Tag Archives: bela islam

Ya ALLAH maafkan KAMI. Sedih hingga menggetarkan hati, membaca tulisan ustadz Felix Siauw dalam akun instagramnya tentang Muslim Rohingya.

 

Felix Siauw   felixsiauw  • Instagram photos and videos.png
capture akun instagram ustadz Felix Siauw

 

Selasa, (29/8). Seorang Da’i sekaligus publik figur yang dikenal dengan Ustadz Felix Siauw memposting sebuah tulisan tentang keadaan saudara muslim di Rohingya yang dikabarkan melalui media sosial bahwa terjadi pembantaian massal, sehingga menggerakkan ustadz yang sering di sapa Ustadz Felix tersebut membuat postingan yang membuat sedih bahkan juga menggetarkan hati ini. Sebab sebagai seorang muslim harus saling membantu saudara muslimnya yang lain, tapi justru berbeda dengan yang disabdakan rasulullah SAW dengan kondisi ummat islam saat ini.

berikut ini postingan di akun Instagramnya felixsiauw yang diberi judul “MAAFKAN KAMI ROHINGNYA”.

Maafkan Kami Rohingya

Bayangkan saat anda, istri, dan anak-anak anda diancam untuk dibunuh, begitupun dengan kedua orangtua anda, dan tak ada jalan untuk bernegosiasi dengan mereka

Pasukan pembunuh itu sudah datang ke desa-desa dan rumah-rumah tetangga anda, membakarnya, mengejar yang tersisa lalu membantai mereka walau di jalan dan sawah

Tak ada yang selamat walau anak-anak, ataupun wanita hamil, dan saat itu anda tak bisa melapor pada penguasa untuk minta perlindungan, sebab mereka dibelakangnya

Kemana lagi anda mau lari? Ke perbatasan ditolak, sebab bukan bagian dari warganegaranya, itupun bila anda selamat bisa sampai ke perbatasan, masih hidup

Hanya sebab agama dan ras anda berbeda, anda diperlakukan dengan cara yang begitu hina, hanya sebab itu, semua hal yang salah dapat ditimpakan kepada anda

Ini kisah bukan hanya cerita, tapi apa yang terjadi pada saudara kita di Rohingya, mereka Muslim yang dilupakan siapapun, rak diinginkan negerinya, tak diakui dunia

Tahun 2008 kali pertama saya mendengar kabar mereka, saat perahu yang normalnya hanya 30 orang dimuati 150-200 orang, mengambang di lautan sampai ke Aceh

Tak hanya satu kapal tapi puluhan, yang sampai ke Indonesia yang beruntung, yang lain tenggelam dan sampai ke negeri bukan Muslim hanya untuk disiksa lagi

Badan mereka kurus tinggal tulang, tatapannya penuh harapan, dan kisah-kisah mereka bahkan lebih mengerikan dari film horor sebab terjadi langsung pada mereka

Apa solusi bagi mereka? Tidak ada. Kita hanya bisa berdoa dan membantu dengan harta, tapi kita tak bisa melakukan lebih, sebab konflik fisik tak selesai dengan itu

Sementara dunia diam, hanya karena pelakunya bukan Muslim, apabila Muslim pelakunya, tak usah sampai ada korban pun pasti sudah ramai seluruh dunia

Saya hanya ingin menyampaikan ada saudara kita yang mereka perlu perhatian kita, setidaknya dalam doa dan bantuan harta, sebab saya dosa bila tak menyampaikan.

tulisan postingan yang sudah di like sebanyak 11. 255 oleh followernya ini juga mendapat tanggapan atau komentar yang juga merasakan kesedihan, berikut ini beberapa komentar dari para followernya:

 

  • sri_astuti_diningrat : Syiria,rohingya.. semua saudara muslim kami yg tak berrdaya mereka aniaya. Ya Allah ya Robb yang Maha Berkuasa dari yang kuasa,lindungilah saudara2 kami dimanapun mereka berada,dan tempatkanlah disyurgaMU untuk mereka yang telah gugur oleh kebiadaban manusia2 lemah tak berhati itu.
  • aip24 : Muslim bergerak,muslim melawan,dunia mengecam “radikal,teroris!”
  • mariyahstyle : 😢😢😢
  • roroaggrn: 😢
  • mimutmimipiput :Sedih, marah, sakit, dongkol, semua emosi jd satu. Ga sanggup rasanya baca berita nasib sodara di rohingya. Sungguh memilukan nasib ummat Islam. Sedikitnya di tindas, banyak nya ga bisa berbuat apa2. Ya Alloh ya Rabb….berilah kami pemimpin yg KUAT. Yang mampu memimpin kami membela Dien ini. AstaghfiruLLOH

 

Image result for muslim rohingya
Tangisan Seorang Muslimah Rohingya yang sedang menggendong anaknya. sumber:miamiherald.com

Apakah kita masih merasa tenang dan nyanyak dalam tidur kita, sementara saudara kita diluar sana masih merasakan kedzoliman para penguasanya dengan menteror hingga membantai mereka bersama seluruh keluarganya. Semoga hati dan mata kita terbuka dan tergerak untuk saling membantu sesama muslim, bukan saling melemahkan diantara kita. []Amr.

 

Advertisements

Dituding Terkait dengan ISIS, Jubir HTI : Pak Wiranto Berhentilah Memfitnah Hizbut Tahrir

jubir hti ismail yusanto

BeritaIslamdotcom.Jakarta. Fitnah yang dilontarkan Wiranto dengan menyatakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memiliki hubungan dengan ISIS, disesalkan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia. Muhammad Ismail Yusanto meminta Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, menghentikan menyebarkan fitnah terhadap Hizbut Tahrir. Menurutnya, Hizbut Tahrir sejak awal deklarasi ISIS, telah berseberangan dengan organisasi itu.

“ Sejak pertama kali munculnya ISIS, Hizbut Tahrir dengan tegas menyatakan ISIS belum layak disebut Khilafah ala Minhajin Nubuwah, dalam berbagai tulisan yang dikeluarkan Hizbut Tahrir juga mengkritisi cara-cara yang dilakukan ISIS” tegasnya.

Sebagaimana yang diberitakan portal detik.com Kamis (18/5), Wiranto menyatakan ancaman terorisme juga muncul dari organisasi yang disinyalir dekat dengan ISIS. Menurutnya, HTI adalah organisasi yang tergolong demikian.

Upaya mengaitkan Hizbut Tahrir dengan tindakan terorisme selama ini merupakan propaganda yang sering diulang-ulang untuk menyudutkan Hizbut Tahrir. Padahal, seperti yang dikatakan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, dalam perjuangannya telah menggariskan prinsip laa madiyah (non kekerasan) dalam dakwah.

“ Hizbut Tahrir sejak berdiri berdakwah dengan pemikiran (fikriyah) bukan dengan senjata,” tegas Ismail Yusanto.

Bukan pertama kali ini saja pemerintah yang ngotot ingin membubarkan Hizbut Tahrir, menyebar kebohongan dan fitnah. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo , di berbagai media mengatakan sudah banyak surat peringatan di berikan kepada HTI . Jubir HTI mengatakan sebaliknya, tidak pernah diberikan surat peringatan.

Muhammad Ismail Yusanto, meminta pemerintah menghentikan berbagai fitnah terhadap HTI. Di samping akan memperkeruh suasana, fitnah-fitnah itu bisa memprovokasi benturan di tengah masyarakat.

“ Sudahlah, Pak Wiranto, hentikan segala fitnah, bukankah kita semua akan kembali kepada Allah SWT, kita akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan kita nanti di hadapan Allah SWT, yang siksanya sangat keras,” nasehat  Jubir HTI. []

Astaghfirullah…Pengajian Ustadz Felix Siauw Dibubarkan Paksa oleh aparat. Mau menjadi apa generasi islam selanjutnya?

 

felix-dibubarkan

Foto: saat aparat kepolisian membubarkan paksa acara felix siaw dan klarifikasi ustadz felix via akun facebooknya.

BeritaIslam, Malang – Hari ini kajian ustadz Felix Siauw dibubarkan paksa karena ada sebagain pihak yang tidak suka terhadap kajian ustadz Felix, padahal tema yang diangkat adalah tentang kajian remaja yang hari ini semakin rusak dengan zina dan pergaulan bebas, Malang, Ahad (30/4/17).

 

Tetapi sejumlah oknum tetap membubarkan paksa, dan aparat malah terlihat mendukung upaya pembubaran kegiatan tersebut. Bahkan MC sekalipun tidak diberi waktu untuk menutup acara dengan doa. Semua peserta diusir keluar ruangan. Sampai saat ini belum jelas keterangan kenapa acara itu mesti dibubarkan.

 

Berikut tulis Aryo Jogja melalui akun facebooknya :

 

INDONESIABERTAUHID.

INNALILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN, POLISI MEMBUBARKAN ACARA USTADZ @FELIXSIAUW DI MALANG.

SEJUMLAH OKNUM SEKULER RADIKAL TIDAK TERIMA USTADZ USTADZ FELIX SIAUW MENGISI ACARA YG SEDIANYA DILAKSANAKAN PAGI TADI, AHAD, 30 APRIL 2017.

PADAHAL TEMA YANG DIBAWAKAN USTADZ KETURUNAN TIONGKOK INI TERKAIT DENGAN PERGAULAN REMAJA, YANG HARI INI SEMAKIN RUSAK DENGAN ZINA DAN PERGAULAN BEBAS. TETAPI SEJUMLAH OKNUM TETAP MEMBUBARKAN PAKSA, DAN APARAT MALAH TERLIHAT MENDUKUNG UPAYA PEMBUBARAN KEGIATAN TERSEBUT. BAHKAN MC SEKALIPUN TIDAK DIBERI WAKTU UNTUK MENUTUP ACARA DENGAN DOA. SEMUA PESERTA DIUSIR KELUAR RUANGAN.

SAMPAI SAAT INI BELUM JELAS KETERANGAN KENAPA ACARA ITU MESTI DIBUBARKAN. APAKAH KARENA ACARA DAKWAH INI TIDAK MENGUNDANG DJ DAN PENYANYI POP IBUKOTA ?

 

Semakin jelas permusuhan orang-orang kafir dan kaum munafik terhadap dakwah Islam yang lurus(benar). Sudah saatnya ummat islam untuk  bersatu merajut islam yang fundamental agar tidak mudah dirobohkan oleh musuh musuh Allah….

#SaveUstadzFelix

———————————————————–***—————————————————————–

 

Saksikan Penjelasan Ustadz @FelixSiauw melalui akun facebooknya:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155041149931351&id=68040156350

(dz/dakwahmedia/vm)

Introspeksi Kebebasan Berekspresi (Bercermin Pada Kasus Inul)

Berikut adalah kutipan komentar Inul di Instagram miliknya yang telah tersebar luas di media sosial:

Yang sok alim dan oraknya di dengkul pasti mikirnya agama gak mikir beliau gubernur bpk kita semua’ hahahhaa aku seh gak lihat beliau lg nyalonin lagi … aku cuma bayangin yg pake syurban bisa mojok ama wanita sambil main sex skype itu piyeee critane bisa jadi panutan ???! Jgn merusak moral kita soal Rasis-Sara-dan agama ‘ aku gak main politik tp aku cukup bangga duduk berdampingan org yg menjaga jakarta saat ini’ dan aku tak ikut campur urusan politik krn bukan bidangku !!! Klo org yg mau ceramahin aku akan sy block dn pastinya yg gak suka silahkan unfollow ‘ krn aku bukan kerugian sm org yg otak pikiran didengkul ‘ sekali lagi saya org yg nasionalismenya tinggi .!!! Yg koment apekkk tak block !!! Sorry,”. (http://www.jawapos.com/read/2017/03/28/119265/ini-komentar-instagram-inul-yang-dituding-menghina-ulama)

Kebebasan Kebablasan

Setiap manusia yang waras harus mengakui bahwa kebebasan untuk menghina jauh lebih buruk dan lebih drastis. Kebebasan ekspresi yang kebablasan membuat publik menjadi sangat cemas. Para pendukung kebebasan berbicara menganggap ini merupakan hak untuk menolak ketidakadilan dan kejahatan yang terjadi di masyarakat dan dalam dunia politik. Namun dalam kasus ujaran yang menghina dari artis ini, minus argumen yang disajikan yang beradab dan juga tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat untuk bersikap arif. Hal ini bisa menciptakan api fitnah dan kebencian.

Kasus Inul adalah sebuah potret kecil dari sebuah sistem negara yang selalu membanggakan kebebasan berbicara, cermin sebuah kultur barat yang sangat bangga dengan sebutan masyarakat demokrasi. Sementara seruan untuk melawan penjajah dianggapseruan terhadap kebencian, seruan untuk menentang penjajahan Zionis Israel dianggap seruan kebencian, Seruan untuk menerapkan syariah Islam dan Khilafah tanpa kekerasan dianggap sebagai seruan kebencian.

Secara lebih jauh terdengar seperti paradoks, kebebasan berbicara yang dianggap sebagai hak konstitusional. Lalu mereka berpolemik berputar-putar seputar pengaturannya. Hal ini menunjukkan bahwa bahkan para pendukung kebebasan berbicara tidak yakin atas ide ini dan ini menunjukkan demokrasi sangat ambigu. Maka dari itu, sudahlah kita sudah tidak percaya dengan gembar gembor kebebasan berekspresi, yang membawa masyarakat menuju ke titik yang rendah. Para propagandis liberalisme itu tengah menuai hasil yang mereka tanam sendiri.

Termasuk sikap hipokritme kebebasan berujar dan supremasi hukum demokrasi yang ditunjukkan secara gamblang pada kasus Ahok, akan semakin mempertebal ketidakadilan. Percayalah dengan sikap hipokrit ini masalah tidak akan pernah selesai. Ini justru akan semakin menimbulkan luka dan kemudian akan menimbulkan pertentangan yang lebih dalam. Karena persoalan ditanggapi dengan cara yang tidak benar maka akan menimbulkan persoalan baru.  [VM]

Penulis : Ainun Dawaun Nufus (pengamat Sospol)

Luput dari Pemberitaan, Dr Zakir Naik Sudah Tiba di Indonesia

 

BeritaIslam – Ulama kondang asal Mumbai India Dr Zakir Naik telah tiba di Indonesia, Dr Zakir mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada  Rabu(1/3/2017) sore. Kedatangan Dr Zakir tersebut luput dari pemberitaan media.
Foto: Dr. Zakir Naik disambut saat tiba di Indonesia.
Informasi kedatangan Dr Zakir ini dibenarkan oleh Ketua Mualaf Centre Indonesia Steven Indra Wibowo melalui akun Facebooknya dengan memperlihatkan sejumlah foto Dr Zakir saat tiba di Indonesia.
Kehadiran Dr Zakir di Indonesia hanya untuk melakukan koordinasi dengan Tim Indonesia yang diketuai Hanny Kristiano. Rencananya Dr Zakir akan memberikan ceramah dan dakwahnya pada bulan April 2017 mendatang.
Kalau ada yg menemukan gambar Dr Zakir Naik (DZN) di Indonesia, bertebaran di internet, maka sekalian kami konfirmasikan itu benar adanya, namun bukan untuk memberikan ceramah, akan tetapi koordinasi dengan tim Indonesia yg diketuai ko Hanny Kristianto. Nah nginep dimana? Dan sampai kapan? Maaf ini classified, doakan agar April 2017 bisa terealisasi kedatangannya di indonesia, itu saja Saya bukan ketua panitia ya” jelas Steven di akun Facebook pribadinya. [Sumber:takbir.net]

HEBAT….Pemerintah Hinakan Diri Ajak Terdakwa Penodaan Agama Sambut Pemimpin Negara Islam

 

Tokoh Rumah Amanah Rakyat (RAR) Ferdinand Hutahean mempertanyakan wacana terdakwa penodaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mendampingi Presiden Jokowi untuk menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud ke Indonesia.

“Mestinya pemerintah bersikap lebih menunjukkan penghormatan kepada Raja Salman yang agamanya dinodai oleh Ahok,” kata Ferdinand dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/3).

Menurutnya, pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla semestinya memberikan pembelajaran bagi rakyatnya dengan tidak melibatkan Ahok dalam menyambut Raja Salman. Terlebih Raja Salman merupakan pemimpin negara Islam, sementara Ahok merupakan penoda agama Islam.

“Rejim ini mampu dan tega tidak menghormati Raja Saudi serta menghinakan diri dengan menyertakan seorang terdakwa menyambut tamu besar yang agamanya dinodai sang terdakwa. Anda sehat tuan Presiden?,” jelasnya.

Disampaikan, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud adalah penguasa dan pemimpin tertinggi negara Saudi Arabia yang menjadi asal-muasal dan titik awal lahirnya Islam. Disanalah Islam lahir, bertumbuh dan berkembang hingga menyebar keseluruh sudut dunia.

Raja Salman juga identik dengan Islam karena pemimpin tertinggi Saudi itu adalah penjaga dua kota suci umat Islam yaitu Mekkah dan Medinah. Tempat tujuan umat muslim seluruh dunia untuk menyempurnakan ke-Islamannya.

“King Salman justru menjadi identik sebagai pemimpin Islam meski gelar itu tidak pernah ada namun King Salman adalah pemimpin yang disegani dan dihormati serta dimuliakan oleh dunia,” tegas eks relawan Jokowi itu.

Ditambahkan, kesalahan yang dipertontonkan pemerintah dengan mengajak Ahok disebut Ferdinand sebagai sebuah kebodohan sekaligus menodai kerja keras pemerintah dalam menyambut dengan rasa hormat Raja Salman.

(Novrizal Sikumbang)

Jika Ulama di Penjara, Kepada Siapa Umat Bertanya tentang Agamanya?

Pada zaman sekarang, begitu banyak umat manusia yang meremehkan ulama, bahkan tak jarang menghina ulama, baik dengan nada sindiran maupun dengan kata-kata keji yang sangat tidak beradab. Penghinaan tersebut justru muncul dari beberapa public figure yang notabene dikenal banyak orang. Mulai dari komika bernama Uus dengan menjadikan Habib Rizieq Siehab sebagai bahan lawakan di Twitter, tokoh politik sekelas Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), dan yang baru saja ramai dibicarakan artis yang sekaligus Mu’allaf Angel Lelga yang secara terang-terangan menuduh ulama mengeluarkan fatwa haram memilih pemimpin kafir karena pesanan pihak politik tertentu (hot.detik.com). Lebih jauh ia (AL) menganggap para pemberi fatwa sebagai penjual agama (Detikfokus.com, 20/2/2017). Sungguh ironi! Umat Islam tidak percaya pada ulama mereka sendiri, bahkan lebih buruk lagi, di negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini, ulama dikriminilasisasi, dilaporkan ke polisi denga tuduhan-tuduhan tertentu. Astagfirullah.

Posisi Ulama dalam Setiap Masa; Pengantar umat Memahami Hukum Al-Quran
Bagi setiap pemeluk Islam, mereka mengimani apapun yang dikabarkan dalam kitab sucinya. Terlepas apakah ia sudah memahami maknanya tanpa perlu mendatangkan mufassir, atau ia memerlukan mufassir tertentu agar ia bisa memahami apa yang dimaksud pada untaian kata yang termaktub di dalamnya. Karena tiap ayat bukanlah dogma yang tidak bisa dimengerti. Jikalau ayat Al-Quran tidak bisa dimengerti berarti Al-Quran tidak diturunkan untuk manusia di muka bumi. Tetapi faktanya, ayat Al-Quran seberapapun sulitnya dimengerti, tetap ia bisa dicerna oleh akal manusia maksud di dalamnya.

Susungguhnya Kami menurunkannya Al-Quran dengan berbahasa Arab agar kamu memahaminya” (TQS. Yusuf [12]: 2)

Bagi umat Islam, Al-Quran adalah petunjuk hidup, jalan hidup, tuntunan sikap manusia. Bagaimana saat manusia senang maupun saat susah, saat lapang maupun sempit, saat kaya maupun saat miskin, semua dicontohkan dalam Al-Quran dan As Sunah sebagai penjelasnya. Karena setiap sikap umat manusia akan dihisab berdasarkan kadarnya, dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, Tuhan Pengatur Semesta.

Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dulu” (TQS. Al-Hijr [15]: 92-93).

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Quran , dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya

Jika dalam Al-Quran terdapat ayat yang multitafsir (mustayabihat), maka hal tersebut perlu penggalian lebih jauh menggunakan dalil yang lain, baik dalil sunnah, ijma’ dan qiyas oleh orang yang memang benar-benar memiliki ilmu di dalamnya. Pada jaman dulu umat Islam banyak merujuk pada imam-imam besar seperti imam Hanbali, Abu Hanifah, pun Imam Syarfi’I yang hingga saat ini kitab mereka masih menjadi rujukan dalam setiap penulisan. Namun seiring berjalannya waktu, di mana umat Islam semakin jauh dengan pemahaman Islam, kebiasaan bertanya pada imam besar atau ulama pun semakin terkikis. Padahal ulama adalah jembatan ilmu agama. Dalam I’lamul Muwaqqin, Ibnu Al-Qayyim membatasi pengertian ulama sebagai orang yang pakar dalam hukum Islam, yang berhak berfatwa di tengah manusia, yang menyibukkan diri dengan mempelajari hukum-hukum Islam, kemudian menyimpulkannya, dan yang merumuskan kaidah halal-haram agar umat bisa lebih mudah memahaminya.

Ulama adalah jembatan umat dalam memahami Al-Quran. Mereka tidak berfatwa sesuka hatinya, berdasarkan kedangkalan berpikir yang layaknya dimiliki kebanyakan orang karena ulama menghabiskan waktunya untuk beribadah dan mempelajari Al-Quran tanpa dijanjikan gelimang harta oleh siapapun. Ulama tempat bertanya hukum suatu perbuatan yang tidak dimengerti oleh manusia sekaligus tempat bertanya umat tentang agamanya. Tanpa tendensi apapun, tanpa pengaruh siapapun. Karena ulama menjawab sesuai dengan dalil syari yang dipahami, bukan berdasarkan dalil yang dibuat oleh dirinya sendiri. Adapun ulama yang ia bisa dibeli dengan harta duniawi, maka jelas ini bertentangan dengan sifat dari ulama sendiri, dan tentu akan terlihat jelas berdasarkan fatwa/ketentuan hukum yang dikeluarkan berdasarkan dalil yang ia miliki.

Penerapan Sekulersime; Pangkal Segala Kriminalisasi Ulama
Paham Sekulerisme menjadikan agama tidak selayaknya mengatur kehidupan publik manusia. Ketika paham sekulerisme ini diterapkan Negara, maka selamanya agama akan ditinggalkan oleh negara dan negara pun menolak setiap campur tangan agama dalam urusannya. Karena agama hanya boleh mengatur urusan tertentu saja, namun tidak diperkenankan mengurus persoalan manusia yang lainnya. Tidak heran jika pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sistem sanksi tidak berbasikan Islam, justru berbasiskan undang-undang Barat.

Negara yang menerapkan sekulerisme akan menganggap ulama bukanlah tiang penting dari berdirinya negara dan penjaga negara, melainkan sebatas kumpulan orang yang mengeluarkan fatwa. Inilah yang semakin menjauhkan umat Islam dengan agamanya sendiri. Selama paham sekulerisme diterapkan, ulama tidaklah memiliki fungsi apa-apa kecuali sebatas pengeluar fatwa, dan selama itu pula umat Islam akan semakin jauh dari agamanya, bahkan akan semakin menganggap remeh terhadap para alim ulama.

Padahal ulama adalah warisan nabi satu-satunya. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah :
Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh, para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham . sungguh, mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak” (HR. Al-imam At- Tirmidzi)

Allah saja memuliakan ulama sedemikian rupa, bagaimana bisa umat menyepelekannya dengan mudahnya? Seharusnya kita malu pada ulama. Mencari sisi kebenaran pada mereka yang menghabiskan waktunya untuk bermunajat padaNya, bukan lantas menyombongkan diri di atas ulama sementara kita sendiri amat dungu terhadap ilmu agama. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para guru dan ulamanya? Mari mengembalikan kebiasaan umat Islam seperti pada jaman Rasul dan para sahabat yang seumur hidupnya senantiasa mencintai ilmu dan gurunya, mencintai agama dan ulamanya, serta mencintai Allah dan RasulNya melebihi segalanya. Karena hanya dengan kehidupan Islam dan peraturan Islam umat akan terjamin dalam setiap pelaksanan perintah dan laranganNya, pun Islam akan terlihat nyata sebagai rahmatan lil alamin.

Jika ulama dipenjara, umat Islam kepada siapa umat bertanya tentang agamanya? Jika ulama saja dipenjara, bagaimana umat Islam mau belajar ilmu agama? Jika ulama dibui, siapa yang akan diikuti? Wallahu ‘alam bi ash shawwab. [VM]

Penulis: Meyra Kris Hartanti, S.KM (Praktisi Pendidikan)

Tim Advokasi Nilai Tuduhan TPPU Dana GNPF-MUI Akan Hancurkan Kredibilitas Ulama

 

BeritaIslam, Jakarta – Anggota Tim Advokasi GNPF-MUI, Ismar Syafruddin, SH, MA, menilai bahwa tuduhan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepolisian terhadap Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) merupakan sebuah kebohongan.

 

“Pernyatan Kapolri perihal pentersangkaan Ustadz Adnan Armas itu suatu kebohongan pula,” katanya dalam rilis pada Kamis (23/02).

Ia juga mempertanyakan kebenaran tuduhan memindahkan aset yayasan. Sebab, aset yayasan hanya berupa akta notaris dan surat-surat. Bahkan uang yayasan yang kurang dari dua juta.

Foto: Ustadz Adnin Armas, Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua, dijadikan tersangka atas tuduhan TPPU dana GNPF-MUI

“Bagaimana bisa ketua Yayasan Keadilan untuk Semua memindahkan atau mengalihkan aset yayasan kepada pihak lain. Padahal aset yayasan hanya berupa akta notaris dan surat-surat yayasan saja. Serta uang yang tidak lebih kurang dari 2 juta,” imbuh advokat kelahiran Makasar ini.

Ia juga mengatakan, jika kepolisan bersungguh-sungguh menegakkan keadilan sebaiknya mencari kasus yang jelas terdapat kejahatan di dalamnya.

“Jika aparat kepolisian bersungguh-sungguh ingin menegakkan hukum carilah kasus yang jelas-jelas ada kejahatan di dalamnya. Misalnya masalah dana hibah dari Pemprov DKI ke Polda Metro Jaya yang nota bene dana tersebut adalah dana milik Negara yang asalnya hasil pajak dari rakyat. Yang penyerahannya tanpa sepengetahuan DPRD DKI,” tegasnya.

“Dan lainnya yang nyata ada indikasi kerugian negara,” sambungnya.

Menurutnya, tuduhan tersebut akan menghancurkan kredibilitas ulama, berdampak buruk pada dakwah dan para ulama yang terjun di bidang sosial akan takut lagi menyalurkan dana infak dari masyarakat.

 

“Lakhaulawalakuwwata illah billah, sungguh miris melihat negaraku ini ya Allah, hancurkanlah para mujrimuun (penjahat -red) yang telah memfitnah wali-waliMu,” tukasnya.(Sumber:Kiblat.net)

 

Wasiat KH. Hasyim Asy’ari: Perangilah Penghina Al-Qur’an

Pesan pendiri Nahdlatul Ulama:

“Pertahankanlah agama Islam, berusahalah sekuat tenaga memerangi orang yang menghina al-Qur’an, menghina sifat Allah dan tunjukkanlah kebenaran kepada para pengikut kebatilan dan penganut akidah sesat. Ketahuilah, usaha keras memerangi (pemikiran-pemikiran) tersebut adalah wajib.”

img_20170223_121000

(Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, Mawa’idz, hal. 33 dalam kompilasi kitab Hasyim Asy’ari, Irsyadu al-Sariy fi Jam’i Mushannafati al-Syaikh Hasyim Asy’ari).

Dalam sebuah risalahnya yang berjudul Mawa’idz, KH. Hasyim Asy’ari menulis nasihat penting yang ditujukan kepada para ulama’. Pendiri Nahdhatul Ulama’ (NU) ini menyeru para ulama’ bersatu padu tidak terpecah-belah untuk membela agama Islam, berusaha keras menolak orang yang menghina al-Qur’an dan Allah SWT, dan memerangi bentuk-bentuk kesesatan.

Ia menulis, “Wahai para ulama’ yang fanatik terhadap madzhab-madzhab atau terhadap suatu pendapat, tinggalkanlah kefanatikanmu terhadap urusan furu’(cabang agama), dimana para ulama telah memiliki dua pendapat atau lebih yaitu; setiap mujtahid itu benar dan pendapat satunya mengatakan mujtahid yang benar itu satu akan tetapi pendapat yang salah itu tetap diberi pahala. Tinggalkanlah fanatisme dan hindarilah jurang yang merusakkan ini (fanatisme). Pertahankanlah agama Islam, berusahalah sekuat tenaga memerangi orang yang menghina al-Qur’an, menghina sifat Allah dan tunjukkanlah kebenaran kepada para pengikut kebatilan dan penganut akidah sesat. Ketahuilah, jihad dalam usaha memerangi (pemikiran-pemikiran) tersebut adalah wajib” (Hasyim Asy’ari, Mawa’idz, hal. 33 dalam kompilasi kitab Hasyim Asy’ari, Irsyadu al-Sariy fi Jam’i Mushannafati al-Syaikh Hasyim Asy’ari).

Peringatan tentang pentingnya menjaga kesucian agama juga telah ditulis dalam kitab Muqaddimah Qonun al-Asasi li Jam’iyati Nahdhatil Ulama dan Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah. Dalam kitab Qonun al-Asasi, Syaikh Hasyim Asy’ari telah melihat terjadinya kerancuan dalam keyakinan kaum Muslimin pada zaman itu. Di antaranya, ada kaum yang membalik konsep al-haq (kebenaran), sehingga yang ma’ruf dianggap munkar, yang mungkar dianggap ma’ruf (Hasyim Asy’ari, Qonun al-Asasi li Jam’iyati Nahdhatil Ulama,hal. 24).

Hadratus Syekh Hasyim Asyari, pernah menceritakan tentang fenomena kesesatan pemikiran kaum Muslimin di pulau Jawa. Pada sekitar tahun 1330 H muncul ajaran-ajaran ‘asing’ dan tokoh-tokoh yang membawa pemikiran yang tidak sesuai dengan mainstream Muslim Jawa waktu, yakni berakidah Ahlussunnah wal Jama’ah.

KH. Hasyim Asy’ari juga mengkritik orang-orang yang menggunakan paradigma takfir (mengkafirkan orang yang menganut terhadap madzhab lain dalam bidang furuiyyah), penganut aliran kebatinan, kaum Syiah Rafidhah, pengikut tasawwuf menyimpang yang menganut pemikiran manunggaling kawulo gusti, dan kelompok Ibahiyyun (Hasyim Asy’ari, Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 10).

Ia berpendapat, aliran Syiah yang mencaci Shahabat Abu Bakar dan Umar adalah aliran yang dilarang untuk diikuti. Beliau mengutip penjelasan Imam Qadhi Iyadh tentang hadis orang yang mencela sahabat, bahwa ada larangan untuk shalat dan nikah dengan pencaci maki Shahabat tersebut. Karena mereka sesungguhnya menyakiti Rasulullah SAW (Risalah Ahlis Sunnah, hal. 11).

Peringatan itu ditujukan kepada kaum Muslimin agar tidak mengikuti paham Syi’ah.Menurutnya, madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah bukan madzhab sah. Madzhab yang sah untuk diikuti adalah Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.

Beliau mengatakan: “Di zaman akhir ini tidak ada madzhab yang memenuhi persyaratan kecuali madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Adapun madzhab yang lain seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga pendapat-pendapatnya tidak boleh diikuti” (Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, halaman 9).

Sebagai ulama’ yang mendalami tasawwuf, Hasyim Asy’ari sangat jeli dan kritis mengamati penyimpangan di dalam praktik orang-orang tertentu. Kesalahan praktik itu di antaranya disebabkan adanya aliran-aliran ‘asing’ yang masuk ke dalam praktik tasawwuf dan kurangnya bekal ilmu para penganut thariqah.

Peringatan adanya jahlatul mutashawwifah (orang-orang bodoh yang mengaku bertasawwuf) disebutkan oleh Syaikh Hasyim Asy’ari dalam Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah. Ciri-ciri  mereka disebutkan menganut paham ibahiyyah (aliran menggugurkan kewajiban syariat untuk maqom tertentu), reinkarnasi, dan manunggaling kawulo (Syeikh Hasyim Asy’ari,Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 12).

Kewajiban syari’at bagai penganut tariqah sufi dan para sufi tetaplah wajib dijalankan, dimanapun, kapapun dan dalam keadaan apapun. Syaikh Hasyim Asy’ari menolak jika kewajiban syariat Nabi Muhammad itu terpakai untuk orang tertentu dan terbatas pada waktu tertentu. Orang yang meymakini gugurnya syariat pada orang dan waktu tertentu dikatakan sebagai orang yang mendustakan dan merendahkan al-Qur’an. Kelompok yang menggugurkan kewajiban syariah ini disebut kaum Ibahiyyah.

Dengan pemahaman ini, tidak ada perbedaan antara seorang murid (pengikut tariqah) dengan mursyid (pemimpin tariqah), antara wali dan yang bukan wali, seluruhnya menanggung kewajiban syari’at. Agama sama sekali tidak membedakan status masing-masing hamba untuk melaksanakan kewajiban. (Hasyim Asy’ari, al-Dhurar al-Muntatsirah fi Mas’il Istna ‘Asyarah, hal. 16).

Ia pernah berfatwa tentang hukum orang yang berkeyakinan bahwa syariat Nabi Muhammad SAW sudah tidak berlaku lagi dan al-Quran sudah tidak memiliki faidah sekarang ini. Menurutnya, Syariat Nabi Muhammad Saw masih tetap berlaku sampai nanti hari Kiamat, begitu pula al-Qur’an. Barangsiapa yang mengingkari maka Islamnya rusak/murtad. Begitu juga orang yang mengikuti pendapat orang tersebut kemudian membenarkannya keyakinan atau ucapan tadi” (Hasyim Asyari, al-Dhurar al-Muntasirah fi Masil Tis’a ‘Asyarah, hal. 15).

Begitu pula, menurut Hasyim Asy’ari, para ulama’ telah bersepakat tentang hukum kafir terhadap orang-orang yang merendahkan Allah. Di antaranya, yaitu orang-orang yang meyakini ke-Esa-an Allah namun ia juga berkeyakinan bahwa Allah itu tidak kekal, meyakini Allah memiliki anak, meyakini bahwa dalam menciptakan Allah memiliki pembantu,  mengingkari kenabian Nabi Muhammad SAW, atau mengakui ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Kelompok-kelompok ini tidak diragukan kekufurannya (kafir bi la raybi).

Berkenaan dengan merasuknya kesesatan dalam kaum Muslimin seperti tersebut, Hasyim Asy’ari memperingatkan agar hati-hati dalam mencari ilmu. Ia menyatakan bahwa hendaklah kaum Muslimin berhati-hati jangan ceroboh mencari guru. Janganlah berguru kepada orang yang bukan ahlinya, ahli bid’ah, dan tidak tsiqah agamanya. Ia mengutip sebuah hadis dari Ibnu Sirrin: “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka, perhatikanlah dari siapa kamu mengambil agamamu” (Hasyim Asy’ari, Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah,hal. 17).

Penulis: Kholili Hasib (jk/inpasonline)