Category Archives: Kajian Remaja

Hati – hati hoax sama kebaikan pacar

Foto Muhamar Dani.

 

Jika dia benar – benar anak baik gak mungkin dianya ajak kamu pacaran.
Simple kan?
.
Udah Putusin Aja!!!
Takutnya ada seseorang yang diam – diam mencintaimu namun belum siap menemui orangtuamu dan dianya gak jadi bawa rombongan buat acara nikahan hanya karena kamu mempertahankan seseorang pacar yang kamu anggap dialah yang terbaik padahal sudah jelas kalau dia anak baik gak akan ajak pacaran loh.
Dia pasti tahu gimana caranya mencintai dengan baik secara dia kan anak baik pasti tahu apa apa yang mengandung kebaikan .
.
Jodoh pasti bertemu teman. Kalau gak temu dulu didunia bisa saja langsung disurga.
pertahankan singlelillah 👌 .

Advertisements

Remaja Masjid Al Jariah Gelar kajian BUKAMATA

 

17308940_672337416224403_8018474281312389582_n.jpg

BeritaIslam, Medan-Sesuatu yang berbeda terjadi di Masjid Al Jariah pada Jumat, 17 Maret 2017 malam yang lalu. Puluhan remaja Masjid Al Jariah berkumpul untuk bertaqarub ilallah (mendekatkan diri kepada Alah) dengan menggelar kajian BUKAMATA yang bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) Hizbut Tahrir Indonesia Wilayah Medan Johor ini.

Selepas Shalat Isya berjamaah, para remaja masjid tersebut tak langsung bergegas pulang ke rumah mereka, tetapi mereka masih bertahan di dalam Masjid untuk mengikuti Kajian Islam Remaja BUKAMATA guna membuka mata para remaja tentang Islam yang kerap kali hari ini banyak diantara para remaja mengaku berislam tapi tak paham kenapa mereka berislam.

17309151_672337402891071_1373934280356150717_n.jpg

“Remaja saat ini banyak yang salah dalam memilih pergaulannya sehingga masih banyak yang terjebak ke dalam pergaulan yang melanggar syara'”, terang Raha saat memberikan kajian BUKAMATA.

Para peserta yang tergolong dalam pelajar SMA ini sangat antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir dan mereka ingin agar setiap bulannya acara seperti bisa terus dilangsungkan. Semoga..[] AA

 

#IndonesiaMoveUp

Aku Mencintaimu Karena Allah

SALAH satu perintah dalam Islam adalah menyatakan cinta karena Allah. Namun tentu saja cinta bukan dinyatakan pada lawan jenis yang tidak halal karena adanya godaan besar di balik itu.

Dari Habib bin ‘Ubaid, dari Miqdam ibnu Ma’dy Kariba dan Habib menjumpai Miqdam ibnu Ma’di Kariba-, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya hendaklah dia memberitahu saudaranya itu bahwa dia mencintainya.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 421/542, shahih kata Syaikh Al Albani)

Dari Mujahid berkata,

“Ada salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu denganku lalu ia memegang pundakku dari belakang dan berkata,

“Sungguh saya mencintaimu.”

Dia lalu berkata,

“Semoga Allah yang membuatmu mencintaiku turut mencintaimu.”

Dia berkata, “Kalau sekiranya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bersabda, “Jika seorang pria mencintai saudaranya hendaklah dia memberi tahu bahwa dia mencintainya“, maka tentulah ucapanku tadi tidak kuberitahukan kepadamu.” Dia   lalu   menyodorkan   sebuah lamaran kepadaku sambil berkata,

“Kami memiliki seorang budak  perempuan  dia  buta sebelah matanya (silakan engkau mengambilnya).”

(HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod 422/543. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Inilah ajaran Islam yang mengajarkan untuk saling mencintai. Ketika kita mencintai saudara kita karena Allah, maka ungkapkanlah cinta tersebut dengan mengatakan, “Inni uhibbuk” atau “Inni uhibbuk fillah”.

