Insiden Kecil Warnai Nyepi di Bali

Korban Putu Abdulah (tiga dari kiri).
Korban Putu Abdulah (tiga dari kiri).

BeritaIslam, DENPASAR — Pelaksanaan Nyepi di wilayah Pemecutan Kelod, Denpasar, terusik oleh aksi saling pukul antara pecalang dengan seorang warga. Pecalang asal Banjar Samping Buni bernama Ketut Warta, terlibat aksi saling pukul  dengan warga bernama Putu Abdullah.

Aksi saling pukul itu dibenarkan oleh petugas jaga Pos Polisi Monang Maning, Denpasar Barat. Petugas itu mengatakan, masalahnya berawal dari kesalahpahaman antara Putu Abdullah dan Ketut Warta, namun masalahnya sudah didamaikan dan kedua belah pihak telah menandatangani pernyataan perdamaian.

“Hanya kesalahfahaman saja, namun keduanya sudah saling menyadari dan sudah saling memaafkan,” katanya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bali, Bambang Santoso, yang ikut mendampingi Putu Abdullah ke Pos Polisi Monang Maning mengaku kecewa dengan kejadian itu. Seharusnya sebut Bambang, semua pihak bisa menahan diri dengan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Ini hari suci bagi saudara kita umat Hindu, yang harus kita jaga suasana khusyuknya,” kata Bambang.

Pihak pecalang belum berhasil dihubungi. Sementara Putu Abdullah yang dikonfirmasi lewat ponselnya mengaku dia hanya membela diri saat didahului oleh salah seorang pecalang. Dia membantah dikatakan memukul lebih dulu, namun dia mengakui sudah ada perdamaian yang dilakukan di Pos Polisi Monang Maning. “Saya juga sudah divisum di RSUP Sanglah, namun hasilnya masih belum diserahkan pada saya,” katanya.

Aksi saling pukul antara Abdullah dengan Warta berawal saat Abdullah dihentikan ketika hendak menuju ke masjid untuk menunaikan shalat dzuhur. Saat diberi tahu oleh pecalang agar melaksanakan shalat berjamaah di masjid terdekat, Abdullah mengaku sudah hendak kembali.

Abdullah mengaku memilih shalat ke masjid yang lebih jauh, karena masjid itu memang menjadi tempat dia melaksanakan shalat sehari-harinya. Namun saat diberitahu bahwa ada ketentuan selama Nyepi agar mereka yang hendak shalat berjamaah di masjid, memilih yang terdekat saja, Adullah segera menyadarinya.

“Tapi langkah saya kembali dihentikan, akhirnya terjadi aksi saling pukul. Tapi bukan saya yang memulai,” katanya.

Advertisements

Introspeksi Kebebasan Berekspresi (Bercermin Pada Kasus Inul)

Berikut adalah kutipan komentar Inul di Instagram miliknya yang telah tersebar luas di media sosial:

Yang sok alim dan oraknya di dengkul pasti mikirnya agama gak mikir beliau gubernur bpk kita semua’ hahahhaa aku seh gak lihat beliau lg nyalonin lagi … aku cuma bayangin yg pake syurban bisa mojok ama wanita sambil main sex skype itu piyeee critane bisa jadi panutan ???! Jgn merusak moral kita soal Rasis-Sara-dan agama ‘ aku gak main politik tp aku cukup bangga duduk berdampingan org yg menjaga jakarta saat ini’ dan aku tak ikut campur urusan politik krn bukan bidangku !!! Klo org yg mau ceramahin aku akan sy block dn pastinya yg gak suka silahkan unfollow ‘ krn aku bukan kerugian sm org yg otak pikiran didengkul ‘ sekali lagi saya org yg nasionalismenya tinggi .!!! Yg koment apekkk tak block !!! Sorry,”. (http://www.jawapos.com/read/2017/03/28/119265/ini-komentar-instagram-inul-yang-dituding-menghina-ulama)

Kebebasan Kebablasan

Setiap manusia yang waras harus mengakui bahwa kebebasan untuk menghina jauh lebih buruk dan lebih drastis. Kebebasan ekspresi yang kebablasan membuat publik menjadi sangat cemas. Para pendukung kebebasan berbicara menganggap ini merupakan hak untuk menolak ketidakadilan dan kejahatan yang terjadi di masyarakat dan dalam dunia politik. Namun dalam kasus ujaran yang menghina dari artis ini, minus argumen yang disajikan yang beradab dan juga tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat untuk bersikap arif. Hal ini bisa menciptakan api fitnah dan kebencian.

Kasus Inul adalah sebuah potret kecil dari sebuah sistem negara yang selalu membanggakan kebebasan berbicara, cermin sebuah kultur barat yang sangat bangga dengan sebutan masyarakat demokrasi. Sementara seruan untuk melawan penjajah dianggapseruan terhadap kebencian, seruan untuk menentang penjajahan Zionis Israel dianggap seruan kebencian, Seruan untuk menerapkan syariah Islam dan Khilafah tanpa kekerasan dianggap sebagai seruan kebencian.

Secara lebih jauh terdengar seperti paradoks, kebebasan berbicara yang dianggap sebagai hak konstitusional. Lalu mereka berpolemik berputar-putar seputar pengaturannya. Hal ini menunjukkan bahwa bahkan para pendukung kebebasan berbicara tidak yakin atas ide ini dan ini menunjukkan demokrasi sangat ambigu. Maka dari itu, sudahlah kita sudah tidak percaya dengan gembar gembor kebebasan berekspresi, yang membawa masyarakat menuju ke titik yang rendah. Para propagandis liberalisme itu tengah menuai hasil yang mereka tanam sendiri.

Termasuk sikap hipokritme kebebasan berujar dan supremasi hukum demokrasi yang ditunjukkan secara gamblang pada kasus Ahok, akan semakin mempertebal ketidakadilan. Percayalah dengan sikap hipokrit ini masalah tidak akan pernah selesai. Ini justru akan semakin menimbulkan luka dan kemudian akan menimbulkan pertentangan yang lebih dalam. Karena persoalan ditanggapi dengan cara yang tidak benar maka akan menimbulkan persoalan baru.  [VM]

Penulis : Ainun Dawaun Nufus (pengamat Sospol)

Remaja Masjid Al Jariah Gelar kajian BUKAMATA

 

17308940_672337416224403_8018474281312389582_n.jpg

BeritaIslam, Medan-Sesuatu yang berbeda terjadi di Masjid Al Jariah pada Jumat, 17 Maret 2017 malam yang lalu. Puluhan remaja Masjid Al Jariah berkumpul untuk bertaqarub ilallah (mendekatkan diri kepada Alah) dengan menggelar kajian BUKAMATA yang bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) Hizbut Tahrir Indonesia Wilayah Medan Johor ini.

Selepas Shalat Isya berjamaah, para remaja masjid tersebut tak langsung bergegas pulang ke rumah mereka, tetapi mereka masih bertahan di dalam Masjid untuk mengikuti Kajian Islam Remaja BUKAMATA guna membuka mata para remaja tentang Islam yang kerap kali hari ini banyak diantara para remaja mengaku berislam tapi tak paham kenapa mereka berislam.

17309151_672337402891071_1373934280356150717_n.jpg

“Remaja saat ini banyak yang salah dalam memilih pergaulannya sehingga masih banyak yang terjebak ke dalam pergaulan yang melanggar syara'”, terang Raha saat memberikan kajian BUKAMATA.

Para peserta yang tergolong dalam pelajar SMA ini sangat antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir dan mereka ingin agar setiap bulannya acara seperti bisa terus dilangsungkan. Semoga..[] AA

 

#IndonesiaMoveUp

Aku Mencintaimu Karena Allah

SALAH satu perintah dalam Islam adalah menyatakan cinta karena Allah. Namun tentu saja cinta bukan dinyatakan pada lawan jenis yang tidak halal karena adanya godaan besar di balik itu.

