menjunjung tinggi dan menghormati Liwa’ dan Rayah Rasul saw. itu serta berjuang bersama untuk mengembalikan kemulian keduanya sebagai panji tauhid, identias Islam dan kaum Muslim sekaligus pemersatu mereka. WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []