Langkah yang Harus Diambil Pemerintah Terhadap Freeport

freeport mcmoranDi tengah ancaman Freeport yang akan memperkarakan pemerintah Indonesia ke pengadilan arbitrase internasional karena negosiasi perubahan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) belum menemui titik temu, peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Muhammad Ishak menyatakan ini sebagai momen mengambil alih saham perusahaan tersebut.

“Langkah yang seharusnya diambil pemerintah adalah mengambil alih saham perusahaan tersebut,” tegasnya kepada mediaumat.com, Jum’at (24/2/2017).

Dengan demikian, seluruh potensi pendapatan perusahaan itu dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat negara ini.  “Apalagi, BUMN Indonesia seperti PT Antam tidak akan kesulitan untuk mengelola tambang itu, ditambah lagi, sebagian besar pekerja di pertambangan tersebut merupakan orang-orang yang berasal dari Indonesia,” bebernya.

Namun, lanjut Ishak, melihat rekam jejak (track record) yang selama ini lebih banyak tunduk kepada kepentingan negara-negara asing khususnya Amerika Serikat, maka pemerintah akan sangat berat untuk melakukan hal ini.

“Alhasil, kasus ini menunjukkan pentingnya sistem yang benar sebagaimana yang diatur Islam bahwa kekayaan alam yang melimpah harus dikelola oleh negara. Selain itu, pentingnya keberadaan pemerintah dapat bersikap mandiri dan berani menolak kepentingan negara-negara imperialis seperti Amerika Serikat,” pungkasnya. (mediaumat.com, 24/2/2017)

Awas Lidah Beracun

Foto: moscowtimes

LIDAH merupakan salah satu nikmat yang besar yang dianugerahkan Allah SWT kepada hambanya, padanya terdapat kebaikan yang banyak dan kemanfaatan yang luas bagi siapa saja yang menjaganya dengan baik. Tetapi pada kenyataannya, manusia sering lalai dalam menjaga titipan Allah SWT ini, maksiat lidahpun seperti hal biasa.

Memang, “Lidah Tidak Bertulang”. Mudah mengucap tapi sulit dikendalikan. Apakah tanpa tulang itu yang membuat manusia sulit untuk menyetir lidahnya? Wallahu a’lam. Banyak sekali masalah yang timbul akibat alat indera yang satu ini, serasa seperti bisa ular berbisa tanpa wujud, perlahan tapi menyakitkan bahkan bisa juga disebut pembunuh tanpa aturan.

Banyak sekali masalah yang timbul akibat ulah si lidah ini. Rasanya, semua permasalahan di muka bumi ini semua berawal dari lidah. Lidah siapa? pastinya lidah manusia. Sebab hingga saat ini, tradisi lisan masih masih menjadi tradisi yang dominan daripada tradisi tulisan. Karena dengan lisan, kita bisa dengan langsung mengutarakan pendapat yang ada di hati.

Kita lihat saja realita saat ini yang terjadi. Banyak sekali manusia berdebat, berdemo, berpidato, berdiskusi. Itu semua dengan menggunakan apa? Dengan lisan pastinya. Mungkin semua itu dilakukan demi kemaslahatan umat. Tapi, bagaimana dengan lisan yang dipergunakan untuk maksiat, bergossip, mencari kesalahan orang lain, membicarakan orang lain, menyakiti orang lain. Astagfirullah. Semoga kita dijauhkan dari sifat yang seperti itu.

Kita ulas kembali lidah ini. seperti apa sih? Lidah bukan hanya sekedar organ tubuh manusia yang dibentuk dengan sedemikian rupa, bukan juga untuk hiasan semata. Lidah manusia dilengkapi dengan gigi, gusi, dua bibir, rongga mulut, tenggorokan serta sumber suara. Jika diamati secara fisik, fungsi lidah tidak lebih hanya untuk fungsi-fungsi biologis semata, seperti mengecap dan mengucap.

Tetapi, jika kita perhatikan dengan baik-baik, fungsi lidah adalah instrumen yang menyatu dengan organ tubuh lain yang mempunyai ruh sebagaimana hati dan akal maka keberadaan lidah sungguh menyimpan banyak sekali misteri.

Lidah selalu berkonspirasi dengan hati. Apapun yang diucapkan oleh lidah seseorang, itu adalah cerminan dari hati. Tetapi, ingatlah! Lidah sering kali berbeda dengan kata hatinya. Sering kali orang bicara dengan lidahnya dengan santun, penuh kelembutan, dan apa yang dikeluarkan dari lidahnya adalah hikmah dan perkataan yang baik. Akan tetapi, terkadang apa yang diucapkannya itu hanya pemanis semata, pemerah bibir sementara, ia menggunakan kata-kata dan lidahnya untuk mengelabuhi bahkan merayu. Astagfirullah. Berhati-hatilah dengan keadaan yang seperti ini.

Dalam sebuah hadist

Nabi SAW bersabda kepada Mu’az bin jabal sambil memegang lidahnya yang bermaksud : “Engkau wajib menahan ini. Maka aku berkata, ya Rasulullah, kami senantiasa mengotakan apa yang kami kata. Nabi berkata, ‘ibumu telah kehilangan engkau, wahai Mu’az. Bukanlah manusia di bantingkan muka ke dalam neraka disebabkan engkara lidah mereka?”. (Hadis Riwayat Bukhari)

Dari hadist tadi kita pasti berpikir, bagaimana balasan yang akan kita terima jikalau lidah kita, hati kita tidak dikendalikan dengan baik. Pepatah Jawa juga mengatakan,

“Ajining diri soko lathi, ajining rogo soko busono” (kebaikan jiwa dilihat dari ucapan, kebaikan raga dilihat dari pakaian)

Oleh sebab itu, kita sebagai manusia biasa haruslah pandai-padai mengendalikan lidah kita, agar kita terhindar dari azab, dan apapun yang kita ucapkan ada guna dan manfaat untuk orang lain. Latihlah lidah kita yang sering berucap yang tak bermakna untuk senantiasa berdzikir kepada Allah, mengingat Allah. Dengan cara itu Insya Allah kita akan terhindar dari fitnah dunia dan azab akhirat. Amin .

Allah SWT berfirman :

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌمِّن صَدَ قَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًى ٌ وَاالَّلهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌ

“perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya Lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah [2]: 263).

Memang artikel ini sudah biasa, mungkin dengan yang biasa inilah yang membuat manusia menjadi tidak biasa. Terima kasih. []

Ini Fakta-fakta Menarik tentang Raja Salman yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Ini Fakta-fakta Menarik tentang Raja Salman yang Mungkin Belum Anda Ketahui

RAJA Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud, berencana mengunjungi Indonesia selama sembilan hari pada 1 hingga 9 Maret 2017 mendatang. Ia datang tak sendiri, kabarnya 1500 keluarga kerajaan akan menyertai kunjungan sang raja ke Indonesia.

Salman bin Abdulaziz Al-Saud adalah Raja Arab Saudi ketujuh, Penjaga Dua Kota Suci, dan pemimpin Wangsa Saud saat ini. Sebelum naik tahta sebagai Raja, ia menjabat sebagai wakil gubernur dan kemudian Gubernur Riyadh selama 48 tahun dari tahun 1963 sampai 2011.

Pada 2011, dia diangkat sebagai Menteri Pertahanan. Ia kemudian terpilih sebagai Putra Mahkota pada tahun 2012 setelah kematian saudaranya Nayef bin Abdulaziz Al Saud.

Salman bin Abdulaziz Al-Saud diangkat sebagai Raja Arab Saudi pada 23 Januari 2015 setelah kematian saudara tirinya, Raja Abdullah.

Berikut beberapa fakta menarik tentang Raja Salman yang mungkin belum Anda ketahui:

Pertama, Raja Salman membacakan Al-Quran seperti seorang Qari.

Dalam sebuah video, Raja Salman membaca Surah Muzamil dengan bacaan sempurna. Selain sebagai Imam Shalat, Raja Salman seringkali memimpin doa dalam sebuah pemakaman.

Kedua, Mengutuk tragedi 9/11.

Hancurnya gedung WTC yang diduga akibat terorisme—kemudian dikenal dengan istilah 9/11—menjadi perhatian Raja Arab tersebut. Meski banyak telunjuk yang mengarah ke negaranya, Raja Salman mengutuk aksi tersebut, namun ia juga meminta agar peristiwa tersebut tidak disikapi dengan berlebihan.

Ketiga, Adil dalam menegakkan hukum.

Tidak ada kata diskriminasi dalam penegakan hukum di Arab Saudi. Jika ada yang melanggar hukum, ia mesti dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Itu berlaku bahkan untuk keluarga kerajaan tanpa terkecuali.

Raja Salman mengumumkan bahwa tidak ada perlakuan khusus yang akan diberikan kepada Pangeran dan keluarganya, dimata hukum semua itu sama.

Keempat, Sederhana.

Ketika pemimpin dari negara lain meminta perlakuan istimewa kala menunaikan ibadah haji atau umrah—semisal dikawal pasukan keamanan. Hal itu tak berlaku untuk Raja Salman.

Dalam satu waktu, Raja Salman melakukan Thawaf sendirian, ia bahkan bercengkrama dengan beberapa jemaah haji lainnya. Dalam sebuah video, Raja Salman kedapatan bertegur sapa dengan muslim lainnya.

Kelima, Tunjangan dua kali gaji untuk warga.

Ketika sebagian besar negara di dunia khawatir soal pajak, Saudi bertindak sebaliknya. Raja Salman mengumumkan bahwa semua pegawai negara, pensiunan, mahasiswa, orang-orang prasejahtera atau kebutuhan khusus dan kelompok lainnya, akan diberikan dua bulan gaji secara cuma-cuma.

Keenam, Tumpas habis korupsi.

Sebelum naik tahta, ketika masih menjabat sebagai gubernur Riyadh, Raja Salman terkenal berkat capaian prestasinya di berbagai bidang.

Sebagian besar pencapaiannya diraih terutama dalam masalah pemberantasan korupsi. Para pengamat menilai Raja Salman memiliki catatan pemerintahan yang baik dengan berkurangnya korupsi

Ketujuh, Tegakkan hukum jika ia melanggarnya.

Raja Salman menyerukan penegakkan keadilan, bahkan jika itu melawan dirinya sendiri (jika dirinya bersalah—red).

Raja Salman meminta penegak hukum untuk menyeret ke meja hijau bagi siapa saja yang telah melakukan pelanggaran. Bahkan jika itu adalah anak-anaknya sendiri, cucu atau orang lain dari keluarga kerajaan.

Kedelapan, Mendirikan badan amal, penelitian dan agama.

Selain mendukung Syaikh Bin Baz Foundation, Raja Salman adalah pemimpin dewan pengawas Pusat Penelitian Madinah.  Ia juga merupakan ketua dari King Salman Centre for Disability Research. Kepeduliannya terhadap sesama bahkan sempat dipuji oleh PBB.

Kesembilan, Mengutamakan shalat.

Dalam satu waktu, Raja Salman meninggalkan Presiden AS Barack Obama ketika waktu shalat Ashar telah tiba. Raja Salman meninggalkan Obama di karpet merah untuk menunaikan shalat berjemaah dengan keluarga dan staffnya. []

Sepuluh Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah

BeritaIslam – Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan?”

Foto: Ilustrasi

Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:
Pertama, kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
Kedua, kalian mengaku cinta Rasulullah tetapi meninggalkan sunnahnya.
Ketiga, kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
Keempat, kalian memakan nikmat-nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetapi tidak pernah pandai mensyukurinya.
Kelima, kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh kalian tetapi tidak pernah berani menentangnya.
Keenam, kalian katakan bahwa Jannah itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah beramal untuk menggapainya.
Ketujuh, kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak mau lari darinya.
Kedelapan, kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuknya.
Kesembilan, kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi lupa dengan aib sendiri.
Kesepuluh, kalian kubur orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi tidak pernah mengambil pelajaran dari mereka.”

Diambil dari Mi’ah Qishshah Wa Qishshah Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundi, Juz.II, hal.94

Tim Advokasi Nilai Tuduhan TPPU Dana GNPF-MUI Akan Hancurkan Kredibilitas Ulama

 

BeritaIslam, Jakarta – Anggota Tim Advokasi GNPF-MUI, Ismar Syafruddin, SH, MA, menilai bahwa tuduhan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepolisian terhadap Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) merupakan sebuah kebohongan.

 

“Pernyatan Kapolri perihal pentersangkaan Ustadz Adnan Armas itu suatu kebohongan pula,” katanya dalam rilis pada Kamis (23/02).

Ia juga mempertanyakan kebenaran tuduhan memindahkan aset yayasan. Sebab, aset yayasan hanya berupa akta notaris dan surat-surat. Bahkan uang yayasan yang kurang dari dua juta.

Foto: Ustadz Adnin Armas, Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua, dijadikan tersangka atas tuduhan TPPU dana GNPF-MUI

“Bagaimana bisa ketua Yayasan Keadilan untuk Semua memindahkan atau mengalihkan aset yayasan kepada pihak lain. Padahal aset yayasan hanya berupa akta notaris dan surat-surat yayasan saja. Serta uang yang tidak lebih kurang dari 2 juta,” imbuh advokat kelahiran Makasar ini.

Ia juga mengatakan, jika kepolisan bersungguh-sungguh menegakkan keadilan sebaiknya mencari kasus yang jelas terdapat kejahatan di dalamnya.

“Jika aparat kepolisian bersungguh-sungguh ingin menegakkan hukum carilah kasus yang jelas-jelas ada kejahatan di dalamnya. Misalnya masalah dana hibah dari Pemprov DKI ke Polda Metro Jaya yang nota bene dana tersebut adalah dana milik Negara yang asalnya hasil pajak dari rakyat. Yang penyerahannya tanpa sepengetahuan DPRD DKI,” tegasnya.

“Dan lainnya yang nyata ada indikasi kerugian negara,” sambungnya.

Menurutnya, tuduhan tersebut akan menghancurkan kredibilitas ulama, berdampak buruk pada dakwah dan para ulama yang terjun di bidang sosial akan takut lagi menyalurkan dana infak dari masyarakat.

 

“Lakhaulawalakuwwata illah billah, sungguh miris melihat negaraku ini ya Allah, hancurkanlah para mujrimuun (penjahat -red) yang telah memfitnah wali-waliMu,” tukasnya.(Sumber:Kiblat.net)

 

Wasiat KH. Hasyim Asy’ari: Perangilah Penghina Al-Qur’an

Pesan pendiri Nahdlatul Ulama:

“Pertahankanlah agama Islam, berusahalah sekuat tenaga memerangi orang yang menghina al-Qur’an, menghina sifat Allah dan tunjukkanlah kebenaran kepada para pengikut kebatilan dan penganut akidah sesat. Ketahuilah, usaha keras memerangi (pemikiran-pemikiran) tersebut adalah wajib.”

img_20170223_121000

(Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, Mawa’idz, hal. 33 dalam kompilasi kitab Hasyim Asy’ari, Irsyadu al-Sariy fi Jam’i Mushannafati al-Syaikh Hasyim Asy’ari).

Dalam sebuah risalahnya yang berjudul Mawa’idz, KH. Hasyim Asy’ari menulis nasihat penting yang ditujukan kepada para ulama’. Pendiri Nahdhatul Ulama’ (NU) ini menyeru para ulama’ bersatu padu tidak terpecah-belah untuk membela agama Islam, berusaha keras menolak orang yang menghina al-Qur’an dan Allah SWT, dan memerangi bentuk-bentuk kesesatan.

Ia menulis, “Wahai para ulama’ yang fanatik terhadap madzhab-madzhab atau terhadap suatu pendapat, tinggalkanlah kefanatikanmu terhadap urusan furu’(cabang agama), dimana para ulama telah memiliki dua pendapat atau lebih yaitu; setiap mujtahid itu benar dan pendapat satunya mengatakan mujtahid yang benar itu satu akan tetapi pendapat yang salah itu tetap diberi pahala. Tinggalkanlah fanatisme dan hindarilah jurang yang merusakkan ini (fanatisme). Pertahankanlah agama Islam, berusahalah sekuat tenaga memerangi orang yang menghina al-Qur’an, menghina sifat Allah dan tunjukkanlah kebenaran kepada para pengikut kebatilan dan penganut akidah sesat. Ketahuilah, jihad dalam usaha memerangi (pemikiran-pemikiran) tersebut adalah wajib” (Hasyim Asy’ari, Mawa’idz, hal. 33 dalam kompilasi kitab Hasyim Asy’ari, Irsyadu al-Sariy fi Jam’i Mushannafati al-Syaikh Hasyim Asy’ari).

Peringatan tentang pentingnya menjaga kesucian agama juga telah ditulis dalam kitab Muqaddimah Qonun al-Asasi li Jam’iyati Nahdhatil Ulama dan Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah. Dalam kitab Qonun al-Asasi, Syaikh Hasyim Asy’ari telah melihat terjadinya kerancuan dalam keyakinan kaum Muslimin pada zaman itu. Di antaranya, ada kaum yang membalik konsep al-haq (kebenaran), sehingga yang ma’ruf dianggap munkar, yang mungkar dianggap ma’ruf (Hasyim Asy’ari, Qonun al-Asasi li Jam’iyati Nahdhatil Ulama,hal. 24).

Hadratus Syekh Hasyim Asyari, pernah menceritakan tentang fenomena kesesatan pemikiran kaum Muslimin di pulau Jawa. Pada sekitar tahun 1330 H muncul ajaran-ajaran ‘asing’ dan tokoh-tokoh yang membawa pemikiran yang tidak sesuai dengan mainstream Muslim Jawa waktu, yakni berakidah Ahlussunnah wal Jama’ah.

KH. Hasyim Asy’ari juga mengkritik orang-orang yang menggunakan paradigma takfir (mengkafirkan orang yang menganut terhadap madzhab lain dalam bidang furuiyyah), penganut aliran kebatinan, kaum Syiah Rafidhah, pengikut tasawwuf menyimpang yang menganut pemikiran manunggaling kawulo gusti, dan kelompok Ibahiyyun (Hasyim Asy’ari, Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 10).

Ia berpendapat, aliran Syiah yang mencaci Shahabat Abu Bakar dan Umar adalah aliran yang dilarang untuk diikuti. Beliau mengutip penjelasan Imam Qadhi Iyadh tentang hadis orang yang mencela sahabat, bahwa ada larangan untuk shalat dan nikah dengan pencaci maki Shahabat tersebut. Karena mereka sesungguhnya menyakiti Rasulullah SAW (Risalah Ahlis Sunnah, hal. 11).

Peringatan itu ditujukan kepada kaum Muslimin agar tidak mengikuti paham Syi’ah.Menurutnya, madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah bukan madzhab sah. Madzhab yang sah untuk diikuti adalah Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.

Beliau mengatakan: “Di zaman akhir ini tidak ada madzhab yang memenuhi persyaratan kecuali madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Adapun madzhab yang lain seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga pendapat-pendapatnya tidak boleh diikuti” (Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, halaman 9).

Sebagai ulama’ yang mendalami tasawwuf, Hasyim Asy’ari sangat jeli dan kritis mengamati penyimpangan di dalam praktik orang-orang tertentu. Kesalahan praktik itu di antaranya disebabkan adanya aliran-aliran ‘asing’ yang masuk ke dalam praktik tasawwuf dan kurangnya bekal ilmu para penganut thariqah.

Peringatan adanya jahlatul mutashawwifah (orang-orang bodoh yang mengaku bertasawwuf) disebutkan oleh Syaikh Hasyim Asy’ari dalam Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah. Ciri-ciri  mereka disebutkan menganut paham ibahiyyah (aliran menggugurkan kewajiban syariat untuk maqom tertentu), reinkarnasi, dan manunggaling kawulo (Syeikh Hasyim Asy’ari,Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 12).

Kewajiban syari’at bagai penganut tariqah sufi dan para sufi tetaplah wajib dijalankan, dimanapun, kapapun dan dalam keadaan apapun. Syaikh Hasyim Asy’ari menolak jika kewajiban syariat Nabi Muhammad itu terpakai untuk orang tertentu dan terbatas pada waktu tertentu. Orang yang meymakini gugurnya syariat pada orang dan waktu tertentu dikatakan sebagai orang yang mendustakan dan merendahkan al-Qur’an. Kelompok yang menggugurkan kewajiban syariah ini disebut kaum Ibahiyyah.

Dengan pemahaman ini, tidak ada perbedaan antara seorang murid (pengikut tariqah) dengan mursyid (pemimpin tariqah), antara wali dan yang bukan wali, seluruhnya menanggung kewajiban syari’at. Agama sama sekali tidak membedakan status masing-masing hamba untuk melaksanakan kewajiban. (Hasyim Asy’ari, al-Dhurar al-Muntatsirah fi Mas’il Istna ‘Asyarah, hal. 16).

Ia pernah berfatwa tentang hukum orang yang berkeyakinan bahwa syariat Nabi Muhammad SAW sudah tidak berlaku lagi dan al-Quran sudah tidak memiliki faidah sekarang ini. Menurutnya, Syariat Nabi Muhammad Saw masih tetap berlaku sampai nanti hari Kiamat, begitu pula al-Qur’an. Barangsiapa yang mengingkari maka Islamnya rusak/murtad. Begitu juga orang yang mengikuti pendapat orang tersebut kemudian membenarkannya keyakinan atau ucapan tadi” (Hasyim Asyari, al-Dhurar al-Muntasirah fi Masil Tis’a ‘Asyarah, hal. 15).

Begitu pula, menurut Hasyim Asy’ari, para ulama’ telah bersepakat tentang hukum kafir terhadap orang-orang yang merendahkan Allah. Di antaranya, yaitu orang-orang yang meyakini ke-Esa-an Allah namun ia juga berkeyakinan bahwa Allah itu tidak kekal, meyakini Allah memiliki anak, meyakini bahwa dalam menciptakan Allah memiliki pembantu,  mengingkari kenabian Nabi Muhammad SAW, atau mengakui ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Kelompok-kelompok ini tidak diragukan kekufurannya (kafir bi la raybi).

Berkenaan dengan merasuknya kesesatan dalam kaum Muslimin seperti tersebut, Hasyim Asy’ari memperingatkan agar hati-hati dalam mencari ilmu. Ia menyatakan bahwa hendaklah kaum Muslimin berhati-hati jangan ceroboh mencari guru. Janganlah berguru kepada orang yang bukan ahlinya, ahli bid’ah, dan tidak tsiqah agamanya. Ia mengutip sebuah hadis dari Ibnu Sirrin: “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka, perhatikanlah dari siapa kamu mengambil agamamu” (Hasyim Asy’ari, Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah,hal. 17).

Penulis: Kholili Hasib (jk/inpasonline)

Ini Buku yang Menyedihkan!

[Opini]

Image result for Aku Belajar Mengendalikan Diri

Sebagian isi Buku “Aku Belajar Mengendalikan Diri”

Oleh: Ainun Dawaun Nufus (pengamat sosial politik)

Kami mengangkat materi “masturbasi” sebagai pendidikan seks. Sebenarnya, perilaku pada anak belumlah layak disebut masturbasi karena berbeda dengan tindakan orang dewasa. Anak, bahkan balita, tentu sama sekali belum punya hasrat. Namun, setiap orang tua tentu khawatir pada perilaku anak terkait tersebut. Oleh karena itulah, cerita “Aku Belajar Mengendalikan Diri” ini ditulis. Demikianlah kutipan klarifikasi Penerbit Tiga Serangkai, yang menerbitkan buku cerita anak berjudul “Cerita Aku Belajar Mengendalikan Diri” dalam seri “Aku Bisa Melindungi Diri” yang menggegerkan publik.

Sikap

Menurut hemat penulis, penerbitan buku tersebut  termasuk mengurangi masalah dengan menambah masalah.  Di saat negeri ini mengalami krisis moral, diantaranya setengah dari kasus kekerasan yang terjadi terhadap anak berkaitan dengan masalah seksual. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya situs porno yang merajalela di dunia maya. Sehingga berimbas pada kasus kekerasan seksual terhadap anak yang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Apakah penerbit tidak menyadari bahaya dibalik penerbitan buku yang menyedihkan tersebut!

Ingat, konten pornografi di internet yang sebagian memperlihatkan adegan kekerasan akan dicontoh oleh anak-anak dan dipraktekkan antara sesamanya. Termasuk mempraktekkan aksi pornografi yang dilakukan secara berkelompok. Lalu buku tersebut terbit, apakah penerbit ingin melestarikan tradisi kepornoan yang ingin merusak negeri ini?

Orang tua mana yang tidak pedih ketika melihat anak kesayangannya dicekam kecanduan akibat dampak pornografi. Hendaknya para orang tua harus mengenalkan konten tayangan yang ditonton, permainan, bacaan, internet dan memastikan anak-anak tidak mengakses pornografi di komputer rumah dan ponsel. Mereka juga harus mampu mengontrol dengan baik apa yang anak-anak lihat.

Dalam prinsip kapitalisme dan demokrasi yang digembar-gemborkan Barat, pornografi merambah perkotaan, daerah pedesaan dan metropolitan, anak-anak yang dieksploitasi secara seksual sebagai ladang bisnis melalui tayangan-tayangan. Hal ini sangat sadis, kejam, jelek. Saat anak kecanduan pornografi maka terancam menjadi proses akil baligh sebelum waktunya dan menirukannya. Ini akan merusak hormonal anak, anak dipaksa untuk menjalani proses akil baligh sebelum waktunya. Selain itu, mereka juga cenderung akan menirukan apa yang dia lihat.

Kepada para orang tua, saatnya semakin memperhatikan anak-anak, terutama buah hati anda. Berikutnya adalah peringatan kepada pemerintah, budaya masyarakat yang rusak merupakan akibat keteledoran negara membiarkan virus kebebasan merajalela. Kebebasan yang kebablasan dari cara hidup liberal telah menghalalkan berbagai sarana pemuasan nafsu, tanpa memandang lagi akibat yang ditimbulkan. Negara membiarkan masyarakat berhadapan dengan serbuan pornografi dari berbagai media massa, terutama internet.  Alasannya negara tidak mampu mengontrol semua situs yang beredar. Budaya kepornoan marak dan bahkan dipromosikan dalam negara liberal dan kapitalis di bawah premis kebebasan berekspresi. Oleh karena itu,  yang layak dipersalahkan atas  masalah masyarakat akibat penerapan demokrasi dan liberalisme adalah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan dan sistem hidupnya.[]

Dakwah bukanlah hambatan, justru semakin menambah semangat meraih prestasi.