Lalu ketika saudaranya mendengar, maka balaslah dengan mengucapkan “ahabbakallahu alladzi ahbabtani lahu” (Semoga Allah yang membuatmu mencintaiku turut mencintaimu). Dan ini menunjukkan hendaknya cinta dan benci pada orang lain dibangun karena Allah, bukan karena maksud dunia semata.

Ibnu ‘Abbas berkata,

“Siapa yang mencintai dan benci karena Allah, berteman dan memusuhi karena Allah, sesungguhnya pertolongan Allah itu diperoleh dengan demikian itu. Seorang hamba tidak adakn bisa merasakan kenikmatan iman walaupun banyak melakukan shalat dan puasa sampai dirinya berbuat demikian itu. Sungguh, kebanyakan persahabatan seseorang itu hanya dilandaskan karena kepentingan dunia. Persahabat seperti itu tidaklah bermanfaat bagi mereka.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir disebutkan dalam Kitab Tauhid Syaikh Muhammad At Tamimi)

Al Hasan Al Bashri berkata

“Sesungguhnya hamba yang dicintai di sisi Allah adalah yang mencintai Allah lewat hamba-Nya dan mencintai hamba Allah karena Allah. Di muka bumi, ia pun memberi nasehat pada orang lain.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 224).

Semoga kita bisa saling mencintai karena Allah dan mendapatkan pertolongan-Nya. []

Sumber: Rumasyho

Pidato Bagi yang Mau Mutusin Pacar karena Takut Dosa

Oleh: Arief Siddiq Razaan

AKU menerimamu jadi pacar atas dasar cinta, kini atas dasar kesungguhan cinta pula aku memutuskan hubungan kita. Pacaran itu mendekatkan diri pada zina, padahal segala sesuatu yang membawa keburukan bukanlah tujuan sebuah cinta.

Percayalah, perpisahan menjadi pilihan bijaksana sebelum kita dilaknat Allah Swt karena sama-sama belum mendewasa dalam memaknai hakikat kemuliaan cinta. Sungguh, kesempurnaan cinta itu ialah saling mendoakan keselamatan satu sama lain hingga takdir mempertemukan dalam ikatan rumah tangga.

Bukankah seburuk-buruknya pecinta apabila tak mampu menjaga pikiran, lisan dan perbuatan dari segala sesuatu hal yang berpotensi menceburkan jiwa pada kubangan zina. Bersebab itu, harusnya kita menginsyafi dengan kesungguhan yakin bahwa menjaga satu sama lain agar tetap suci hingga menikah ialah tanggungjawab terbesar yang harus dipikul.

Memilih berpisah bukan berarti tiada menghargai perasaan yang pernah tumbuh di dalam dada, tetapi sebuah upaya agar perasaan itu tumbuh pada tempat yang sepatutnya. Menumbuhkan cinta pada doa, dalam kesadaran dan kepasrahan batin untuk menjaga kemurnian sebuah cinta hingga merimbunlah syukur atas kesanggupan kita merekahkan setia meski tiada mewujud pacaran.

Aku mencintaimu karena Allah Swt, maka aku pasrahkan pada-Nya untuk menjagamu sampai tiba waktu-Nya menghantarmu sebagai pasangan hidup yang sebenar halal bagiku. Insya Allah, jikapun pada akhirnya aku bukanlah jodohmu sesungguhnya itu jalan terindah yang ditetapkan-Nya. Sebab bisa jadi apa yang terbaik menurut kita belum tentu yang terbaik bagi-Nya.

Aku takut kehilanganmu, itu pasti! Tetapi, aku lebih takut kehilangan Allah Swt dari hatiku. Lagipula ketakutanku beralasan, sebab jika aku lebih takut kehilangan dirimu daripada kehilangan Allah Swt, maka aku bukanlah orang yang pantas menjadi pendamping hidupmu. Bukankah dirimu butuh pasangan hidup yang bisa diajak berkerjasama untuk menuju surga-Nya. Hakikatnya mengabadikan cinta bukan sebatas kita hidup, tetapi juga hingga kita mati dan dipersatukan kembali dalam surga.

Mohon mengertilah; rasa cintaku yang begitu besar padamu ialah dasar utamaku untuk memutuskanmu. Aku ingin memuliakanmu dengan kemuliaan cinta yang sebenar diridhoi Allah Swt. Bismillah, mari kita sama-sama mengikhlaskan hati untuk berpisah demi meraih cinta-Nya untuk cinta kita yang lebih sempurna. []

06.11.2014

Arief Siddiq Razaan, merupakan peramu aksara yang bermukim di rumah imaji Komunitas Penulis Anak Kampus [KOMPAK]. Selain itu bergiat pula di Komunitas Bisa Menulis [KBM].

Ini Fakta di Balik Skip Challenge

Skip challenge
Skip challenge

Beritaislamdotcom, Skip challenge atau pass out challenge belakangan menjadi viral di media sosial dan diketahui membahayakan jiwa mereka yang melakukannya. Berikut sejumlah fakta di balik munculnya tantangan yang juga disebut choking game itu:

1. Tren di Inggris sejak 2005
Harian the Independent menyebut fenomena choking game telah muncul sejak 2005 lalu di Inggris, setelah menimbulkan sejumlah kematian. Dalam tantangan itu peserta harus ditekan dadanya sekeras mungkin selama beberapa waktu. Akibat tekanan itu suplai oksigen ke otak berkurang dan kondisi ini berujung hilangnya kesadaran hingga kematian.

Salah satu korban meninggal adalah Karnel Haughton asal Birmingham, pada 1 Juni 2016 lalu. Pihak keluarga mengklaim Karnel meninggal karena sesak napas, dan meyakini hal ini karena choking game. Mereka tidak percaya sang putra sengaja berusaha untuk bunuh diri.

2. Menjadi tren karena internet
Sama halnya seperti ice bucket challenge dan permainan di internet lainnya, choking game juga populer karena internet.

“Yang internet lakukan salah satunya adalah melegalkan perilaku-perilaku tak aman dan tak sehat,” ujar Psikolog asal Inggris Emma Citron.

3. Dilakukan bahkan oleh anak muda yang cerdas
Lembaga amal di Amerika Serikat mengungkapkan tantangan ini biasanya dilakukan anak-anak muda berusia 9-16 tahun yang rata-rata cerdas dan berprestasi, bukan mereka yang merupakan pecandu alkohol dan narkotika. Pada 2016, mereka memperkirakan sekitar 250-1000 orang anak meninggal di Amerika Serikat karena memainkan tantangan choking game.

4. Tantangan dilakukan karena ingin jajal keberanian
Citron mengatakan bagi remaja, skip challenge dianggap sebagai permainan menjajal keberanian atau dare game.

“Mereka memandang sebagai dare game. Saya tidak berpikir mereka merasa itu merugikan diri sendiri, mereka hanya tidak cukup dewasa untuk menyadari betapa sangat berbahaya permainan itu,” tutur dia.

“Di sini ada unsur kompetitif – bagaimana saya bisa berani? Berapa banyak yang dapat saya lakukan?” sambung Citron.

Sumber : antara

Cari Jodoh itu Harus Cari yang Jodohin!

GURU kami selalu membuka kelas dengan meminta murid-muridnya untuk bertanya. Bertanya tentang kehidupan, apapun itu.

Sebelumnya, ia memang meminta kami untuk mengamati fenomena-fenomena kehidupan yang ada di sekitar kami. Fenomena-fenomena yang kemudian menimbulkan pertanyaan “Kenapa?”

Ia mengatakan bahwa yang demikian dapat melatih akal dan rasa kami. Dalam sebuah jawaban atas pertanyaan yang salah seorang dari kami ajukan, ia berkata, “Cari jodoh itu harus cari yang jodohin!”

Suasana kelas begitu hening mendengar pernyataan beliau. Mungkin di antara kami ada yang penasaran akan maksud pernyataan beliau.

Lalu beliau melanjutkan, “Siapa yang jodohin?”

Kami semua terdiam, tak ada yang berani menjawab.

“Allah SWT!” begitu ucap beliau seraya mengacungkan telunjuknya ke atas.

Aku merinding.