Dari Habib bin ‘Ubaid, dari Miqdam ibnu Ma’dy Kariba dan Habib menjumpai Miqdam ibnu Ma’di Kariba-, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya hendaklah dia memberitahu saudaranya itu bahwa dia mencintainya.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 421/542, shahih kata Syaikh Al Albani)

Dari Mujahid berkata,

“Ada salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu denganku lalu ia memegang pundakku dari belakang dan berkata,

“Sungguh saya mencintaimu.”

Dia lalu berkata,

“Semoga Allah yang membuatmu mencintaiku turut mencintaimu.”

Dia berkata, “Kalau sekiranya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bersabda, “Jika seorang pria mencintai saudaranya hendaklah dia memberi tahu bahwa dia mencintainya“, maka tentulah ucapanku tadi tidak kuberitahukan kepadamu.” Dia   lalu   menyodorkan   sebuah lamaran kepadaku sambil berkata,

“Kami memiliki seorang budak  perempuan  dia  buta sebelah matanya (silakan engkau mengambilnya).”

(HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod 422/543. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Inilah ajaran Islam yang mengajarkan untuk saling mencintai. Ketika kita mencintai saudara kita karena Allah, maka ungkapkanlah cinta tersebut dengan mengatakan, “Inni uhibbuk” atau “Inni uhibbuk fillah”.

Lalu ketika saudaranya mendengar, maka balaslah dengan mengucapkan “ahabbakallahu alladzi ahbabtani lahu” (Semoga Allah yang membuatmu mencintaiku turut mencintaimu). Dan ini menunjukkan hendaknya cinta dan benci pada orang lain dibangun karena Allah, bukan karena maksud dunia semata.

Ibnu ‘Abbas berkata,

“Siapa yang mencintai dan benci karena Allah, berteman dan memusuhi karena Allah, sesungguhnya pertolongan Allah itu diperoleh dengan demikian itu. Seorang hamba tidak adakn bisa merasakan kenikmatan iman walaupun banyak melakukan shalat dan puasa sampai dirinya berbuat demikian itu. Sungguh, kebanyakan persahabatan seseorang itu hanya dilandaskan karena kepentingan dunia. Persahabat seperti itu tidaklah bermanfaat bagi mereka.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir disebutkan dalam Kitab Tauhid Syaikh Muhammad At Tamimi)

Al Hasan Al Bashri berkata

“Sesungguhnya hamba yang dicintai di sisi Allah adalah yang mencintai Allah lewat hamba-Nya dan mencintai hamba Allah karena Allah. Di muka bumi, ia pun memberi nasehat pada orang lain.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 224).

Semoga kita bisa saling mencintai karena Allah dan mendapatkan pertolongan-Nya. []

Sumber: Rumasyho

Pidato Bagi yang Mau Mutusin Pacar karena Takut Dosa

Oleh: Arief Siddiq Razaan

AKU menerimamu jadi pacar atas dasar cinta, kini atas dasar kesungguhan cinta pula aku memutuskan hubungan kita. Pacaran itu mendekatkan diri pada zina, padahal segala sesuatu yang membawa keburukan bukanlah tujuan sebuah cinta.

Percayalah, perpisahan menjadi pilihan bijaksana sebelum kita dilaknat Allah Swt karena sama-sama belum mendewasa dalam memaknai hakikat kemuliaan cinta. Sungguh, kesempurnaan cinta itu ialah saling mendoakan keselamatan satu sama lain hingga takdir mempertemukan dalam ikatan rumah tangga.

Bukankah seburuk-buruknya pecinta apabila tak mampu menjaga pikiran, lisan dan perbuatan dari segala sesuatu hal yang berpotensi menceburkan jiwa pada kubangan zina. Bersebab itu, harusnya kita menginsyafi dengan kesungguhan yakin bahwa menjaga satu sama lain agar tetap suci hingga menikah ialah tanggungjawab terbesar yang harus dipikul.