16864471_1029894330447831_4792656214616956140_n

Masih ingat dengan sosok satu ini? mungkin anda pernah melihat wajahnya namun lupa siapa namanya. Ya, dia adalah Ilham Setyabudi salah seorang mahasiswa dari Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Intitut Pertanian Bogor (IPB).

Beliau pernah namanya mencuat di layar televisi karena hasil karyanya bersama kedua temannya Gusti Bima Marlawanto dan Yuandri Trisaputra, yang telah menemukan sebuah perangkat aplikasi untuk menyensor situs porno dan juga content(gambar) yang terindikasi pornografi.

mahasiswa-ipb_20160608_124244

Beliau selain sebagai mahasiswa juga aktif dalam organisasi dakwah, beliau juga pernah menjabat sebagai ketua BKIM IPB, dan juga peraih medali perak pada pekan ilmiah mahasiswa nasional kategori karsa cipta, dan saat ini menjabat sebagai Sekjen Kornas BKLDK.

Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dan profesi apapun anda, jika anda menjadikan poros hidup anda adalah dakwah maka kenikmatan dan prestasi di dunia itu akan mengikuti anda tanpa anda sadari, seperti yang dialami oleh saudara Ilham ini.

lantas, Dakwah bukanlah hambatan, justru semakin menambah semangat meraih prestasi. “Selamat…Kepada saudara Ilham Setya Budi atas perolehan gelar sarjana pada Jurusan Ilmu Komputer FMIPA – Intitut Pertanian Bogor.
Semoga membawa kebaikan untuk dakwah Islam“,tulisan harapan di status  laman facebook BKLDK Nasional. []admin.

#beritaislam #dakwah

 

 

Apa salah Rakyat, mereka ingin bertamu ke Rumah Wakil Rakyat harus di tutup dengan pagar barisan brigade polisi dengan peralatan lengkap?

 

16830679_251199171989272_6851239812703472165_n

Pantauan Berita Islam, massa masih ada yang bertahan hingga pukul 14.25 WIB, Selasa (21/2/2017). Sementara sebagian massa 212 sudah berangsur-angsur meninggalkan gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta.”Iya akan stay sampai sore, ini kan gabungan dari daerah,” ujar koordinator lapangan aksi. Dari spanduk yang dibawa tertulis massa berasal dari Forum Suhada Indonesia, Komunitas Mahasiswa Uhamka serta KAMMI.

 Massa yang masih melanjutkan orasi di depan gedung DPR, Selasa (21/2/2017)Massa yang masih melanjutkan orasi di depan gedung DPR, Selasa (21/2/2017) Foto: Cici Marlina Rahayu-detikcom

Massa mengisi aksi dengan berorasi menggunakan lagu-lagu untuk wakil rakyat. Tapi saat ini sudah dibuka satu lajur biasa dan lajur bus TransJakarta (busway) untuk kendaraan yang melintas dari arah JCC ke perempatan Slipi.

Sebelumnya massa 212 mulai membubarkan diri setelah Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath memberikan penjelasan hasil rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi III DPR.

Dalam RDPU, perwakilan massa 212 salah satunya menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan gubernur DKI karena berstatus terdakwa penodaan agama.

Aksi 212 Usai, Masih Ada Massa yang Lanjut Orasi di Depan DPR
Peserta Aksi

Khaththath juga menyampaikan permintaan agar penyidikan kasus dugaan penistaan Pancasila Habib Rizieq segera dihentikan (SP3). Termasuk kasus yang menimpa Uztaz Bahtiar Nasir dan Munarman diminta dihentikan.

Usai mendengar penjelasan perwakilan massa yang masuk ke DPR termasuk ditemui anggota DPR, massa membubarkan diri. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab sempat berpesan agar massa bubar dengan tertib.