Keberkahan atasnya. ()

SatuMedia

Orang yang Takut dan Hasbunallah Wani’mal Wakil

Foto: Favim.com

 

SAUDARAKU, Ja’far Ashiddiq Ra. Berkata tentang ketakutan: “Aku terkesima kepada orang yang merasa ketakutan kemudian mengucapkan ‘Hasbunallah wani’mal wakil’ (cukuplah Allah sebagai penolong kami dan sebaik-baik tempat berlindung). Sesungguhnya setelah itu aku mendengar Allah menjawab: ‘Maka mereka kembali dengan ni’mat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar,” (QS. Ali Imran:174).

Maka sesungguhnya Ja’far Asshiddiq Ra. telah memberikan resep untuk rasa takut dengan mengucapkan “hasbunallah wa ni’mal wakil” karena kekuatan Allah melebihi kekuatan lain yang membuatmu takut, dan selama itu pula kamu ucapkan “hasbunalla wa ni’mal wakil” dalam menghadapi segala sesuatu yang menakutkanmu.

Tentang kemuraman atau kegalauan

Kegalauan berbeda dengan rasa takut, karena takut adalah  kekhawatiran diri karena sesuatu yang diketahui penyebabnya, sedangkan galau adalah depresi atau kekhawatiran diri karena sesuatu yang kadang tidak diketahui penyebabnya karena hal tersebut merupakan kondisi psikologi seseorang yang semrawut.

Saudaraku,

Dan aku terkesima kepada orang yang dilanda kegalauan, tetapi dia tidak cemas. Lalu dia mengucapkan “La ilaha Illah Anta Subhanaka inni kuntu minadzholimin,” (tidak ada tuhan selain Engkau ya Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang berbuat zhalim). Maka sesungguhnya setelah itu aku mendengar Allah menjawab: “Maka Kami telah mengabulkan do’anya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman,” (QS. Al Anbiya:88).

Tetapi terkabulnya do’a dan keselamatan ini tidak hanya dikhususkan kepada orang tersebut, akan tetapi sebagaimana sabda Allah SWT “dan Demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman” yaitu berarti orang-orang mu’min pun juga mendapatkan keselamatan.

Tentang tipu daya

Orang yang terpedaya yaitu orang yang diperdaya oleh orang lain dan tidak punya kekuatan untuk menghadapi tipu dayanya.

Saudaraku,

Dan aku terkesima dengan orang yang terpedaya oleh tipu muslihat orang lain tetapi tidak gentar dan mengucapkan kalam Allah: “ Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.(QS. Al Mu’min:44)

Sesungguhnya setelah itu aku mendengar Allah menjawab: “ Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka”.(QS. Al Mu’min:45)

Tentang mengharap dunia dan segala perhiasannya

Dan aku terkesima kepada orang yang mengharapkan dunia dan segala perhiasannya kemudian dia mengucapkan sabda Allah: “MAASYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH” (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) (QS Al Kahfi:39)

Saudaraku,

Sesungguhnya setelah itu aku mendengar Allah menjawab: “Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan, maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu (ini),” (QS Al Kahfi:39-40). [Oleh: Syeikh Muhammad Mutawalli Sya’rawi, diterjemahkan oleh Dedih Mulyadi, Lc]

Sepuluh Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah

BeritaIslam – Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan?”

Foto: Ilustrasi

Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:
Pertama, kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
Kedua, kalian mengaku cinta Rasulullah tetapi meninggalkan sunnahnya.
Ketiga, kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
Keempat, kalian memakan nikmat-nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetapi tidak pernah pandai mensyukurinya.
Kelima, kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh kalian tetapi tidak pernah berani menentangnya.
Keenam, kalian katakan bahwa Jannah itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah beramal untuk menggapainya.
Ketujuh, kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak mau lari darinya.
Kedelapan, kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuknya.
Kesembilan, kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi lupa dengan aib sendiri.
Kesepuluh, kalian kubur orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi tidak pernah mengambil pelajaran dari mereka.”

Diambil dari Mi’ah Qishshah Wa Qishshah Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundi, Juz.II, hal.94