Memilih berpisah bukan berarti tiada menghargai perasaan yang pernah tumbuh di dalam dada, tetapi sebuah upaya agar perasaan itu tumbuh pada tempat yang sepatutnya. Menumbuhkan cinta pada doa, dalam kesadaran dan kepasrahan batin untuk menjaga kemurnian sebuah cinta hingga merimbunlah syukur atas kesanggupan kita merekahkan setia meski tiada mewujud pacaran.

Aku mencintaimu karena Allah Swt, maka aku pasrahkan pada-Nya untuk menjagamu sampai tiba waktu-Nya menghantarmu sebagai pasangan hidup yang sebenar halal bagiku. Insya Allah, jikapun pada akhirnya aku bukanlah jodohmu sesungguhnya itu jalan terindah yang ditetapkan-Nya. Sebab bisa jadi apa yang terbaik menurut kita belum tentu yang terbaik bagi-Nya.

Aku takut kehilanganmu, itu pasti! Tetapi, aku lebih takut kehilangan Allah Swt dari hatiku. Lagipula ketakutanku beralasan, sebab jika aku lebih takut kehilangan dirimu daripada kehilangan Allah Swt, maka aku bukanlah orang yang pantas menjadi pendamping hidupmu. Bukankah dirimu butuh pasangan hidup yang bisa diajak berkerjasama untuk menuju surga-Nya. Hakikatnya mengabadikan cinta bukan sebatas kita hidup, tetapi juga hingga kita mati dan dipersatukan kembali dalam surga.

Mohon mengertilah; rasa cintaku yang begitu besar padamu ialah dasar utamaku untuk memutuskanmu. Aku ingin memuliakanmu dengan kemuliaan cinta yang sebenar diridhoi Allah Swt. Bismillah, mari kita sama-sama mengikhlaskan hati untuk berpisah demi meraih cinta-Nya untuk cinta kita yang lebih sempurna. []

06.11.2014

Arief Siddiq Razaan, merupakan peramu aksara yang bermukim di rumah imaji Komunitas Penulis Anak Kampus [KOMPAK]. Selain itu bergiat pula di Komunitas Bisa Menulis [KBM].

Ini Fakta di Balik Skip Challenge

Skip challenge
Skip challenge

Beritaislamdotcom, Skip challenge atau pass out challenge belakangan menjadi viral di media sosial dan diketahui membahayakan jiwa mereka yang melakukannya. Berikut sejumlah fakta di balik munculnya tantangan yang juga disebut choking game itu:

1. Tren di Inggris sejak 2005
Harian the Independent menyebut fenomena choking game telah muncul sejak 2005 lalu di Inggris, setelah menimbulkan sejumlah kematian. Dalam tantangan itu peserta harus ditekan dadanya sekeras mungkin selama beberapa waktu. Akibat tekanan itu suplai oksigen ke otak berkurang dan kondisi ini berujung hilangnya kesadaran hingga kematian.

Salah satu korban meninggal adalah Karnel Haughton asal Birmingham, pada 1 Juni 2016 lalu. Pihak keluarga mengklaim Karnel meninggal karena sesak napas, dan meyakini hal ini karena choking game. Mereka tidak percaya sang putra sengaja berusaha untuk bunuh diri.

2. Menjadi tren karena internet
Sama halnya seperti ice bucket challenge dan permainan di internet lainnya, choking game juga populer karena internet.

“Yang internet lakukan salah satunya adalah melegalkan perilaku-perilaku tak aman dan tak sehat,” ujar Psikolog asal Inggris Emma Citron.

3. Dilakukan bahkan oleh anak muda yang cerdas
Lembaga amal di Amerika Serikat mengungkapkan tantangan ini biasanya dilakukan anak-anak muda berusia 9-16 tahun yang rata-rata cerdas dan berprestasi, bukan mereka yang merupakan pecandu alkohol dan narkotika. Pada 2016, mereka memperkirakan sekitar 250-1000 orang anak meninggal di Amerika Serikat karena memainkan tantangan choking game.

4. Tantangan dilakukan karena ingin jajal keberanian
Citron mengatakan bagi remaja, skip challenge dianggap sebagai permainan menjajal keberanian atau dare game.

“Mereka memandang sebagai dare game. Saya tidak berpikir mereka merasa itu merugikan diri sendiri, mereka hanya tidak cukup dewasa untuk menyadari betapa sangat berbahaya permainan itu,” tutur dia.

“Di sini ada unsur kompetitif – bagaimana saya bisa berani? Berapa banyak yang dapat saya lakukan?” sambung Citron.

Sumber : antara

Sosok Guru Wanita Pertama Islam

guru wanita pertama

dutachebond

SOSOK Asy-Syifa binti Ab dillah al-Adawiyah dari suku Quraisy al-Adawiyah. Perempuan luar biasa ini dikenal sebagai guru wanita pertama dalam Islam. Selain itu, ia juga memiliki kecerdasan dan keterampilan di bidang kedokteran, terutama dalam hal kejiwaan.

Ibu dari Sulaiman bin Abu Hutsmah ini memiliki kedudukan khusus di sisi Rasulullah disebabkan keimanannya yang kokoh pada Allah dan Rasulnya.

Ia termasuk salah satu anggota rombongan hijrah pertama dari Makkah ke Madinah. Karena itu, wajar jika kemudian Asy-Syifa memiliki kedudukan serta kedekatan dengan para istri Rasulullah.

Asy-Syifa merupakan sedikit dari perempuan-perempuan Makkah yang pandai membaca dan menulis sebelum kedatangan Islam. Setelah masuk Islam, ia mengajari para muslimah.

Sejak itulah, ia menjadi guru di zaman Rasulullah. Salah satu murid Asy-Syifa adalah Hafshah binti Umar bin Khattab, istri Rasulullah.

Pada masa Umar bin Khattab, Asy-Syifa memperoleh kepercayaan sang Khalifah untuk mengurusi masalah pasar. Atas kecerdasan Asy- Syifa, Umar kerap meminta pendapatnya.

Interaksinya dengan Rasulullah membuatnya banyak belajar tentang agama dan keduniaan dan menjadikannya salah satu perawi hadis.

Ia meriwayatkan beberapa hadis dari Rasulullah, juga dari Khalifah Umar bin Khatab. Beberapa orang ikut meriwayatkan hadis yang berasal darinya, seperti putra Sulaiman bin Abu Khaitsumah, kedua cucunya (Abu Bakar dan Utsman), Abu Ishaq dan Hafshah Ummul Mukminin. Sementara, Abu Daud juga meriwayatkan hadis yang berasal dari periwayatannya.

Selain mereka yang tampil sebagai pelopor di bidangnya, perempuan-perempuan luar biasa lainnya berperan melalui pendidikan hingga melahirkan generasi Islam yang membanggakan.

Ada Thumadir binti Amru ibn al-Syarid as-Salamiyah al-Madhriyah. Mereka adalah para ibu dan pendidik hebat yang berhasil melahirkan generasi pejuang dan pembela Islam. []

Sumber: republika

Cari Jodoh itu Harus Cari yang Jodohin!

GURU kami selalu membuka kelas dengan meminta murid-muridnya untuk bertanya. Bertanya tentang kehidupan, apapun itu.

Sebelumnya, ia memang meminta kami untuk mengamati fenomena-fenomena kehidupan yang ada di sekitar kami. Fenomena-fenomena yang kemudian menimbulkan pertanyaan “Kenapa?”

Ia mengatakan bahwa yang demikian dapat melatih akal dan rasa kami. Dalam sebuah jawaban atas pertanyaan yang salah seorang dari kami ajukan, ia berkata, “Cari jodoh itu harus cari yang jodohin!”

Suasana kelas begitu hening mendengar pernyataan beliau. Mungkin di antara kami ada yang penasaran akan maksud pernyataan beliau.

Lalu beliau melanjutkan, “Siapa yang jodohin?”

Kami semua terdiam, tak ada yang berani menjawab.

“Allah SWT!” begitu ucap beliau seraya mengacungkan telunjuknya ke atas.

Aku merinding.

Keberkahan atasnya. ()

SatuMedia

Luput dari Pemberitaan, Dr Zakir Naik Sudah Tiba di Indonesia

 

BeritaIslam – Ulama kondang asal Mumbai India Dr Zakir Naik telah tiba di Indonesia, Dr Zakir mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada  Rabu(1/3/2017) sore. Kedatangan Dr Zakir tersebut luput dari pemberitaan media.
Foto: Dr. Zakir Naik disambut saat tiba di Indonesia.
Informasi kedatangan Dr Zakir ini dibenarkan oleh Ketua Mualaf Centre Indonesia Steven Indra Wibowo melalui akun Facebooknya dengan memperlihatkan sejumlah foto Dr Zakir saat tiba di Indonesia.
Kehadiran Dr Zakir di Indonesia hanya untuk melakukan koordinasi dengan Tim Indonesia yang diketuai Hanny Kristiano. Rencananya Dr Zakir akan memberikan ceramah dan dakwahnya pada bulan April 2017 mendatang.
Kalau ada yg menemukan gambar Dr Zakir Naik (DZN) di Indonesia, bertebaran di internet, maka sekalian kami konfirmasikan itu benar adanya, namun bukan untuk memberikan ceramah, akan tetapi koordinasi dengan tim Indonesia yg diketuai ko Hanny Kristianto. Nah nginep dimana? Dan sampai kapan? Maaf ini classified, doakan agar April 2017 bisa terealisasi kedatangannya di indonesia, itu saja Saya bukan ketua panitia ya” jelas Steven di akun Facebook pribadinya. [Sumber:takbir.net]

HEBAT….Pemerintah Hinakan Diri Ajak Terdakwa Penodaan Agama Sambut Pemimpin Negara Islam

 

Tokoh Rumah Amanah Rakyat (RAR) Ferdinand Hutahean mempertanyakan wacana terdakwa penodaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mendampingi Presiden Jokowi untuk menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud ke Indonesia.

“Mestinya pemerintah bersikap lebih menunjukkan penghormatan kepada Raja Salman yang agamanya dinodai oleh Ahok,” kata Ferdinand dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/3).

Menurutnya, pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla semestinya memberikan pembelajaran bagi rakyatnya dengan tidak melibatkan Ahok dalam menyambut Raja Salman. Terlebih Raja Salman merupakan pemimpin negara Islam, sementara Ahok merupakan penoda agama Islam.

“Rejim ini mampu dan tega tidak menghormati Raja Saudi serta menghinakan diri dengan menyertakan seorang terdakwa menyambut tamu besar yang agamanya dinodai sang terdakwa. Anda sehat tuan Presiden?,” jelasnya.

Disampaikan, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud adalah penguasa dan pemimpin tertinggi negara Saudi Arabia yang menjadi asal-muasal dan titik awal lahirnya Islam. Disanalah Islam lahir, bertumbuh dan berkembang hingga menyebar keseluruh sudut dunia.

Raja Salman juga identik dengan Islam karena pemimpin tertinggi Saudi itu adalah penjaga dua kota suci umat Islam yaitu Mekkah dan Medinah. Tempat tujuan umat muslim seluruh dunia untuk menyempurnakan ke-Islamannya.

“King Salman justru menjadi identik sebagai pemimpin Islam meski gelar itu tidak pernah ada namun King Salman adalah pemimpin yang disegani dan dihormati serta dimuliakan oleh dunia,” tegas eks relawan Jokowi itu.

Ditambahkan, kesalahan yang dipertontonkan pemerintah dengan mengajak Ahok disebut Ferdinand sebagai sebuah kebodohan sekaligus menodai kerja keras pemerintah dalam menyambut dengan rasa hormat Raja Salman.

(Novrizal Sikumbang)